Cara Menghadapi Dosen yang Tidak Menyenangkan

Tugas pendidik apa sih? tentu saja mendidik dan mentransfer ilmu. Namun bagaimana mungkin ilmu dapat tertransfer dengan baik, kalau begitu dosen masuk, mood mahasiswa langsung berantakan. Bagaimana mungkin seorang dosen mampu mencetak pendidik yang berkarakter kalau mahasiswa masih menanyakan. Apakah dosen kita tidak pernah diajari psikologi pendidikan minimal pendidikan karakter? Karakter itu tak perlu dilisankan, melainkan cukup diperlihatkan dalam tindakan konkrit.

Seorang dosen harus memiliki 4 kompotensi pendidik yaitu yaitu pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.

Maaf, aku bukan bermaksud mendiskreditkan orang-orang intelektual yang berpendidikan, namun sejujurnya banyak kasus seperti itu dan aku sendiri pernah mengalaminya, atau teman-teman sendiri yang ngaku sendiri. Contohnya saja, dalam satu smester ada dosen yang hanya masuk 2-3 kali pertemuan setelah itu hanya dikasih tugas atau gak sama sekali. Duh, kita sebagai mahasiswa, eh mantan mahasiswa gak sepenuhnya ilmu yang kita dapatkan maksimal bahkan gak ada sama sekali…heheh udah otak kosong kali yah klo gitu… !!hehe..

Gak sepenuhnya mahasiswa mengharapkan nilai A, tapi cukup dengan perwujudan sikap dan tingkah laku yang menyenangkan dalam mengajar, kedisiplinan dan ketegasan dalam menilai para pendidiknya.

Masalah lain yang sudah tidak asing lagi bagi para mahasiswa adalah tugas-tugas yang menumpuk karena saking banyaknya, soal ujian yang terlalu sulit, nilai yang jelek, dsb. Pembicaraan seputar kehidupan kampus juga tidak terlepas dari masalah dosen yang menyebalkan. Tak jarang para mahasiswa merasa tidak puas dengan cara mengajar beberapa dosen di kampus mereka. Walaupun dosen itu sudah bergelar Doktor ataupun Profesor, tapi sebagian dari mereka justru tidak enak dalam mengajar.

 

Inilah beberapa cara untuk mengatasi dosen-dosen yang tidak menyenangkan pada semester baru nanti ya…

  1. Jika kamu masih punya waktu untuk mengganti kelas yang diajar dengan dosen yang tidak menyenangkan, segeralah urus pergantian kelas itu. Selain itu, mungkin kamu dapat menunda mengambil kelas tersebut hingga semester berikutnya dengan kemungkinan dosen yang berbeda.
  2. Jika kamu telat menyadari bahwa yang akan mengajarmu pada semester baru nanti adalah dosen yang tidak menyenangkan, cara lainnya adalah menumpang di kelas temanmu dengan mata kuliah yang sama (asalkan dosennya berbeda)
  3. Mintalah bantuan teman untuk mengajarimu materi mata kuliah tersebut. Meski tidak dapat belajar di kelas, kamu bisa minta bantuan dengan teman yang menguasai mata kuliah tersebut untuk membimbingmu. Langkah ini dapat dilakukan jika kamu terpaksa harus mengikuti kelas yang tidak nyaman itu karena kamu tidak punya kesempatan melakukan cara 1 dan 2 seperti di atas.
  4. Memang rasanya sangat menyiksa ketika terpaksa mengikuti kuliah dengan dosen yang tidak kamu suka. Tapi, daripada pusing memikirkan cara untuk menyingkirkannya atau ganti kelas, lebih baik kamu terima situasi itu dan fokuskan dirimu hanya kepada mata kuliahnya, bukan kepada si dosen, dan bertahanlah hanya untuk 6 bulan ke depan.
  5. Langkah yang paling ekstrim adalah bolos sepanjang perkuliahan dosen tersebut. Ini merupakan langkah nekat sebagai pilihan terakhir. Jika kamu terlambat mengetahui bahwa kelasmu diajar oleh dosen yang tidak menyenangkan dan tidak ada pilihan lain, terpaksa kamu biarkan kelas itu berlalu begitu saja tanpa satu pun absen kehadiran. Akibatnya, kamu akan mendapatkan nilai terburuk dalam transkrip nilaimu.

 

Tipe-tipe Dosen dan Cara Menghadapinya

Buat kamu-kamu yang masih kuliah, coba deh dipelajari tipe-tipe dosen sebagai berikut terus gimana caranya ngehadapinnya :

 1.      Dosen Normal

Dosen yang ini normal-normal aja. Kadang telat, kadang on time. Kalo gak bisa ngajar ngasi kabar dulu. Di kelas juga ngajar aja selayaknya seorang dosen, kadang ngasi quiz dan tugas. Dan ketika waktu ujian, kalo kamu belajarnya yang benar, kamu bisa dapat A, kalo gak belajar lagi ya.. kamu bisa nggak lulus entar!!

 Cara Menghadapi : Belajar aja yang benar, aktif di kelas, jangan keseringan bolos.

 2.      Dosen Killer

 5 Menit sebelum kelas dimulai beliau sudah duduk rapi di mejanya. Proyektor sudah menyala, papan tulis sudah bersih dan spidol sudah siap. Ketika waktunya tiba, kelas pun dimulai. Beliau mulai mengabsen mahasiswa-nya satu persatu. Kamu datang hanya 2 menit setelah absen selesai, tapi tiada ampun bagimu.

 20 menit kelas berjalan, si beliau ini sedang konsentrasi menjelaskan materi kuliah hari ini, semua tampak memperhatikan, dan ada beberapa yang mencatat. Namun tiba-tiba terdengar suara obrolan di belakang. Teguran keras dan ancaman langsung keluar dari mulutnya. Dan ternyata, ada mahasiswa yang tidur! Betapa besar nyalinya. Beliau pun membangunkan mahasiswa tersebut, dan membombardirnya dengan beberapa pertanyaan sulit. Sang mahasiswa yang masih setengah sadar hanya bisa terdiam, dan beliau pun langsung mengusirnya sambil menyuruhnya untuk cuci muka. Kuliah pun berjalan kembali, semua mata tertuju ke depan, ketakutan.

Beberapa minggu kemudian, nilai ujian pun keluar. Kamu sudah belajar keras untuk mendapatkan nilai bagus di kelas ini, sampai-sampai kamu begadang semalaman. Ternyata, nilai kamu C. Selamat ya. Udah bisa lulus aja untung kalo sama dosen yang ini.

 Cara Menghadapi : Banyak-banyak berdoa dan belajar. Jangan banyak tingkah, dan tinggalkan kehidupan sosial dan percintaan selama masa ujian.

 3.      Dosen Tua

Dosen-dosen tua biasanya memiliki pengetahuan yang mendalam dalam bidang studinya, dan juga mempunyai segudang pengalaman untuk dibagi. Karena sudah tua, biasanya mereka gak aneh-aneh waktu ngajar. Dan biasanya kelas berakhir sebelum waktunya karena dosen tua lebih cepat lelah. Mereka juga cenderung tidak pelit dalam hal memberi nilai.

Kelemahannya hanya 1, karena mereka sudah tua, biasanya gaptek. Kalo ngajar masih pake OHP atau slide manual, dan kalaupun bisa pake komputer, nyalainnya bisa 15 menit sendiri.

 Cara Menghadapi : Cari mukalah dengan cara membantu menyalakan komputer.

 4.      Dosen Nyentrik

 Dosen nyentrik ini biasanya yang paling diingat sama mahasiswanya, karena mereka punya ciri khas yang sangat aneh, baik itu kelakuan atau penampilannya.

Cara Menghadapi : Pelajari gerak gerik dan ciri khasnya. Gunakan informasi tersebut untuk keuntungan kamu.

5.       Dosen Gaib

Dosen-dosen gaib itu biasanya punya kerjaan selain ngajar di kampus, dan cuma ke kampus kalo mau ngajar. Gak banyak yang kenal mukanya, soalnya emang jarang keliatan sih.

 Hari pertama kelas, datangnya telat. Habis itu cuma bagiin silabus dan ngejelasin apa yang bakal dipelajarin di kuliah ini secara singkat, dan kelas pun berakhir setelah hanya satu jam. Minggu-minggu setelahnya, kadang datang kadang tidak. Waktu gak datang, nggak ada kabar dan gak jelas bakal ada kelas pengganti atau gak. Palingan si asistennya aja yang gantiin atau ngasi tugas.

Waktu ujian tiba, kamu pun belajar seadanya dari buku, karena sebenarnya kamu dan teman-teman gak ngerti-ngerti amat sama mata kuliah ini gara-gara dosennya gaib. Dan setelah nilai keluar, kamu pun bingung kenapa nilai kamu segitu. Benar-benar gaib.

Cara Menghadapi : Dosen ini gaib seperti ninja. Kamu harus waspada, buka mata dan telinga untuk serangan tiba-tiba.

 6.      Dosen Baik

Defisini dosen baik itu singkat, padat dan jelas : Dosen yang tidak macam-macam dan memberi kamu nilai A.

Cara Menghadapi : Jangan ngelunjak mentang-mentang dosennya baik.

Berbagai Sumber

 

 

 

1 Komentar (+add yours?)

  1. affanibnu
    Agu 21, 2012 @ 16:28:29

    wkwkw.. saya jadi kembali ingat dosen2 saya ketika kuliah dulu.. 😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: