Ciri – Ciri Kebohongan Seorang Cowok

Menjadi korban kebohongan seorang pria merupakan hal yang sangat menyakitkan bagi wanita. Pria pembual kerap punya banyak alasan dan strategi melancarkan aksinya atau menutupi kesalahannya.

Dr Paul Seagar, Dosen Senior Psikologi Forensik di Central Lancashire, dan penulis ‘Would I lie to you? Deception detection in relationships at work and in life’, memberikan tipsnya agar Anda bisa mengetahui jika pria sedang berbohong.

Tips mengetahui Jika Pria sedang Berbohong

1.      Menatap Mata Lebih Lama

Pembohong ulung tahu betul bahwa kontak mata sangat penting dan dia akan terus memandang lebih lama untuk meyakinkan Anda. Jadi bukan berarti ketika dia menatap Anda lebih lama dengan tatapan penuh kasih sayang, dia benar-benar mencintai Anda.

Mata adalah jendela jiwa. Pada umumnya, orang berbohong tak berani kontak mata secara langsung dengan lawan bicara. Umumnya orang percaya bahwa pelaku kebohongan tidak berani menentang langsung mata yang dibohonginya. Tapi buat orang mahir berdusta, justru berusaha kontak mata langsung dengan orang yang dibohonginya. Tujuannya agar ia dapat dengan cepat mengetahui respons atas kebohongan yang sedang dilakukannya. Contoh, jika pasangan pria Anda berbohong tidak melakukan selingkuh, kemungkinan besar ia akan menatap Anda seraya mengatakan: I Love You. Tanda lain dari indra mata untuk mendeteksi kebohongan pasangan, pada kedipan matanya. Jika saja ia berkedip lebih cepat atau sering, berarti ia sedang berbohong.

2.      Salah Tingkah

Gerakan tubuh merupakan salah satu cara untuk mendeteksi kebohongannya. Ketika Anda bertanya tentang pacarnya, mungkin dia akan menjawab dia tidak memiliki kekasih, tapi coba lihat gerakan tubuhnya. Jika dia menjadi kikuk, gelisah dan salah tingkah, maka ini menunjukkan bahwa dia sedang menutupi sesuatu.

3.      Pengulangan Kata-kata

Cara lain mendeteksi kebohongan adalah dengan ‘lisan’ dan ‘vokal’, dari apa yang dikatakan dan cara mengatakannya. Sebagai contoh, jika jawabannya detail, maka kemungkinan besar dia jujur. Ketika dia memberi jawaban singkat dengan pengulangan kata-kata, kemungkinan dia sedang menipu Anda. Jadi jawaban yang lebih panjang dengan penggunaan kosa kata yang lebih luas, bisa lebih dipercaya.

4.      Perilakunya Berbeda

Coba perhatikan bagaimana dia bertindak dan berbicara saat keadaan santai dan dia mengatakan kebeneran (tentang hal-hal yang memang Anda tahu). Kemudian bandingkan tingkah lakunya ketika dia memberikan jawaban yang Anda tidak yakin. Jika ada perbedaan yang jelas antara dua perilaku tersebut, maka ada kemungkinan dia sedang membohongi Anda.

5.       Intonasi Suara.

Sadar atau tidak, biasanya orang berbohong itu sering kali menggunakan nada tinggi, cepat, keras, dan sering salah saat berbicara. Dan, tiba-tiba berhenti. Mengapa? Biasanya orang melakukan reaksi berlebihan saat menjawab pertanyaan Anda, dikarenakan sikap untuk bertahan dan menutupi rasa bersalah yang bersangkutan. Tapi teori ini tak sepenuhnya benar. Paling tidak, Anda bisa mendeteksinya. Pasalnya, orang dalam kondisi stress pun, mengalami kondisi tidak nyaman dan khawatir, dan mengeluarkan nada suara yang tinggi.

6.      Wajah.

Salah satu cara mendeteksi pasangan kita berbohong atau tidak, melalui ekspresi muka. Dari sebuah senyuman, kita dapat banyak informasi. Dengan catatan, jika Anda kenal sebelumnya. Orang berbohong, umumnya memiliki senyum tanpa diikuti kerutan pada ujung mata, datangnya tiba-tiba dan ada jarak dengan emosinya.

7.      Bahasa tubuh.

Gerakan badan seseorang, seperti duduk dan sikap, bisa mencerminkan dirinya sedang berbohong atau tidak. Itu bisa dilakukan jika Anda benar dengan baik karakter dan bahasa tubuh pasangan. Misalnya, ketika sedang bicara, Anda melihat dia menyilangkan kaki atau tangan, canggung, tegang, menggarukkan kepala, dan mengetukkan jarinya ke meja. Meski demikian, perilaku seperti ini juga kita temui saat seseorang mengalami stres. So, antara orang stres dan berbohong memiliki kondisi dan situasional yang hampir serupa. Ketika berbohong, pelakunya akan stres (takut diketahui). Seorang yang berbohong akan bereaksi seperti keadaan stres, misalnya marah, takut, atau rasa bersalah.

8.      Tes kejujuran.

Saat pasangan Anda mengatakan baru saja ke rumah kawannya, sebaiknya langsung tanyakan sesuatu yang dekat dengan wilayah rumah teman Anda. Misalnya, apakah pasangan Anda melihat peristiwa kebakaran dekat wilayah tinggal temannya? Jika ia merespons kebohongan Anda dengan “bumbu-bumbu”, padahal tidak terjadi seperti apa yang Anda ucapkan, berarti ia sedang berbohong. Tapi jika ia jujur, tentu mengatakan tak melihat peristiwa kebakaran.

9.      Ingkar janji.

Melanggar dari komitmen yang sudah disepakati, salah satu tanda, ia sering-sering diajak untuk hang-out bersama teman-teman Anda. Jalan terbaiknya adalah, Anda mesti pandai membagi antara hang-out bersama teman dan sang kekasih.

10.  Mengagumi orang lain.

Meski di awal hubungan percintaan Anda dengan pasangan pria tak pernah marah, dan cool ketika Anda melirik pria, jangan dipercaya. Sebab suatu saat, jika peristiwa itu terjadi kembali ia pasti marah. Sebab, ia merasa terganggu dan hanya ingin perhatian Anda tertuju padanya.

Selanjutnya, bila Anda merasa tidak dapat lagi mempercayai pasangan, Anda harus mengutarakan hal ini padanya. Cobalah untuk jujur dalam situasi apa pun, terutama terhadap pasangan tercinta.

Namun, ada cara untuk mengantisipasi agar tidak menjadi korban si pembual ini. Sejumlah penelitian mengungkap ada ciri-ciri pria pembohong dari fisik mereka seperti bentuk bibir, hidung dan alis.

Jurnal The Italian Psicologia e Salute menerbitkan hasil studi yang dilakukan para ilmuwan Inggris. Mereka mengidentifikasi beberapa bentuk tubuh yang bisa menandakan pria jujur dan tidak jujur.

Seperti dikutip dari laman Genius Beauty, para ahli meneliti wajah para pemimpin politik dari zaman yang berbeda dan negara yang berbeda, terutama dari jenis kelamin pria.

Dari hasil penelitiannya, mereka telah menemukan ciri khas penampilan ‘jujur’ dan ‘tidak jujur’. Menurut penulis studi, fitur dari penampilan pria yang jujur antara lain:

  1. Bentuk wajahnya oval atau bulat
  2. Memiliki rahang lembut
  3. Matanya bulat, terang, dan besar
  4. Hidung tak terlalu mancung dan tegas
  5. Alis tidak terlalu tebal
  6. Memiliki jembatan hidung yang tipis
  7. Mulut lebar dengan bibir tipis

Sedangkan pria tidak jujur, menurut psikolog dan psyognomis Inggris, memiliki fitur sebagai berikut:

1. Sudut wajah memanjang dan tajam

2. Dagu yang tajam

3. Alis yang lebat dan tebal

4. Mata kecil

5. Lubang hidung besar dan jembatan hidung yang lebar

6. Mulut kecil dengan bibir tebal.

7. Ingin terlihat sempurna dengan sedikit berbohong pada awal hubungan merupakan hal yang wajar. Terutama pada saat kencan pertama, tentu saja setiap pria mau pun wanita ingin memperlihatkan kesan baik. Namun tentu Anda penasaran apakah si dia sedang berkata jujur atau justru sebaliknya.

8. Situs Female First melaporkan, pria lebih cenderung berbohong tentang status dan pekerjaannya. Ini dilakukannya untuk memberikan kesan terbaik dari dirinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: