Deteksi Dini Kanker Payudara

Siapa sih, yang tidak mati berdiri, ketika mengetahui dirinya mengidap kanker payudara?

Penyakit ini umumnya menyerang wanita,tapi tak sedikit juga para pria mengalaminya yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Karena itu, tak ada pilihan lain kecuali mencegahnya sedini mungkin.

 

Jangan pernah remehkan kondisi ini, jika terdapat benjolan!!

 

Kanker payudara adalah tumor ganas di kelenjar payudara yang disebut kelenjar ducutus atau kelenjar getah bening.

Menurut data, 10 dari 100 wanita Indonesia adalah penderita kanker payudara. Sementara  di dunia, setiap 3 menit ditemukan penderita kanker payudara dan setiap 11 menit ditemukan wanita meninggal akibat kanker payudara. Semua data tersebut menunjukkan betapa rentannya penyakit ini.

 

Kenali payudara Anda

Payudara merupakan kumpulan kelenjar dan jaringan lemak yang terletak  antara kulit dan tulang rongga dada. Jaringan lemak inilah yang menentukan besar dan bentuk payudara Anda. Ketika seorang wanita mengandung, kelenjar-kelenjar pada payudara memproduksi air susu. Ketika sang wanita menyusui, maka kelenjar dan saluran menuju puting membesar.

Jaringan payudara juga mengandung pembuluh darah dan limfe. Yang terakhir berisi cairan bening mengandung zat sisa yang kemudian dibawa dari payudara ke nodus limfe. Lokasi nodus limfe yang ukurannya hanya sebesar biji kacang polong ini ada di ketiak. Fungsi nodus ini untuk menyaring dan membersihkan limfe.

 

 

Kanker payudara adalah….

Kanker payudara terjadi ketika sel-sel pada payudara terus tumbuh tanpa terkendali, bahkan sampai menyerang sel-sel di dekatnya dan terus menyebar ke tubuh. Sel ini akan bersaing dengan sel sehat dan bahkan ‘merebut’ makanannya. Jika terus berkembang, akhirnya sel kanker bisa mengalahkan sel sehat. Tak ada yang bisa memastikan berapa lama proses ini bisa terjadi, mungkin dalam hitungan bulan, tahun, atau minggu.

Ada beberapa alat yang bisa mendeteksi kanker payudara, yaitu ultrasonografi dan mammogram. Bahkan, mammogram dapat mendeteksi sel kanker sebelum si pasien sendiri dapat merasakannya.

 

Deteksi dini SADARI

Cara deteksi dini yang pertama adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara teratur sebulan sekali pada saat 7 atau 10 hari setelah menstruasi. Kondisi ini memungkinkan pemeriksaan lebih teliti dan akurat, sebab setelah menstruasi payudara

dalam keadaan tidak tegang.

 

Pada wanita yang telah menopause, waktu yang tepat untuk melakukan SADARI adalah pada tanggal tertentu setiap bulannya. Misalnya tanggal satu, atau tanggal yang mudah diingat.

 

Umumnya benjolan yang ditemukan dengan SADARI teratur berukuran 1,5-2 cm,sedangkan benjolan yang tidak sengaja teraba dan benjolan tersebut adalah kanker biasanya berukuran 2 cm (stadium I) dan 3 cm (stadium II).

Ukuran kanker  juga mempengaruhi penyembuhan, semakin kecil ukurannya semakin mudah disembuhkan, dan juga sebaliknya.

 

Langkah-langkah SADARI

  • Berdiri menghadap cermin. Lihat kedua payudara dan perhatikan dengan seksama apakah ada sesuatu yang tidak biasa seperti perubahan warna, ada urat yang menonjol, atau perubahan bentuk lain dari biasanya. Perhatikan juga apakah terdapat perubahan pada puting terjadi kerutan, atau pengelupasan kulit.
  • Periksa setiap perubahan dan kontur serta bentuk payudara dengan cara dekap tangan di belakang kepala, dan tekan tangan ke depan. Lalu tekan tangan erat pada pinggul dan sedikit menunduk ke depan cermin ketika kita menarik punggung dan siku ke depan.
  • Letakkan kedua tangan di atas kepala dan perhatikan kembali bentuk payudara. Lalu bungkukkan badan hingga payudara tergantung ke bawah, dan periksa lagi apakah ada kelainan.
  • Lakukan pemeriksaan saat mandi, dimana busa-busa sabun memungkinkan jari-jari meluncur mulus di sekitar payudara.
  • Angkat kedua tangan keatas, perhatikan apakah kedua payudara terangkat bersamaan? Jika tidak, waspadalah.
  • Berbaring ditempat tidur dan letakkan tangan kanan di belakang kepala, serta letakkan bantal di bawah bahu kanan. Lalu rabalah payudara kiri dengan telapak jari-jari kanan, lakukan hal yang sama pada payudara kanan, periksalah apakah ada benjolan di payudara.
  • Periksa juga apakah ada benjolan atau pembengkakan pada ketiak kiri. Kemudian periksa dan raba puting susu dan sekitarnya dengan tiga ruas jari membuat lingkaran dengan gerakan memutar.

 

Gejala kanker payudara

  • Adanya benjolan di sekitar payudara.
  • Keluar cairan tidak normal dari puting susu, cairan encer dapat berupa nanah, darah.
  • Keluar air susu pada ibu yang tidak sedang hamil atau menyusui.
  • Perubahan bentuk dan besarnya payudara.
  • Kulit dan aerola berkerut atau tampak seperti kulit jeruk.
  • Puting susu tertarik ke dalam.

 

Mereka yang berisiko kanker payudara

  • Wanita yang mendapatkan menstruasi pertama kali dalam usia kurang dari 9 tahun.
  • Wanita yang mengalami menopause di atas usia 55 tahun.
  • Wanita yang di atas usia 35 tahun belum pernah hamil.
  • Wanita yang tidak menikah dan melahirkan anak.
  • Mempunyai saudara, ibu, atau kakak yang terkena kanker payudara.
  • Pernah mengalami operasi payudara yang disebabkan oleh kelainan atau tumor ganas payudara.
  • Wanita yang gemar makan junk food atau makanan berlemak tinggi.
  • Wanita yang tidak pernah menyusui.
  • Peminum 2-5 gelas alkohol per hari.
  • Overweight.
  • Kurang beraktivitas olaraga.
  • Menggunakan Hormone Teplacement Therapy (HRT) sesudah menopause.

 

Bagaimana mengurangi risiko?

Ada beberapa hal:

  • Lakukan SADARI.
  • Berolaragalah sesuai dengan anjuran dokter.
  • Lakukan pemeriksaan payudara sesuai usia. Dokter akan menentukan apakah Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan  USG (ultrasonography) atau mammogram.
  • Jalani pola hidup sehat, kurangi lemak, alkohol, jangan merokok, dan sembuhkan stres.

Bagaimana diagnosis kanker payudara dilakukan?

Saat ditemukan benjolan, mungkin Anda perlu melakukan mammogram atau USG, untuk melihat kemungkinan adanya kista dan bagi wanita muda dengan payudara yang besar. Mammografi sebaiknya dilakukan pada 10 hari sebelum menstruasi atau lima hari sesudah menstruasi selesai. Biopsi mungkin akan dilakukan, tergantung hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Cara ini merupakan cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda mengalami kanker payudara atau tumor jinak.

Stadium kanker payudara ditemukan setelah pembedahan, setelah mengetahui penyebaran kanker pada organ-organ tubuh lainnya apakah sudah mengenai kelenjar limfe. Stadium-stadium ini akan membantu dokter menentukan jenis pengobatan yang sesuai dengan kondisi yang ada.

 

Bagaimana pengobatan kanker payudara?

Ada beberapa jenis pengobatan yang berbeda bagi setiap wanita untuk mengeluarkan jaringan kanker sebanyak mungkin. Kanker pada stadium awal dapat diobati dengan operasi pembedahan konservatif dan obat-obatan tertentu. Pada stadium lebih lanjut akan memerlukan ‘pengambilan’ seluruh payudara dan kelenjar limfe di bawah lengan. Konsultasikan dengan dokter mengenai kerugian dan keuntungan dari operasi rekonstruksi payudara.

Kemoterapi, yaitu penggunaan obat-obatan anti kanker yang ditujukan pada sel-sel target yang membelah terlalu kecil untuk diangkat lewat operasi. Obat-obatan ini juga dapat mengganggu proses pembelahan sel dalam tubuh, yang bisa menyebabkan timbulnya banyak efek samping. Tetapi cara ini seringkali dapat memperkecil risiko kekambuhan.

Terapi radiasi, menggunakan sinar X berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Tidak terasa sakit, tetapi efek sampingnya hampir sama dengan kemoterapi. Cara ini cocok untuk jenis dan stadium tertentu.

Terapi hormon, yaitu dilakukan pada wanita yang memiliki tumor yang menunjukkan keterlibatan dengan reseptor-reseptor estrogen, yaitu dengan memberikan obat penghambat estrogen yang disebut dengan nama tamoksifen. Bagi wanita yang melewati menopause, ada obat-obatan terbaru dan berharga lebih mahal yang disebut dengan inhibitor aromatase (aromatase inhibitors).

 

Berapa lama perlu melakukan kelanjutan tes?

Setelah operasi pembedahan, Kita perlu berkonsultasi dengan dokter setiap 3-4 bulan sekali atau sesuai dengan anjuran dokter.

Vitamin A dan serat cegah kanker payudara

Baru sedikit sekali penelitian yang dilakukan mengenai hal ini. Walaupun hasil penelitian yang ada cukup bagus menunjukkan kaitan keduanya dengan kanker payudara masih perlu banyak penelitian lagi untuk bisa menyatakan kebenarannya.

Nyeri payudara menjelang menstruasi?

Payudara atau kelenjar mammae, sebenarnya kelenjar keringat yang termodifikasi, yang responsif terhadap berbagai hormon, terutama ekstrogen dan progesteron (hormon yang juga bertanggung jawab pada keteraturan siklus menstruasi). Payudara yang terasa penuh atau nyeri sebelum atau selama menstruasi sebenarnya hal biasa, karena payudara juga mengalami perubahan yang hampir sama dialami oleh rahim saat siklus menstruasi berlangsung.

Payudara kanan dan kiri berbeda?

Payudara yang tidak sama besar, sangatlah umum. Pada sebagian besar wanita ukuran payudara kiri lebih besar ketimbang yang kanan. Bahkan beberapa wanita sehat juga memiliki puting susu ekstra.

Besar atau tesktur payudara juga cukup bervariasi. Benjolan-benjolan kecil juga kadang ditemukan pada payudara, dan kista yang tidak berbahaya juga bisa ditemukan pada wanita dalam kisaran 50-60 tahun. Kondisi ini disebut dengan istilah ‘perubahan fibrokistik’ berkenaan dengan kondisi ini perlu dipelajari lebih lanjut, karena hingga kini masih belum diketahui atau terbukti berkaitan dengan risiko kanker payudara dan kista, fibrosis, benjolan, dan rasa nyeri. Dan untuk pemeriksaan yang lebih detil lagi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: