Cara Menangani Rasa Takut (fobia) dalam Diri Seseorang

 

Menurut Ilmu Akupunktur, rasa takut dapat langsung berpengaruh buruk terhadap Energi Qi organ Ginjal yang langsung berhubungan Luo dengan Energi Qi Kandung Kemih. Itulah mengapa berkemih spontan dapat terjadi, di kala “sangat ketakutan” sedang mendera diri.

Dinginnya sang raga atasnya dapat dialami, akibat ter”tekan”nya Energi Qi Api (Ming Men) organ Ginjal.. memunculkan efek rasa dingin di raga.

Penjalaran rasa yang muncul di sekujur raga seperti yang saya utarakan di atas pun terkait dengan perjalanan Qi Meridian Sao Yin Kaki organ Ginjal:

dimulai dari bagian bawah jari Kelingking Kaki ke area Tulang Kuboid, keluar di tengah telapak Kaki, ke belakang Maleolus Internus, naik melalui Medio-Porterior Tungkai Bawah ke bagian Medial Fosa Peplitea, terus melalui permukaan Posterio-Medial Paha ke Tuberkulum, bertemu dengan Meridian Du, kemudian masuk ke raga pada area pinggang, berhubungan dengan Ginjal, ber-Luo dengan Kandung Kemih, melewati Hati, menembus Diafragma sampai ke Paru-paru, menyusuri Trakea, hingga ke akar Lidah. Dari Paru-paru ada pula cabang yang berhubungan ke Jantung.  

Rasa takut kuat berlarut di dalam diri dapat mengendap ke Alam Bawah Sadar sang diri.. mewujud jadi ragam Fobia. Penatalaksanaanya pun tentu berbeda. Pada kondisi berat, perlu dukungan pendampingan intensif beberapa elemen di luar diri. Di batas ini geliat rasa takutnya umum juga disertai rasa berdenging di Telinga. Yang juga dapat memunculkan rasa seolah akan jatuh/limbung, termasuk keluhan Vertigo. Telah terganggunya Daya Imbang sang raga. Ini terkait eratnya kondisi organ Telinga dengan Energi Qi organ Ginjal

Cara Mengatasi ketakutan, menghilangkan rasa takut dan tips menghilangkan ketakutan. 

1. Kenali ketakutan Anda

Langkah pertama mengatasi rasa takut adalah mengenali penyebabnya. Kemudian, apa yang membuat Anda merasakan takut, dan bagaimana perasaan itu menguasai Anda.

Dengan menyadari apa yang ditakutkan, hal ini akam membantu Anda mengurangi rasa takut. Sebab, saat berusaha menyadarinya, Anda berdialog dengan diri sendiri untuk mencari jalan keluarnya. 

2. Menantang ketakutan 

Bila takut akan sesuatu, salah satu cara terbaik mengatasinya adalah menghadapi dan menantangnya. Jika Anda takut ketinggian, pergilah ke atas sebuah gedung tinggi dan melihat ke bawah. Cara ini membantu Anda mengatasi rasa takut.

3. Membangun mental kendali 

Hal ini yang sederhana sekali seperti belajar mengendalikan pikiran Anda untuk menghindari rasa takut. Bila mulai merasa takut, lawanlah perasaan itu. Lakukan sesuatu untuk mengalihkan perhatian dan hentikan perasaan yang membuat takut.

Hal ini penting sekali dlakukan, terutama bagi mereka yang tidak mampu mengontrol ketakutan sehingga selalu mengkhawatirkan hal-hal sama. Caranya, hanya menghentikan kekhawatiran atau ketakutan berlebihan. 

4. Ubah ketakutan 

Untuk menghadapi sumber dari rasa takut, maka harus mengakui apa yang membuat Anda takut. Setelah itu, mengubah rasa takut dengan mencari tahu cara menghadapinya.

Jika merasa takut berjalan sendirian pada malam hari, maka sebaiknya Anda mengambil kursus bela diri untuk melindungi diri. Atau, bila khawatir tentang padangan orang-orang terhadap Anda, maka tingkatkanlah keterampilan sehingga Anda menjadi lebih percaya diri. 

5. Santai dan bangun keyakinan 

Memerangi ketakutan merupakan salah satu strategi bagus. Sambil melawan rasa takut, Anda sekaligus membangun rasa percaya diri. Semakin Anda percaya diri, rasa takut yang menguasai pikiran Anda akan berkurang. Meditasi dan Yoga dapat menjadi aktivitas pilihan untuk mengatasi rasa takut.

Cara Menangani Rasa Takut (Phobia) Pada Anak

Bentuk ekspresi ketakutan itu sendiri bisa macam-macam. Biasanya lewat tangisan, jeritan, bersembunyi atau tak mau lepas dari orang tuanya. Untungnya, seperti dijelaskan, rasa takut ini akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. “Saat anak merasa aman dengan dirinya sendiri maupun lingkungannya, hilanglah rasa takut tadi. Tentu saja perlu dukungan orang tua.” Yang jadi masalah adalah bila rasa takut mengendap dan tak teratasi sehingga berpengaruh pada aktivitas sehari-hari anak. “Bahkan bisa mengarah jadi ketakutan yang bersifat patologis. Malah bisa fobia alias ketakutan berlebih karena pernah mengalami kejadian tertentu.

Berikut ini rasa takut yang banyak dialami anak dan cara mengatasinya dengan cara bermain peran:

1. Takut Dokter

Anak biasanya takut dokter karena pengalamannya pernah disuntik yang ternyata rasanya cukup menyakitkan bagi mereka. Maka tak heran, baru memasuki ruangan dokter atau melihat peralatan sampai mencium “bau” obatnya saja, anak sudah menjerit-jerit atau menangis histeris. Apalagi kalau saat diperiksa dan disuntik. Penyebabnya selain karena punya pengalaman traumatik, bisa jadi ia dulu kenyang ditakut-takuti bakal disuntik dan sebagainya oleh orang tuanya.

Cara mengatasinya:

Anak memainkan peran sebagai dokter, sedangkan orang tua atau kakak/adik berpurapura Menjadi pasiennya. Gunakan mainan berbentuk alat-alat yang biasa digunakan dokter, seperti stetoskop. Biarkan anak bereksplorasi dan berimajinasi memerankandokter yang sedang memeriksa pasien. Secara tak langsung, anak Menjadi tahu bagaimana cara dokter menghadapi pasien pasien yang takut diperiksa. Semisal dengan cara menenangkannya, “Jangan takut, ya, Bu-Pak. Saya Cuma periksa sebentar aja, kok. Kalaupun harus disuntik, enggak sakit, kok. Kan, supaya lekas sembuh.” Dengan berpura-pura memberikan nasihat seperti itu, bukan tidak mungkin sosok dokter justru menarik minatnya dan malah bercita-cita menjadi dokter.

2. Anak Takut pada orang yang baru dikenal

Tak jarang anak-anak tampak takut pada orang yang pertama kali ditemuinya. Dia akan berusaha menjaga jarak, apalagi orang yang menghampirinya itu berwajah kurang “bersahabat”. Yang juga kerap terjadi, orang tua terkesan berlebih saat menasihati anaknya untuk tidak terlalu akrab dengan orang yang tidak dikenal. “Awas, kamu jangan deket-deket sama orang yang enggak kamu kenal. Bisa-bisa kamu nanti diculik, lo!” Memang, sih, ada segi positifnya bila orang tua senantiasa wanti-wanti si kecil agar waspada terhadap orang lain atau yang baru dikenalnya. Tapi tentunya bukan dengan cara berlebihan yang menyebabkan si kecil malah selalu ketakutan pada orang lain.

Cara mengatasinya:

Ajak anak bermain tamu-tamuan. Ikutkan pula teman-temannya. Posisikan dia untuk bergantian memainkan peran sebagai tamu yang berkunjung ke rumah orang lain, atau sebagai nyonya rumah yang kedatangan tamu. Bermain peran untuk mengikis rasa takut pada orang lain juga bisa dilakukan dalam berbagai situasi, seperti di toko, sekolah dan tempat keramaian lainnya.

3. Anak Takut Pada Binatang

Adalah hal yang wajar bila anak takut pada binatang yang baru pertama kali dilihatnya. Apalagi bila hewan itu kelihatannya buas dan menyeramkan. Hanya saja sungguh sayang bila orang tua tak berusaha menjelaskan dan memperkenalkan anak pada binatang-binatang yang ditemuinya tadi. Seperti mengajaknya mengelus-elus bulu kucing atau memberi makanan pada induk ayam dan anak-anaknya. Sangat tidak bijaksana pula jika orang tua malah menambah rasa takut anak pada binatang yang sebenarnya relatif tak membahayakan. “Awas, jangan dekat-dekat, nanti kamu dicakar kucing.”

Cara mengatasinya:

Anak bermain peran sebagai sosok pemandu/pelatih sirkus yang sehari-hari melatih binatang. Ini akan menyadarkan anak bahwa binatang pada dasarnya bisa dilatih untuk menurut dan diajak bekerja sama. Cara lain adalah dengan bermain sandiwara di panggung yang menggelar cerita tentang hewan-hewan sebagai sahabat manusia.

4. Anak Takut Hantu

Banyaknya tayangan televisi yang menyajikan program acara bertajuk cerita hantu tak ayal ikut mempengaruhi kadar rasa takut anak-anak. Ironisnya, tak sedikit orang tua yang menjadikan cerita hantu ini sebagai “senjata” untuk menakuti-nakuti si kecil. Meskipun rasa takut pada hantu bisa saja terjadi akibat faktor “genetik” berupa sikap penakut dari orang tuanya.

Cara mengatasinya:

Anak bermain peran sebagai hantu yang selalu membantu orang yang kesulitan seperti film/buku cerita Casper. Atau bisa juga berperan sebagai penyihir yang baik hati. Jadi, anak mempersepsikan hantu bukan sebagai sosok yang menakutkan.

5. Anak yang Takut Masuk Sekolah

Anak yang pertama kali masuk TK awalnya takut beradaptasi dan bersosialisasi dengan guru dan teman-teman barunya. Terlebih bila orang tua juga tak berusaha memperkenalkan si kecil pada temannya.

Cara mengatasinya:

Sebelum didaftarkan masuk TK, anak diajak bermain sekolah-sekolahan. Anak bermain peran sebagai murid atau guru. Saudara sepupu si kecil atau tetangganya yang seusia bisa dilibatkan untuk berpura-pura sebagai murid. Sehingga anak tak takut dan tak canggung lagi di hari pertamanya masuk TK.

6. Anak yang Takut Berpisah (SEPARATION ANXIETY)

Anak cemas harus berpisah dengan orang terdekatnya. Terutama ibunya, yang selama 3 tahun pertama menjadi figur paling dekat. Figur ibu, tak selalu harus berarti ibu kandung, melainkan pengasuh, kakek-nenek, ayah, atau siapa saja yang memang dekat dengan anak. Kelekatan anak dengan sosok ibu yang semula terasa amat kental, biasanya akan berkurang di tahun-tahun berikutnya. Bahkan di usia 2 tahunan, kala sudah bereksplorasi, anak akan melepaskan diri dari keterikatan dengan ibunya. Justru akan

jadi masalah bila si ibu kelewat melindungi/overprotektif atau hobi mengatur segala hal, hingga tak bisa mempercayakan anaknya pada orang lain. Perlakuan semacam itu justru akan membuat kelekatan ibu-anak terus bertahan dan akhirnya menimbulkan kelekatan patologis sampai si anak besar. Akibatnya, anak tak mau sekolah, gampang nangis, dan sulit dibujuk saat ditinggal ibunya.Bahkan si ibu beranjak ke dapur atau ke kamar mandi pun, diikuti si anak terus. Repot, kan? Belum lagi ia jadi susah makan dan sulit tidur jika bukan dengan ibunya.

Cara Mengatasinya:

Jelaskan pada si kecil, mengapa ibu harus pergi/bekerja. Begitu juga penjelasan tentang waktu meski anak usia ini belum sepenuhnya mengerti alias belum tahu persis kapan pagi, siang, sore, dan malam serta pengertian mengenai berapa lama masing-masing tenggang waktu tersebut. Akan sangat memudahkan bila orang tua menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Semisal, “Nanti, waktu kamu makan sore, Ibu sudah pulang.” Jika tak bisa pulang sesuai waktu yang dijanjikan, beri tahu anak lewat telepon. Sebab, anak akan terus menunggu dan ini justru bisa menambah rasa takut anak. Ia akan terus cemas bertanya-tanya, kenapa sang ibu belum datang.

7. Anak Yang Takut Gelap

Biasanya juga gara-gara orang tua. “Mama takut, ah. Lihat, deh, gelap, kan?” Takut pada gelap bisa juga karena anak pernah dihukum dengan dikurung di ruang gelap. Bila pengalaman pahit itu begitu membekas, bukan tidak mungkin rasa takutnya akan menetap sampai usia dewasa. Semisal keluar keringat dingin atau malah jadi sesak napas setiap kali berada di ruang gelap atau menjerit-jerit kala listrik mendadak padam.

Cara Mengatasinya:

Saat tidur malam, jangan biarkan kamarnya dalam keadaan gelap gulita. Paling tidak, biarkan lampu tidur yang redup tetap menyala. Cara lain, biarkan boneka atau benda kesayangannya tetap menemaninya, seolah bertindak sebagai penjaganya hingga anak tak perlu takut.

8. Anak yang Takut Berenang

Sangat jarang anak usia batita takut air. Kecuali kalau dia pernah mengalami hal tak mengenakkan semisal tersedak atau malah nyaris tenggelam saat berenang hingga hidungnya banyak kemasukan air.

Cara Mengatasinya:

Lakukan pembiasaan secara bertahap. Semisal, awalnya biarkan anak sekadar merendam kakinya atau menciprat-cipratkan air di kolam mainan sambil tetap mengenakan pakaian renang. Bisa juga dengan memasukkan anak ke klub renang yang ditangani ahlinya. Atau dengan sering mengajaknya berenang bersama dengan saudara/teman-teman seusianya. Tentu saja sambil terus didampingi dan dibangun keyakinan dirinya bahwa berenang sungguh menyenangkan, hingga tak perlu takut. Kalaupun anak tetap takut, jangan pernah memaksa apalagi memarahi atau melecehkanrasa takutnya. Semisal, “Payah, ah! Berenang, kok, takut!”.


Cara Menangani Rasa Takut untuk  Membangun Rasa Percaya Diri

Dia menulis agar orang melakukan langkah-langkah ini untuk menghilangkan ketakutan dan memperoleh rasa percaya diri. Berikut cara-caranya.

1. Rasa malu karena penampilan pribadi.

Cara Mengatasinya:

Perbaiki penampilan anda. Pergilah ke tukang jahit yang bagus. Pakaian anda harus bersih dan disetrika. Rapikan rambut anda. Tidak selalu harus pakaian mahal untuk memperbaiki penampilan.

2. Takut kehilangan pelanggan.

Cara Mengatasinya:

Bekerjalah dua kali lebih keras untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

3. Takut gagal dalam ujian.

Cara Mengatasinya:

Ubah kekhawatiran menjadi waktu untuk belajar.

4. Merasa takut jika keadaan menjadi di luar kendali anda.

Cara Mengatasinya:

Alihkan perhatian pada sesuatu yang sama sekali berbeda. Pergilah ke kebun dan cabuti rumput. Bermainlah dengan anak-anak, menonton di bioskop.

5. Takut terluka secara fisik, misalnya terjadi kecelakaan dalam mobil anda atau pesawat terbang.

Cara Mengatasinya:

Justru ubah perhatian anda untuk membantu orang-orang lain yang juga mengalami ketakutan. Lalu berdoalah.

6. Anda takut akan apa yang mungkin dipikirkan atau akan dikatakan orang lain.

Cara Mengatasinya:

Pastikan bahwa apa yang anda kerjakan sudah benar. Adalah biasa dikritik.

7. Takut gagal berinvestasi seperti membeli rumah.

Cara Mengatasinya:

Analisa semua faktor, lalu ambil keputusan, dan bertahanlah dengan keputusan anda itu, jangan mundur.

8. Ketakutan terhadap orang banyak.

Cara Mengatasinya:

Tempatkan mereka pada perspektif yang semestinya. Ingat, mereka juga manusia biasa, lho!

Berbagai Sumber.

 

 

 

 

Iklan

3 Komentar (+add yours?)

  1. napin aprillio
    Mar 07, 2013 @ 11:31:26

    menghilangkan rasa takut itu tidak mudah dan ini ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menghilangkan rasa takut..

    1.relaksasi
    2.jangan batasi diri anda
    3.jika ketakutan itu berbahya,lalu cari cara untuk hancurkan
    4.melawan ketakutan
    5.mengendalikan mental
    6.mengenali ketakutan anda dan
    7.mengubah rasa takut

    Balas

    • norma07dp
      Mar 07, 2013 @ 19:01:01

      Yah, benar banget….
      menghilangkan rasa takut itu tidak semudah yg kita pikirkan…
      melawan rasa takut itu dilakukan secara perlahan-lahan…semuax akan baik-baik saja.

      trima udah sharing jg di sini…

      Balas

  2. kursus privat jember
    Des 26, 2014 @ 18:14:57

    Mantap, artikel2nya menarik dan sangat bermanfaat gan. Salam kenal 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: