Maraknya CyberBully di Jejaring Sosial, Bagaimana Cara Pencegahannya?

Maraknya CyberBully di Jejaring Sosial, Bagaimana Cara Pencegahannya?? Anda Berpeluang Besar Menjadi Korban Selanjutnya!!

CyberBullying

Apa itu Cyber Bullying?

Cyber bullying adalah penggunaan Internet dan teknologi yang terkait untuk menyakiti orang lain, dengan cara sengaja diulang, dan bermusuhan.

Cyber bullying adalah segala bentuk “kekerasan” yang dialami anak dan dilakukan oleh sesama/seusia mereka melalui media cyber/internet.

Cyber bullying dianggap valid bila pelaku dan korban berusia di bawah 18 tahun dan secara hukum belum dianggap dewasa. Bila salah satu pihak yang terlibat (atau keduanya) sudah berusia di atas 18 tahun, maka kasus yang terjadi akan dikategorikan sebagai cyber crime atau cyber stalking (sering juga disebut cyber harassment).

Cyberbully, atau penghinaan di dunia maya kini makin sering terjadi. Seperti yang dialami gadis 14 tahun asal Italia yang bunuh diri karena menjadi korban cyberbully di facebook.  Akhirnya Facebook dituntut.  Juga seperti yang dialami Widya Sri Rahayu (15), warga Kampung/Kelurahan Sirnagalih Kecamatan Indihiang yang dicatut namanya dan nomor teleponya dalam iklan Masjid Agung Kota Tasikmalaya yang dimuat dalam situs tokobagus.com.  Bukan tidak mungkin kelak kita atau orang terdekat kita mengalaminya sendiri.

Cyberbully merupakan aksi di mana pelaku bertindak di luar batas kepada orang lain dengan cara mengirim atau memposting materi yang dapat merusak kredibilitas, menghina atau melakukan serangan sosial dalam berbagai bentuk. Serangan dilakukan dengan memanfaatkan internet atau teknologi digital, bisa berupa SMS, e-mail, Facebook, Twitter, chatroom dan sebagainya.

Cyberbully, seperti yang kita ketahui adalah tindakan yang tidak menyenangkan yang dilakukan seseorang terhadap orang lain untuk memojokkan, menjatuhkan pamor, mencemarkan nama baik, atau sekedar untuk membuat korban tertekan secara mental. Dengan semakin maraknya jejaring sosial, maka media untuk melakukan cyberbully pun semakin terbuka luas. Pelaku umumnya merasa bully jenis ini lebih aman, karena tidak perlu melihat secara langsung dampak yang diderita korban.

Ini bukan hal baru sebenarnya di dunia maya. Sejak jejaring sosial marak digunakan tahun 2004, kasus cyber bullying mulai bermunculan. Seperti halnya pembajakan akun twitter pejabat pemerintahan Indonesia yang sering mencuat di media massa. Para pengguna jejaring sosial sebaiknya tidak memasukan identitas secara menyeluruh untuk meminimalisasi pe­nyalahgunaan orang lain. Pe­ma­haman tentang fungsi dan cara kerja jejaring sosial tersebut sangat diperlukan.

Dunia maya itu bukan hanya jejaring sosial saja. Ketika kita memiliki akun jejaring sosial juga harus dipahami benar supaya tidak disalahgunakan oleh orang lain. Untuk itu pemahaman penggunaan internet secara sehat juga perlu dilakukan.
Jejaring sosial facebook pun sebenarnya bisa diproteksi agar identitas penting tidak bisa diakses oleh siapa saja. Termasuk menyortir siapa yang ditambahkan menjadi teman. Seringkali ada yang meminta pertemanan dari orang yang tidak kita kenal. Pe­nyortiran itu penting supaya bisa diketahui langsung.

Penyebab terjadinya cyberbullying bisa jadi karena adanya dendam, kemarahan atau perasaan frustasi. Bisa juga karena pelaku memang tidak punya kerjaan, sedangkan ‘mainan’ berbau teknologi banyak tersedia di sekeliling mereka jadinya iseng dan ingin mencari keributan. Biasa jadi, pelaku adalah orang-orang yang di kehidupan nyatanya termasuk golongan ‘tidak dianggap’ atau tidak punya kekuatan, dengan melakukan cyberbully mereka merasakan bagaimana rasanya jadi “orang yang berkuasa”. Hal yang sangat membahayakan dari cyberbully adalah, orang bisa merasa terlindung di balik anonimitas tersebut.

Meski kita selalu berusaha berbuat baik pada semua teman-teman di dunia maya, namun cyberbully bisa terjadi begitu saja di luar kontrol.

Apa yang harus dilakukan jika kita menjadi korban cyberbully? Nah, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan :

  •  Memahami Dunia Cyber

Hal ini penting dilakukan untuk bisa mengetahui dunia seperti apa yang dijalani dalam dunia teknologi sekarang ini. Memahami dunia cyber bagi orang tua maupun pihak lain tak akan terlepas dari komputer, internet, dan perangkat teknologi canggih lainnya yang kian hari kian marak. Dengan mengetahui seluk-beluk dunia cyber setidaknya kita akan lebih bisa memahami bagaimana kondisi si korban pelaku cyberbully, dengan begitu kita pun bisa merancang langkah-langkah terbaik untuk ‘menyembuhkan’ korban dan ‘memulihkan’ untuk ,mengembalikan kondisi psikis dan mentalnya seperti semula.

  • Jangan Asal Konfimasi

Banyak orang terutama para remaja nih ya, yang suka banget asal confirm permintaan pertemanan di media sosial, khususnya Facebook. Ceritanya, biar temennya banyak, biar keliatan gaul getoh. Iya kan? Lebih baik, pastikan itu orang yang kita confirm, kita kenal, atau paling tidak kita tau orangnya. Berdasarkan pengalaman, jangan hanya confirm orang berdasarkan mutual friend. Kalau gak kenal, mendingan jangan di confirm, kalau kamu enggak mau kena bully.

  • Jangan Merespon

Para pelaku bullying selalu menunggu-nunggu reaksi korban. Untuk itu, jangan terpancing untuk merespon aksi pelaku agar mereka tidak lantas merasa diperhatikan. Jangan pula membalas aksi pelaku. Membalas apa yang dilakukan pelaku cyberbullying akan membuat Anda ikut menjadi pelaku dan makin menyuburkan aksi tak menyenangkan ini.

  • Simpan Semua Bukti

Oleh karena aksi cyberbully berlangsung di media digital, segera capture dan simpan pesan, gambar atau materi pengganggu lainnya yang dikirim pelaku. Lalu jadikan sebagai barang bukti saat melapor ke pihak-pihak yang bisa membantu.

  • Putuskan Komunikasi

Blok akun si pelaku cyberbully. Dengan begitu mereka tidak akan dapat meneruskan serangannya. Kalaupun kita diserang, tidak perlu kita ketahui. Dengan begitu kita bisa menenangkan diri tanpa perlu diganggu lagi. Jika si pelaku cyberbully tahu usahanya sia-sia, maka ia akan menghentikan aksinya. Mungkin dia akan menggunakan akun lain untuk meneruskan serangan, tapi setidaknya kita bisa lebih waspada.

  • Ajukan Keluhan

Ada fitur “report abuse” pada Facebook dan Twitter, ini dapat membuat si akun pem-bully terblokir. Atau minta bantuan teman-teman untuk bersama-sama mengklik tombol “report as spam” pada Twitter agar si pelaku di-deaktivasi oleh admin Twitter. Jika serangan datang melalui email, kita dapat melaporkannya ke penyedia layanan tempat si pelaku cyberbully mengakses Internet.

  • Ambil Tindakan Hukum

Jika si pelaku cyberbully sudah berlaku lebih jauh lagi dengan meneruskan serangan dan menjelekkan di forum publik, jangan takut untuk mengambil jalur hukum. Hubungi teman atau orang yang memahami aspek hukum, dan coba bicara dengan mereka, tindakan apa yang tepat.

  • Memilih Nama User yang Sopan

Hindari membuat username yang menarik perhatian atau yang mengundang penasaran orang lain. Nama-nama yang mengasosiasikan jenis kelamin sehingga menarik perhatian lawan jenis.

  • Menga-upload Foto Yang Sopan Pula

Jangan memajang gambar atau foto dengan pose yang seksi dan merangsang lawan jenis. Memajang foto orang lain yang bukan menjadi milik kita juga bukan hal yang disarankan. Gambar-gambar atau foto yang menarik perhatian ini akan mendorong seseorang untuk menjadi target kejahatan seksual.

  • Jangan Mudah Tergiur dengan Hadiah

Tawaran hadiah dan ajakan untuk bertemu harus ditolak, jika kamu belum benar-benar mengenal pelaku tersebut. Rata-rata korban dijerat dengan iming-iming hadiah misalkan kado ulang tahun atau sejenisnya, setelah sebelumnya korban dimintai alamat sekolah atau rumahnya.

  • Jadi Orang Jangan Mudah Tergoda

Jangan mudah terpancing atau merespon aksi pelaku, karena pelaku bullying selalu menunggu-nunggu reaksi korban. Reaksi ini termasuk ketika kamu membalas apa yang dilakukan oleh pelaku cyberbullying.

  • Mengutamakan Setting Privasi

Jika materi pengganggu muncul dalam bentuk pesan instan atau komentar profil, gunakan tool preferences/privasi untuk memblok pelaku. Jika tindakan cyberbullying terjadi saat chatting, segera tinggalkan chatroom.

  • Jangan Terlalu Polos dan Blak-Blakan

Jangan terpancing untuk membicarakan atau bergosip mengenai orang lain. Pelaku dapat mendapatkan bahan untuk tindakan cyberbullying dengan mengetahui karakter seseorang dari obrolanya.

  • Budayakan Saling Menolong

Jika kamu mendapati seorang teman yang kamu rasa sedang masuk dalam jebakan pelaku cyberbullying, bantu temanmu itu untuk menenangkan diri dan segera menghindar. Jika kamu yakin tindakan yang dilakukan pelaku cyberbullying terhadap teman kamu, kamu dapat langsung meminta kepada pelaku  untuk menghentikan aksinya.

  • Ceritakan Ke Orang Dekat

Jika kamu mencurigai adanya cyberbullying, segera laporkan kepada orang yang sudah berpengalaman. Misalkan kamu seorang siswa sekolah, segera laporkan tindakan yang kamu curigai sebagai cyberbullying tersebut kepada Guru maupun tenaga konseling atau pembimbing IT.

  • Selesaikan Dengan Cara Yang Baik dan Dewasa

Kalau ada masalah dengan seseorang, tidak menyukai seseorang, lebih baik selesaikan secara langsung, person-to-person. Jangan justru pakai cara cyberbullying. Itu sama sekali bukan tindakan yang jantan, keren, dan sangat-sangat tidak efektif.

  • Men-nonaktifkan Aktivitas di Internet untuk Sementara Waktu                   

Masa vakum ini bisa digunakan sebagai sebuah terapi untuk mengurangi atau menghilangkan trauma yang dialami anak korban cyberbully. Perlu menonaktifkan akunnya di jejaring sosial atau web tertentu yang menjadi penyebab dirinya mengalami kasus cyberbully. Aksi diam dan tidak melayani gangguan-gangguan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab adalah sebuah langkah awal yang harus dilakukan, karena dunia cyber tidak menuntut penggunanya untuk bertemu tatap muka. Dengan mengalihkan perhatiannya pada hal-hal dan kesibukan lain yang tidak bersinggungan langsung dengan dunia cyber akan membuat beban menjadi lebih berkurang.

  •  Beralih ke Situs Lain Yang lebih Bermanfaat

Manfaaat internet bukan hanya untuk pertemanan atau media untuk kumpul-kumpul dan ngobrol dengan komunitas atau kelompoknya. Masih banyak manfaat lain yang dapat diperoleh dari teknologi saat ini, seperti misalnya mengunjungi situs-situs yang memberikan banyak informasi yang lebih bermanfaat.  Seperti Situs Pada Blog Ini, hehehe…(Promosi). Silahkan Kunjungi bila Anda Ingin Mendapatkan Informasi yang bisa memberikan banyak manfaat.

  •  Evaluasi Diri

Setelah puas menangis dan mengungkapkan kekesalan, coba evaluasi diri kita. Siapa tahu ternyata semua yang dituduhkan teman-teman di sosial media ada benarnya. Pahit memang, dengan ejekan dan sindiran itu, kita jadi belajar untuk memerbaiki diri menjadi lebih baik dan lebih kuat. Tapi kalau ternyata semua ejekan itu hanya bualan semata, yah udah, jangan terlalu dipikirkan. Semakin kita membalas, para pem-bully itu justru semakin bahagia.

  • Yang Lebih Penting, Pendekatan Yang Lebih Kepada Tuhan

Kunci dari penyembuhan mental dari korban cyberbully adalah memperkuat pertahanan imannya. Untuk mencapai keberhasilan dalam langkah ini, tentu pihak keluarga, orang tua maupun orang-orang terdekatnya memiliki peranan penting yang lebih besar karena ajaran agama bukanlah sekedar teori, penerapannyalah yang lebih penting untuk membentuk karakter positif pada korban bully tersebut. Tanamkan pada korban agar tanamkan sikap untuk tidak mendendam, dan suka memaafkan.

 

Jenis-Jenis dan Perilaku Bullying

a.       Flame War

Dapat terjadi di milis atau online forum, berupa perdebatan yang tidak esensial atau penyanggahan tanpa dasar yang kuat dengan menggunakan bahasa kasar dan menghina.

b.      Gangguan (Harassment)

Berulang kali posting diforum atau mengirimkan pesan tidak pantas melalui email.

Mengirim spam e-mail degan jumlah belasan hingga ratusan email per-hari.

Bullying dapat juga terjadi dilingkungan mana saja dimana terjadi interaksi sosial antar manusia, antara lain:

1.    Sekolah (School bullying)

2.   Tempat Kerja (Workplace bullying)

3.    Melalui medium internet dan teknologi digital (Cyberbullying)

4.    Lingkungan Politik (Political bullying)

5.    Lingkungan Militer (Military bullying), dan

6.    Dalam Perpeloncoan.

Bullying, tidak bisa terjadi dalam lingkup sosial-ekonomi dan dalam interaksi manusia dengan lingkungan alam.

       Perilaku bullying antara lain :

a.  Kekerasan fisik (mendorong, menendang, memukul, menampar).

b. Secara verbal (Misalnya panggilan yang bersifat mengejek atau celaan).

c.  Secara mental (mengancam, intimidasi, pemerasan, pemalakan).

d.  Secara sosial, misalnya menghasut dan mengucilkan.

Kenapa Orang Melakukan CyberBullying?

          Motivasi sesorang melakukan cyberbullying diantaranya adalah:

• Marah, sakit hati, balas dendam atau karena frustasi.

• Haus kekuasaan dengan menonjolkan ego dan menyakiti orang lain.

• Merasa bosan dan memiliki kepandaian melakukan hacking.

• Untuk hiburan, mentertawakan atau mendapatkan reaksi.

• Ketidaksengajaan, misalnya berupa reaksi/komentar impulsif dan emosional.

Upaya Preventif

Cara terbaik menghadapi dan mengurangi resiko cyberbullying adalah dengan upaya pencegahan dari sejak awal. Sadarilah bahwa kehadiran online (punya alamat email,online profile, posting di milis atau forum, menulis di blog atau website) pada dasarnya seperti kita berada ditempat umum. Dengan kata lain, kita harus pandai-pandai menjaga diri dalam citra diri dan citra yang berkaitan dengan kita (misalnya sebagai orang indonesia), keamanan data pribadi yang bersifat sensitif, dan memperhatikan azas manfaat untuk diri sendiri maupun orang lain. Jagalah keamanan detail pribadi seperti nomor ponsel, alamat email, password,nomor pin, nama, alamat rumah, nama sekolah, tempat kerja, nama keluarga atau nama teman. Informasi tersebut bisa digunakan orang yang tidak bertanggung jawab di internet. Jangan memberitahukan password kepada teman anda, dia mungkin saja memberitahukannya kepada orang lain. Hindari menuliskan nomor ponsel, password, alamat email di selembar kertas, karena kalau hilang, orang lain jadi mengetahui. Jika anda menggunakan komputer umum di warnet, sekolahan, atau diperpustakaan, jangan lupa logout dan meng-clear private data sebelum pergi (Jika anda menggunakan Mozila Firefox pilihTools —> klik Clear Private Data).

Pengaruh Cyberbullying Terhadap Individu dan Organisasi

Korban bullying pada umumnya mengalami masalah kesehatan secara fisik dan mental.

Gejala Fisik: Selera makan hilang, sulit tidur/gangguan tidur, keluhan masalah kulit, pencernaan dan jantung berdebar-debar.

Gejala Psikologis: Gelisah, depresi, Kelelahan, rasa harga diri berkurang, sulit konsentrasi, murung, menyalahkan diri sendiri, gampang marah, hingga pemikiran bunuh diri. Berdasarkan riset dan wawancara, menyaksikan atau berada didekat korban cyberbullying sama stres-nya dengan korban bullying. Selain itu, mereka tidak berani bertindak karena khawatir akan menjadi korban bullying juga. Adanya rasa ketidakberdayaan dan emosional negatif diantara pegawai tersebut akan berdampak kegagalan memberikan kontribusi kemampuan kerja terbaik, tidak memberikan ide ekstra atau feedback dalam menghadapi masalah-masalah organisasi. Pergantian staf yang keluar akibat bullying, peningkatan ketidakhadiran karena sakit, penurunan produktifitas, pengusutan atas perlakuan buruk dan potensi penuntutan secara hukum atau proses pengadilan jelas pada akhirnya akan merugikan organisasi.

 

Contoh Perilaku Bullying:

1.      Bullying di Sekolah

Berdasarkan penelitian Bernstein dan Watson (1997) disimpulkan bahwa karakteristik eksternal korban sasaran tindakan bullying adalah cenderung lebih kecil atau lebih lemah daripada teman sebayanya. Sementara berdasarkan penelitian di indonesia disimpulkan bahwa “jika subjek menghargai dirinya dengan baik maka ia dapat menghindari dirinya dari dampak tindakan bullying. Menurut Mega Ayu Septriana dan rekan, Fakultas Psikologi. Universitas Gunadarma ada beberapa faktor yang berpengaruh, diantaranya:

Faktor-faktor berikut, juga berpotensi menjadi sasaran tindakan bullying:

– Siswa baru disekolah.

– Latar belakang sosial-ekonomi.

– Latar belakang budaya atau agama.

– Warna Kulit atau warna rambut.

– Faktor Intelektual.

Gejala Siswa yang Menjadi Korban Bullying:

·         Mengalami luka (berdarah, memar, goresan).

·         Sakit kepala/sakit perut.

·         Barang miliknya mengalami kerusakan.

·         Tidak mau pergi ke sekolah, merubah rute pergi ke sekolah.

·         Prestasi akademiknya menurun.

·         Menarik diri dari pergaulan atau merasa malu.

·         Tidak mau berpartisipasi lagi dalam kegiatan yang biasanya disukainya.

·         Gelisah, muram, dan menjadi agresif dengan melakukan bullying kepada saudara kandung.

·         Mengancam atau mencoba melakukan bunuh diri.

 

Strategi Pencegahan

Berdasarkan faktor-faktor tersebut di atas, dapat kita siapkan cara untuk mengurangi kemungkinan atau pencegahan agar tidak menjadi sasaran tindakan bullying. Pertama, bantulah anak kecil dan remaja menumbuhkan Self-esteem (harga diri) yang baik. Anak ber-Self esteem baik akan bersikap dan berpikir positif, menghargai dirinya sendiri, menghargai orang lain, percaya diri, optimis, dan berani mengatakan haknya. Kedua, mempunyai banyak teman. Bergabung dengan group berkegiatan positif atau berteman dengan siswa yang sendirian. Ketiga, kembangkan ketrampilan sosial untuk menghadapi bullying, baik sebagai sasaran atau sebagai bystander (saksi), dan bagaimana mencari bantuan jika mendapat perlakuan bullying

Strategi Menghadapi Bully di Sekolah

Pelajar perlu memahami, bahwa pelaku bullying (bully) biasanya ingin melihat targetnya menjadi emosi. Jadi sangat penting untuk bersikap tetap tenang dan jangan membuat bully senang karena bisa membuat korbannya marah. Di bawah ini daftar contoh bagaimana menghadapi bully :

a.       Periksalah bagaimana cara bersikap. Jalan menunduk dan gelisah menunjukkan tidakpercaya diri. Berjalanlah secara tegak dan percaya diri. Pelaku bullying memilih orangyang mereka pikir tidak percaya diri dan takut terhadap mereka.

b.      Bergabunglah dengan group atau bertemanlah dengan siswa yang sendirian. Janganmembawa barang mahal atau banyak uang ke sekolah. Pelaku bullying memilih anakyang membawa sesuatu yang bisa mereka ambil.

c.       Hindari pelaku bullying. Jika tahu siapa yang tidak menyukai kamu, jauhi mereka,Pergilah ke sekolah lebih dulu atau ambil jalan lain ke sekolah dan jangan sendirian.Jangan melawan atau marah sehingga membuat situasi menjadi semakin lebih buruk.

d.      Cobalah menarik diri dari situasi secara tenang. Pelaku bullying senang reaksi, jadijangan memberikan reaksi, tetaplah tenang.

e.       Jangan memberi pelaku bullying kekuasaan untuk mengatur kamu. Bullying dapatmembuat korbannya merasa sebagai kesalahan korban sendiri, padahal sama sekali tidak demikian.

Jika pelaku tidak mau pergi/mengikuti, abaikan saja dan pergilah menyingkir. Jangan berdiam diri jika menyaksikan orang lain mendapat perlakuan bullying. Dokumentasikanlah apa yang terjadi secara spesifik (kapan waktunya, kejadian, danbukti fisik) dalam buku harian.

• Apa yang terjadi terhadap kamu dan apa yang kamu lakukan.

• Siapa yang melakukan bullying terhadap kamu, siapa saja yang menyaksikan

   dan apa yang dilakukannya.

• Dimana terjadi dan seberapa sering terjadi. Carilah bantuan. Jangan takut untuk mengatakan     kepada orang dewasa. Bicarakan dengan kepala sekolah untuk mencari tahu apa yang dapat     dilakukan sekolah mengenai situasi bullying.

Dalam kejadian bullying biasanya ada tiga pihak, yaitu pelaku (bully), korban dan orang yang berada di lokasi atau didekat korban (bystander). Pada umumnya bystander merasa tidak nyaman menyaksikan bullying dan jarang melakukan intervensi karena tidak tahu harus berbuat apa, khawatir akan menjadi sasaran, atau khawatir akan membuat keadaan menjadi semakin buruk bagi korban. Padahal menurut penelitian (Hawkins, Pepler, and Craig, 2001), bullying akan berhenti jika ada teman sebaya yang berperan membantu menghentikannya. Jika kita sebagai bystander tidak melakukan apa-apa apalagi memberi semangat kepada pelaku, maka perilaku bullying akan semakin menjadi-jadi. Masalahnya adalah bagaimana menjadi bystander yang aktif secara positif dan aman?

Berikut ini beberapa tips bagi bystander untuk menghentikan perilaku bullying:

1.      Ketahuilah bahwa bullying itu tidak hanya berupa penyerangan secara fisik tapi juga secara lisan, misalnya mengejek.

2.      Bilang sama pelaku untuk berhenti dan jangan mau ikut-ikutan. Kamu bisa mengatakan bahwa melakukan bullying atau ngerjain orang lain itu merupakan  perbuatan salah dan tidak keren.

3.      Bantulah korban menjauhi pelaku, misalnya dengan memanggilnya agar mendekati kamu karena ada keperluan dengannya. Kalau kamu hanya menonton saja, secara tidak langsung kamu memberikan dukungan terhadap bully.

4.      Kalau kamu khawatir turut campur akan membuat keadaan menjadi semakin buruk bagi korban, pergilah cari bantuan teman sebaya atau orang lain yanglebih dewasa untuk menolong korban.

5.      Bertemanlah dengan korban, temani pergi dengannya jika korban merasa ketakutan.

6.      Jangan melawan pelaku dengan cara berkelahi, tidak aman. Lebih baik carilah bantuan orang lain.

7.      Kenalilah lokasi rawan dimana bullying dapat terjadi atau pelakunya nongkrong. Beritahukan kepada petugas yang berwenang di wilayah tersebut agar lebih sering mengawasinya.

 

Hukum tentang Cyberbulying

Apakah pelaku kejahatan di dunia maya seperti cyber bullying dapat ditangkap dan diproses hukum? Sekarang saja Indonesia sudah mendapat complain dari lebih 40 negara yang menjadi korban internet fraud atau penipuan di internet yang dilakukan oleh warga Indonesia. Hukuman di Indonesia untuk kejahatan serius di dunia maya sepertinya kurang member efek jera.Namun demikian, Potensi serius dari kejahatan ini dim as depan membuat divisi cyber crime Kepolisian Republik Indonesia harus terus meningkatkan kualitas layanannya. Selain di jerat dengan pasal hukuman pidana, para penjahat dunia maya ini juga bias dikenai pasal undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronika yang telah disahkan pada tanggal 25 Maret 2008 yang lalu. Dengan demikian mereka yang mengalami kasus cyber bullying bisa dijerat pasal 27, dalm bab perbuatan yang di larang. Mereka yang melanggar bisa dikenakan hukuman pidana hingga lebih dari 5 tahun.

Ada beberapa hal yang harus dihindari saat kita membuat atau memakai jejaring sosial antara lain:

1.  Membuat password yang sederhana dan mudah di tebak (seperti nama pacar, nama anak, tanggal lahir, dan sebagainya).

2.   Memberi password pada orang lain walaupun itu teman dekat  kita sendiri.

3.   Gampang percaya dengan berita atau kabar yang tidak jelas asal usulnya di internet, apalagi jadi ikut-ikutan memforward ke orang lain.

4.   Terlalu lengkap memasang profil atau data diri.

5.  Memasang foto-foto diri anda yang sekiranya anda sendiri tidak merasa nyaman apabila foto-foto tersebut disabar luaskan secara bebas. Sekali foto tersebar mustahil anda dapat menariknya dari internet.

6.   Sembarangan add friend atau approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman.

 

Contoh Kasus Disekolah:

Keluarga korban kadang-kadang merasa bahwa keprihatinan mereka tidak ditanggapi oleh pihak sekolah secara serius. Sehingga keluarga korban melibatkan lembaga bantuan hukum atau pengacara untuk merubah keadaan tersebut. Lembaga bantuan hukum dapat memberikan dukungan terhadap individu yang tidak memiliki kekuasaan dalam menghadapi wewenang pihak sekolah. Pihak pengadilan pun dapat memutuskan bahwa sekolah tidak melakukan hal sebagaimana mestinya dan memberikan ganti rugi/kompensasi terhadap korban yang menderita.

Pasal 80 ayat 1:

“Setiap orang yang melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).”


Waspadalah!!

Sumber : http://cyberbullyingpunyakita.blogspot.com/ dan Berbagai Sumber Lainnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: