BERBAGAI MACAM VITAMIN, SUMBER DAN FUNGSINYA

VITAMIN

SUMBER

FUNGSI

AKIBAT DEFISIENSI

Vitamin A (Aseroftol C6H8O6) Wortel, ginjal, bayam, ubi merah, tumbuhan yang berwarna hijau, orange, dan merah Pertumbuhan sel epitel, pertumbuhan tulang, proses oksidasi, dalam tubuh, mempengaruhi kerja rodopsin dalam penglihatan. Hemarolopia, frinoderma, seroftalmi, pendarahan pada selaput lendir usus, ginjal dan paru-paru
Vitamin D Susu, keju, mentega, ikan, kuning telur, ragi Mempercepat proses penulangan, memperbesar penyerapan kapur dan dan fosfor dari usus, bersama kelenjar anak gondok mengatur kadar kapur dan fosfor dalam darah. Rakhitis, gangguan metabolisme, zat kapur dan fosfor, ricketsia.
Vitamin E (tokoferol) Kecambah, kuning telur, susu, lemak daging, hati, ragi Proses pembelahan sel, mencegah pendarahan dan keguguran pada ibu hamil, pembentukan sel darah merah, dan sintesis koenzim A. Keguguran, kemandulan, kerusakan saraf penggerak (otot-otot lay), kemunduran pada hipofisis dan kelenjar gondok.
Vitamin K (filokinon) Sayur-sayuran berwarna hijau Pembekuan darah, katalisator dalam pembekuan protrombin Darah sukar membeku.
Vitamin B1 (tiamin,C12H17ON4S) Hati, susu, kol, tomat, ayam, telur, kacang-kacangan Koenzim dan enzim metabolisme karbohidrat, keseimbangan air dalam tubuh, penyerapan lemak dalam usus. Beri-beri dan neuritis.
Vitamin B2 (riboflavin/lactoflavin, C17H2OO6N4) Buah-buahan, sayuran, susu, mentega, kacang-kacangan. Pemindahan rangsang sinar saraf mata, enzim dalam proses oksidasi sel. Katarak, diare, dimensia.
Vitamin B6 (piridoksin, C8H12O2N) Hati, ikan, daging, sayur-sayuran. Pertumbuhan dan kerja  uraf saraf, pembentukan eritrosit Terhambatnya pertumbuhan pada anak-anak, anemia, kejang-kejang, obstipasi dermatitis, diare, dimensia.
Vitamin B11 Hati, ginjal dan sayur-sayuran. Pembentukan sel darah merah dan antipernisiosa Anemia dan pernistosa.
Vitamin B12 (sianokobalamin, C62H90N14O14PC9) Hati, ginjal, kentang, ragi, sayur-sayuran dan buah-buahan Metabolisme asam amino dan pembentukan sel darah merah. Anemia.
Niasin (asam nikotin, C8H5O2N) Hati, susu, kol, tomat, ayam, telur, kacang-kacangan, ragi. - -
Vitamin B3 (asam pantotenat) Hati, daging, ragi, beras. Pelengkap koenzim A. Dermatitis dan intertitis.
Paramino asam benzoat Hati dan ragi. Mencegah terbentuknya uban. Banyak uban pada usia muda.
Vitamin H (biotin, C10H16O3K12S) Hati, ginjal, kentang, ragi, sayur-sayuran dan buah-buahan Penting pada proses yang memerlukan enzim. Dermatitis.
Vitamin C (asam askorbinat) Sayur-sayuran, buah-buahan, hati, ginjal. Aktivator macam-macam fermen perombak protein dan lemak, bahan oksidasi dan dehidrasi dalam sel, memperngaruhi kerja anak ginjal, pembentukan trombosit. Kerusakan sel-sel endotelium, menurunnya sel darah dan kerusakan pada sumsung tulang sendi.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.136 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: