Cara Mudah Mengecek Kerusakan Komputer Yang Sering Hang, Restart Sendiri, Blue Screen, Dll

bluescreenBila tanda-tanda penurunan kinerja sebuah Komputer, tentu sangat banyak problem yang pasti sedang mengindikasikan adanya kerusakan pada Software maupun Hardware-nya. Dan salah satu masalah yang sering timbul adalah terjadi Hang, sering restart sendiri bahkan muncul Blue Screen yang sangat menjengkelkan, apabila sedang mengerjakan sesuatu tiba-tiba computer restart sendiri atau Blue Screen.

Terdapat beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan computer sering Hang, Restart sendiri atau Blue Screen, di postingan saya sebelumnya, liat di sini https://norma07dp.wordpress.com/2010/12/18/blue-screen-of-death-bsod/ dan https://norma07dp.wordpress.com/2012/06/27/penyebab-komputer-sering-not-responding/

Berikut cara mengecek langsung pesan kerusakan yang mungkin terjadi pada Motherboard :

(Windows 7)

  • Start
  • Control Panel
  • System and Security
  • Administrative Tools
  • Double klik Windows Memory Diagnostic
  • Komputer akan meng-restart untuk melakukan proses diagnosa pada memory
  • Tunggu informasi yang di sampaikan oleh computer
  • Jika tak ada kerusakan serius pesannya seperti ini, “No problems have been detected yet.” Windows Memory Diagnostic
  • Bila terjadi masalah berarti pesannya kurang lebih seperti ini, “Terdapat masalah pada fisik memory, untuk mengatasi masalah tersebut silahkan hubungi vendor.” Windows Memory Diagnostic1
  • Kemudian Komputer akan restart sendiri untuk back to normal.

Untuk mengetahui lebih banyak kerusakan melalui test pada POST (Power on Self-Test) yaitu tes yang dilakukan oleh computer untuk megnecek fungsi-fungsi komponen pendukung computer apakah bekerja dengan baik. POST ini dilakukan pada saat booting, jika computer mengalami masalah maka akan terdeteksi gejala kesalahannya, computer akan memberikan pesan dan peringatan dalam bentuk suara yang dihasilkan oleh speaker dan tampilan visual monitor.

POST ini memungkinkan pengguna dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan dan menemukan kesalahan sehingga dapat diperbaiki penyimpangan dan kerusakan pada computer. Secara umum proses prosedur yang dilakukan POST terdapat pada semua Motherboard sama.

POST

Berikut proses yang dilakukan POST :

Prosedur POST dilakukan sesaat setelah computer dihidupkan dan mulai booting, proses dilakukan oleh BIOS dengan melakukan :

  • Tes Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan fan pendingin supply
  • Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan kemudian CPU mulai melaksanakan intruksi awal pada ROM BIOS.
  • Pengecekan pada BIOS dan isinya, intruksi awal ROM BIOS melompat ke alamat program POST.
  • Pengecekan terhadap CMOS dan harus bekerja dengan baik, POST diawali dengan membaca data setup atau hardware awal pada RAM CMOS setup sebagai data acuan untuk pengecekan.
  • Melakukan pengecekan CPU, timer, kendali memory akses langsung, memory BUS dan memory Medule.
  • Memory sebesar 16 kb harus tersedia dan dapat dibaca dan ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
  • Pengecekan I/O Controller dan BUS Controller untuk mengontrol proses read/write data termasuk I/O untuk VGA Card yang terhubung dengan monitor/LCD. Jika ada salah satu prosedur POST tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan peringatan yang keluar berupa kode Beep melalui speaker yang terhubung dengan Motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing Motherboard.

 

Pesan dan peringatan kesalahan POST, berupa tampilan performance computer,visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul seperti ini :

  • CPU dan monitor mati, tidak ada beep instalasi fisik ke tegangan listrik AC power 110/220V power supply.
  • CPU hidup, monitor mati , tidak ada beep instalasi kabel data dari VGA card ke monitor.
  • CPU hidup, monitor mati, ada beep disesuaikan dengan beep.
  • Jika tahap POST sudah dilewati maka BIOS meneruskan POST selanjutnya dengan bunyi kode Beep yang ditunjukan dengan BIOS yang digunakan,

beep

  • Berikut kode Beep Award BIOS :
  1. 1 beep pendek = computer dalam keadaan baik
  2. 1 beep panjang = problem di memory
  3. 1 beep panjang, 2 beep pendek = kerusakan di modu; DRAM parity
  4. 1 beep panjang, 3 beep pendek = kerusakan di bagian VGA
  5. Beep terus menerus = kerusakan di modul memory atau memory video
  • Berikut kode Beep AMI BIOS :
  1. Beep pendek = DRAM gagal merefresh
  2. Beep pendek = sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM parity (system memory)
  3. 3 beep pendek = BIOS gagal mengakses memory 64 kb pertama
  4. 4 beep pendek = timer pada system gagal bekerja
  5. 5 beep pendek = motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
  6. 6 beep pendek = controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
  7. 7 beep pendek = video mode error
  8. 8 beep pendek = tes memory VGA gagal
  9. 9 beep pendek = checksum error ROM BIOS bermasalah
  10. 10 beep pendek = CMOS Shutdown read/write mengalami error
  11. 11 beep pendek = chache memory error
  12. 1 beep, 3 beep pendek = Conventional/Extended memory rusak
  13. 1 beep panjang, 8 beep pendek = tes tampilan gambar gagal
  • Berikut kode Beep IBM BIOS:
  1. Tidak ada beep = power supply rusak, card memory/RAM tidak terpasang
  2. 1 beep pendek = normal POST dan computer dalam keadaan baik
  3. Beep terus menerus = power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
  4. Beep pendek berulang-ulang = power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
  5. 1 beep panjang, 1 beep pendek = masalah Motherboard
  6. 1 beep panjang, 2 beep pendek = masalah bagian VGA Card (mono)
  7. 1 beep panjang, 3 beep pendek = masalah abgian VGA CCard (EGA)
  8. 3 beep panjang = keyboard error
  9. 1 beep blank monitor = masalah pada VGA sirkuit

Pada dasarnya computer tertentu menggunakan tone yang sama dengan beep untuk memberikan pesan kesalahan dalam suara. Bisa dilihat dengan pesan teks yang ditampilkan monitor, maka pengguna dapat langsung mengetahuinya.

Masalah kerusakan yang timbul terjadi pada hardware dan software

  1. Pada Hardware : Kerusakan pada Motherboard
  • Kerusakan pada Power Supply (periksa kabel yang terhubung, tombol on/off, tegangan listrik).
  • Kerusakan Motherboard (tidak ada tampilan di monitor/blank, lampu indicator di panel menyala atau berkedip-kedip, kipas power supply tidak mengala, kipas prosesor berputar monitor blank, tidak ada suara beep),
  • Kerusakan pada Harddisk (pada saat computer di nyalakan dan melakukan proses POST muncul peringatan “operating system not found”), computer menyala tapi tidak bisa masuk windows dan harddisk tidak tidak terdeteksi,
  • Kerusakan CD/DVD/ROM/RW dan Floppy Disk (tidak terdeteksi di windows, tidak bisa keluar CD, tidak bisa membaca CD dan Floppy Disk), CPU yang sering Hang (terjadi Backsector, blue screen, terjangkit virus, memory kotor, Fan kotor, Motherboard kotor).
  • Kerusakan VGA dan monitor, computer menyala tapi tidak ada tampilan di monitor, terdengar beep ketika di nyalakan,
  • Kerusakan pada RAM, power supply, tidak bisa masuk windows dan tidak ada bunyi beep,

  1. Pada Software
  • Semua disebabkan oleh virus, file jadi hilang dan rusak,malware4
  • Semua komponen computer masih menyala, namun tidak mau masuk windows/OS,
  • Muncul peringatan “insert system disk”,
  • Muncul system32 mising, filenya hilang dan harus di install ulang OS-nya.
  • Pada loading awal desktop banyak informasi error,
  • Proses loading sangat lambat,
  • Tidak bisa membuka aplikasi,
  • Flashdisk tidak bisa terbaca,
  • Folder option pada explorer tidak bisa di buka,
  • File regedir tidak bisa dieksekusi,
  • dll

Berikut sebagian kecil permasalahan yang sering terjadi :

  • Computer bisa melakukan booting tapi selalu masuk ke boot “safe mode)

Dengan men-restart computer kembali, apabila tidak bisa mengharuskan menginstall ulang OS-nya. Dan masih tetap begitu, maka terjadi kerusakan Harddisk.

Mising

  • Computer sering hang, di sebabkan oleh crash software, dengan menggunakan cara tekan di keyboard “ctrl+alt+del” lalu pada not responding klik end task.
  • Computer tidak mau mengenali mouse dan keyboard, bisa dengan mengecek apakah sudah terpasang dengan benar, pada keyboard bisa dengan menggantinya keyboard eksternal atau port USB-nya diganti dengan port PS2 atau sebaliknya. Pada keyboard tuts tidak berfungsi, keluar bunyi beep panjang pada saat dinyalakan, cursor tidak berjalan dengan stabil atau bergerak sendiri.
  • Mouse pointer meloncat-loncat, biasanya mouse-nya kotor bersihkan atau alas mouse goyang dan tidak rata.
  • Produsen motherboard tidak dikenali, membuka casing dan kemudian cek CPU pada sebuah mainboard terdapat sebuah label produsen, spesifikasi dan tipe-nya kemudian cocokan dengan ID pada mainboard-nya.
  • Password BIOS lupa, pada PC mencabut baterai CMOS pada CPU, atau bisa menebak password default untuk produsen.
  • Settingan tanggal dan jam pada BIOS selalu berubah-berubah, kerusakan disebabkan oleh baterai CMOS yang sudah mati, solusinya mengganti baterai-nya.
  • Processor baru tidak terdeteksi, periksa apakah sudah terpasang dengan baik, mengecek posisi yang benar dengan menggunakan buku paduan manualnya.
  • Terjadi crash dan tidak terdeksi setelah RAM baru terpasang, diakibatkan RAM tidak kompatibel dengan perangkat computer. Coba cabut RAM dan pasang kembali.
  • Virtual RAM bermasalah, dengan membuka virtual memory, caranya klik kanan my computer – properties – tab Performance – klik virtual memory – pilih item let me specify my own virtual memory setting (untuk memilih HD yang akan digunakan sebagai virtual memory) – OK.
  • Tampilan monitor gelap saat Loading Windows, biasanya disebabkan oleh setup driver untuk monitor tidak tepat bisa setingan frekuensinya yang terlalu tinggi, lakukan dengan menginstall ulang driver VGA-nya bisa melalui boot “Safe Mode.”
  • Ukuran tampilan monitor tidak sesuai, masuk ke menu display properties, lalu atur ukuran tampilan sesuai keinginan.
  • Saat digunakan monitor berkedip-kedip, bisa melalui display properties – tab setting – klik advance – klik adapter, untuk refresh tampilan yang diinginkan.
  • Tidak terdeteksi Sound Card yang baru, cek melalui buku manual, apakah untuk memasang sound card yang baru harus mematikan sound on board-nya atau tidak, jika ingin menginstall ulang sound card yang baru, untuk mematikan sound card on board bisa dimatikan dengan menset jumper atau BIOS.
  • Kerusakan LCD Laptop/Notebook, tidak tampilkan gambar, menyala tapi keluar garis-garis vertical, tampak blank hitam, gambar tidak simetris/acak. Silahkan periksa konektor atau soket-soket yang berhubungan dengan monitor.
  • Kerusakan Charger pada laptop, tidak masu ter-charge, tidak ada lampu indicator menyala, laptop di charge posisi hidup malah kemudian mati, dan layar bergerak tidak stabil.
  • Dll

Terkadang dapat terjadi kegagalan pada proses update BIOS, pada motherboard tertentu dapat melakukan backup pada BIOS sehingga dapat melakukan restore apabila terjadi error yang disebabkan oleh gagal update. Bisa dengan mencabut baterai-nya untuk men-reset BIOS, tapi pada tipe motherboard tertentu yang tidak bisa melakukan restore BIOS, solusinya adalah membawanya ke vendor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: