Penyalahgunaan Berbagai Jenis Obat & Cara Menghilangkan Kecanduannya

penyalagunaan obatIni mirip dengan tingkah anak muda jaman sekarang yang katanya pengen dikatain keren, pengen nge-fly, sensasi out of body atau apalah itu. Menggunakan obat dengan minuman keras yang dicampur sebagai oplosan. Ini benar lho, saya sering mendapati banyak sekali bekas bungkusan salah satu obat flu dan batuk di tempat wisata yang sering mereka kunjungi. Inilah akibatnya kurangnya pendidikan mental dan kurang pedulinya sistem keamanan setempat. Menjadikan hal-hal seperti ini terabaikan, padahal sangat membahayakan nyawa bagi mereka yang menyalahgunakan dalam jumlah yang besar dan jangka panjang.

Intinya jangan pernah mencoba, saya bukan memberikan contoh di sini ya, tapi untuk memberikan pengetahuan demi keselamatan kita bersama.

Waspadalah!!

Inilah berbagai jenis obat yang disalahgunakan bisa membuat Kecanduan :

  1. Obat Batuk Dextromethorphan (untuk mabuk)

obat flu

Dextromethorphan atau sering di singkat Dextro / DMP, adalah obat batuk “over the counter” (OTC) yang disetujui penggunaannya pertama kali pada tahun 1958. OTC artinya dapat di beli secara bebas, tanpa resep. Walaupun demikian, obat ini hanya boleh dijualdi toko obat berizin.

DMP atau Dextromethorphan Hydrobromide adalah senyawa sintetik yang terkandung dalam berbagai jenis obat batuk yang bersifat antitussive untuk meredam batuk. Ciri khas obat batuk yang mengandung DMP ini biasanya di beri label “DM”. Meskipun ada dalam bentuk murni, DMP biasanya berupa bentuk kombinasi. Artinya, dalam satu tablet, selain DMP juga terdapat obat lain seperti parasetamol (anti nyeri anti demam), CTM (anti histamin), psuedoefedrin/fenil propanolamin (dekongestan), atau guafenesin.

Manfaat utama DMP adalah menekan batuk akibat iritasi tenggorokan dan saluran napas bronkhial, terutama pada kasus batuk pilek. Obat ini bekerja sentral, yaitu pada pusat batuk di otak. Caranya dengan menaikkan ambang batas rangsang batuk. Sebagai catatan, beberapa obat batuk lain bekerja langsung di saluran napas. Untuk mengusir batuk, dosis yang di anjurkan adalah 15 mg sampai 30 mg yang d imi num 3 kali sehari . Dengan dosis sebesar ini, DMP relatif aman dan efek samping jarang terjadi.

Kenapa obat-obatan batuk dan salesma disalahgunakan oleh remaja-remaja?

Sebelum FDA (Food and Drug Administration) mengganti narcotic codeine dengan dextromethorpan sebagai obat penekan batuk yang dijual bebeas sekitar tahun 1970-an, remaja dengan mudah mendapatkannya untuk disalahgunakan. Bertahun-tahun remaja membuat penemuan bahwa mereka dapat merasakan “high/mabuk” dengan mengkonsumsi obat-obatan bebas yang mengandung dextromethorpan (juga disebut DXM). Ditemukan pada tablet, kapsul, gel, dan lozenges, seperti sirup, dextromethorpan ini terkandung di obat-obatan yang diberi label DM, batuk, penekan batuk atau tuss (mengandung tuss pada nama obatnya).

Obat-obatan yang mengandung dextromethorpan sangat mudah ditemukan dapat dibeli sesuai kantong remaja dan legal. Mendapatkannya sangat mudah, yaitu dengan membeli di tokok obat atau mencari di kotak obat di rumahnya. Dan ditemukan pada obat-obatan bebas, maka remaja mengasumsikan bahwa DXM tidaklah berbahaya.

Perbedaan dulu dan sekarang, meskipun pada media sekarang, menurut US Departement of Health and Human Services Subtance Abuse and Mental Health Service Administration (SAMHSA) yang memonitor hubungan antara obat-obatan dengan kunjungan gawat darurat dan kematian secara luas, tidak ada perubahan secara signifikan pada kunjungan di gawat darurat rumah sakit akibat penyalahgunaan DXM sejak tahun 1994.

Perbedaan antara penyalahgunaan obat batuk dan salesma dari tahun-tahun sebelumnya dengan sekarang adalah remaja sekarang menggunakan internet tidak hanya untuk membeli DXM dalam bubuk murni, tapi juga pelajat untuk disalahgunakan lebih lanjut. Karena mengkonsumsi dalam volume besar dari sirup batuk dapat menyebabkan muntah, maka obat-obatan tersebut diekstrak dari obat batuk dan dijual kembali di internet dalam bentuk tablet yang kemudian ditelan atau bubuk yang dihirup. Bahwa di versi online terdapat kalkulator yang dapat menghitung seberapa besar dikonsumsi sesuai dengan berat badan dan tinggi badan.

Yang terjadi jika remaja mengkonsumsi DXM, meskipun DXM dapat dikonsumsi secara aman pada dosis 15-30 mg untuk menekan batuk, namun pengguna biasanya mengkonsumsi lebih dari 360 mg bahkan lebih. Mengkonsumsi dalam jumlah banyak produk yang mengandung DXM dapat menyebabkan halusinasi, hilang kendali dari kendaraan dan sensasi out of body.

Efek samping yang mungkin terjadi dari penyalahgunaan DXM yaitu kerusakan system saraf, bingung, sulit mengambil keputusan, penglihatan buram, pusing, paranoid, keringat berlebihan, bicara mencerca, muak, muntah, sakit perut, detak jantung yang tidak normal, tekanan darah tinggi, lesuh, mati rasa pada jari tangan dan kaki, pucat, kulit jadi kering dan gatal, hilang kesadaran, demam, kerusakan pada otak dan bahkan sampai kematian. Ketika mengkonsumsi dalam jumlah yang banyak, DMX juga dapat menyebabkan hyperthermia atau demam tinggi.

Obat ini banyak di salahgunakan dan di konsumsi remaja untuk mabuk. Kasus mengkonsumsi obat dosis tinggi jenis Dextro untuk mabuk sudah merambah di daerah daerah, sehingga perlu menjadi perhatian semua pihak termasuk pemilik apotek. Pelajar bisa membeli Dextro karena harganya murah dan sangat mudah di beli di apotek-apotek. Hingga kini, obat dextro bebas beredar di pedalaman, tanpa ada tindakan pengawasan baik dari pemerintah setempat maupun dinas kesehatan.

Penyalahgunaan DMP sering terjadi. Penyebabnya, selain murah, obat ini juga relatif mudah di dapat. Bentuk penyalahgunaannya antara lain adalah konsumsi dalam dosis besar (berpuluh-puluh butir) atau mengkonsumsinya bersama alkohol atau narkoba.
Pada keadaan overdosis, terjadi berbagai macam efek samping. Terjadi stimulasi ringan pada konsumsi sebesar 100-200 mg; euforia dan halusinasi pada dosis 200-400 mg; gangguan penglihatan dan hilangnya koordinasi gerak tubuh pada dos is 300-600 mg, dan terjadi sedasidisosiatif (perasaan bahwa jiwa dan raga berpisah) pada dosis 500-1500 mg.

Gejala lain yang terjadi akibat overdosis DMP adalah bicara kacau, gangguan berjalan, gampang tersinggung, berkeringat, dan bola mata berputar- putar (nistagmus). Penyalahgunaan sediaan kombinasi malah berefek lebih parah. Komplikasi yang timbul dapat berupa peningkatan tekanan darah karena keracunan pseudoefedrin, kerusakan hati karena keracunan parasetamol, gangguan saraf dan sistem kardiovaskuler akibat keracunan CTM. Alkohol atau narkotika lain yang telan bersama DMP dapat meningkatkan efek keracunan dan bahkan menimbulkan kematian.

 

Efek yang disebabkan oleh DXM jika dipakai melebihi dosis yg dianjurkan meliputi :
1. Halusinasi dissociative
2. Gembira (excited) atau kebalikannya
3. Berkeringat banyak
4. Nafas jadi pendek
5. Berada dalam kondisi antara tidur dan sadar
6. Mual dan muntah2
7. Pendengaran yg menjadi seperti berombak2
8. Tekanan darah yg menjadi tinggi
9. Jantung yg berdebar2
10. Amnesia
11. Tidak bisa mengenal kata2 dan objek yg terlihat
12. Paranoid dan merasakan seperti akan mati
13. Koma bahkan kematian

Untuk menghilangkan kecanduan bagi sebagian orang sulit untuk menghilangkannya, karena membutuhkan kesabaran dan kemauan keras untuk menjalankannya. Memang kecanduan tidak bisa di hilangkan 100%( seratus persen), tapi bila ada kemauan yang kuat pasti bisa dihilangkan 100 %, pada intinya untuk menghilangkan kecanduan adalah dengan membuat kita kecanduan dengan hal yang lain. Artinya kecanduan memang tidak dapat dihilangkan, tapi dapat dialihkan.

Ini bisa dilakukan untuk mengalihkan kecanduan itu :

  1. Pilihlah pengganti candu yang ingin dihilangkan menjadi kecanduan terhadap sesuatu yang positif.
  2. Jangan menyelingi candu yang ingin kita hilangkan dengan pengalih yang kita lakukan karena akan lebih menambah candu kita terhadap sesuatu.
  3. Memilih pengganti candu dengan hal-hal yang positif, misalnya dengan belajar,olah raga, travelling.
  4. Kemauan yang keras untuk menghilangkannya, cukup step by step untuk bisa menginginkan rasa candu itu kembali.

  1. Obat Demam PARACETAMOL (untuk pemberi rasa tenang)

 

Obat demam atau panas yang tergolong populer adalah paracetamol atau acetaminophen. Obat ini tergolong antipyretic (penurun panas), dan analgesic (penghilang rasa sakit). Untuk dewasa biasanya 500 mg per tablet, 3x sehari jika perlu. Jangan sampai meminumnya lebih dari satu tablet sekali minum, dan tentunya sebaiknya sesuai dengan anjuran dosisnya (jika 3x sehari artinya diminum setiap 6-8 jam).

Paracetamol ini muncul dalam berbagai kemasan obat dengan merek yang berbeda-beda (silakan diteliti di label kemasan obat) baik pada obat penurun panas, maupun sebagian obat batuk, atau flu. Jika anda sudah mengkonsumsi paracetamol, pastikan anda tidak mengkonsumsi obat batuk atau flu yang juga mengandung paracetamol.

Selain paracetamol, terdapat juga golongan senyawa obat lain yang juga bisa berfungsi menurunkan panas yakni dari golongan anti-radang non-steroid (NSAIDs, Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs). Contoh obat-obatan golongan ini adalah dari jenis salicylates ( seperti : acetyl salicylic acid atau aspirin, sodium salicylate, choline salicylate, dll), ibuprofen, ketoprofen, naproxen. Obat jenis ini juga berfungsi menghilangkan rasa sakit (terutama akibat peradangan).

Tak ada obat yang dikatakan tepat untuk menyembuhkan pilek dan flu. Obat-obatan yang ada lebih bersifat mengurangi gejala-gejala tak nyaman sebagaimana disebutkan di atas. Khusus untuk flu saat ini ada obat yang memang bersifat menyerang virus penyebab flu seperti Tamiflu, Relenza; akan tetapi digunakan hanya bila dirasa perlu dan harus atas resep dokter. Pilek atau flu yang relatif biasa akan hilang sendiri (melemah) dalam beberapa hari terutama jika diiringi dengan istirahat yang banyak, banyak minum air, dan bantuan suplemen dan vitamin.

Paracetamol pada saat ini sering disalahgunakan oleh kalangan remaja menjadi obat yang memberikan rasa tenang (seperti narkotik). Karena penjualan obat yang sekarang sangat bebas serta apotik dimana – mana dan tanpa pengawasan yang ketat, bermacam obat pereda demam seperti paracetamol ini juga sering disalahgunakan oleh kalangan remaja maupun dewasa.

  1. Obat Nyeri Otot SOMADRIL (untuk mabuk)

 

Obat somadril yang fungsinya untuk mengatasi penyakit nyeri otot, nyeri sendi, serta rematik, dan telah lama beredar di sejumlah warung-warung yang menjual obat, diduga sering disalahgunakan untuk kepentingan teler atau mabuk para pembelinya.

  1. Obat Maag (MISOPROSTOL) CYTOTEC (untuk penggugur kandungan)

 

Misoprostol yang efektif digunakan mencegah penyakit maag dan radang lambung, belakangan ini semakin banyak disalahgunakan untuk menggugurkan kandungan. Para pelaku aborsi kini semakin ‘ngotot’ memburu cytotec, salah satu obat yang mengandung misoprostol.

Cytotec sebetulnya untuk mengobati maag dan dilarang keras digunakan untuk perempuan hamil dan ibu menyusui, demikian menurut sumber BKKBN. Dari hasil temuan di lapangan, ternyata diketahui bahwa penggunaan misoprostol saat ini semakin popular di kalangan anak muda, meskipun beberapa kali petugas BPOM (Balai Pengawasan Obat dan Makanan) dan Dinas Kesehatan merazia serta melakukan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan obat ini.

Para pelaku aborsi konon memperoleh obat ini secara diam-diam, rahasia, baik di apotek, klinik, maupun sales penjual obat. Meski mereka sudah tahu bahwa membeli obat tersebut harus memakai resep dokter, ternyata banyak di antara mereka yang memperoleh obat ini dengan mudah, asal berani menebusnya dengan harga tarif tinggi.

Para penjual obat illegal menjual obat ini kepada pelaku dengan harga pertabletnya 50 ribu sampai 80 ribu. Seharusnya apotek tidak melayani penjualan obat ini tanpa resep dokter, karena sangat berbahaya. Pelaku aborsi bisa mengalami pendarahan terus menerus. Kalau pendarahan terjadi tanpa bisa dicegah, bisa saja pelaku aborsi meregang nyawa, meninggal dunia.

Setiap apotek dan rumah sakit mempunyai plafon (batas maksimal) pembelian dalam satu bulan, Jika melebihi batas tersebut tidak dilayani.

  1. Obat Insomnia FLUNITRAZEPAM (untuk membuat pingsan)

 

Obat flunitrazepam digunakan untuk pengobatan seperti gangguan kecemasan dan insomnia. Tapi efek kuat dari obat ini yang membuat orang tertidur panjang hingga 2-8 jam kadang digunakan untuk kejahatan agar si korban tertidur. Di banyak negara, obat flunitrazepam umumnya dikenal dengan sebutan date rape drug karena bisa melumpuhkan perempuan selama penyerangan seksual seperti pemerkosaan.

 

Apa yang terjadi ketika seseorang diberikan obat flunitrazepam?

Flunitrazepam memiliki efek fisiologis yang mirip dengan valium (diazepam), tapi 10 kali lipat lebih kuat. Ketika seseorang mengalami intoksifikasi umumnya dikaitkan dengan gangguan penilaian dan keterampilan motorik.

Obat ini tidak memiliki rasa dan bau serta larut dalam air yang membuatnya sulit dideteksi sehingga banyak orang tidak menyadarinya ketika ia dicampurkan ke dalam makanan atau minuman. Sekitar 10 menit setelah obat tersebut dikonsumsi, seseorang mungkin akan merasa pusing dan bingung, merasa udara di sekitarnya terlalu panas atau terlalu dingin serta mual. Secara perlahan ia juga akan mengalami kesulitan berbicara dan bergerak hingga akhirnya pingsan. Puncak dari efek ini terjadi dalam waktu 2 jam dan bisa bertahan hingga 8 jam. Umumnya orang yang konsumsi obat ini tidak bisa mengingat apa yang terjadi selama ia berada dalam pengaruh obat. Jika obat ini dikombinasikan dengan alkohol, maka efeknya terhadap memori dan kemampuan menilai sesuatu akan lebih besar. Dilaporkan kombinasi ini bisa menyebabkan seseorang tidak sadar selama 8-12 jam setelah dikonsumsi. Efek samping dari penggunaan obat ini termasuk penurunan tekanan darah, gangguan memori, mengantuk, gangguan penglihatan, pusing, merasa bingung, gangguan pencernaan dan gangguan pada retensi urine. Jika seseorang pingsan dalam jangka waktu lama dan khawatir ada yang memasukkan obat ini ke dalam minuman, maka tes urine bisa dilakukan. Tapi dilakukan dalam waktu 72 jam sejak kejadian tersebut.

Untuk melindungi diri agar tidak menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual akibat obat ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu :

  • Berhati-hati jika menerima minuman dari orang yang tidak dikenal atau tidak bisa dipercaya.
  • Jika menerima minuman, pastikan wadahnya belum dibuka dan Anda membukanya sendiri.
  • Jangan meninggalkan minuman sembarangan tanpa pengawasan.

  1. Obat Penghilang Rasa Sakit, Anti-Diare, Batuk Codein / Morfin (untuk Narkoba)

Kodein adalah salah satu turunan morfin, bisa juga diubah menjadi narkotik yang lebih kuat seperti heroin. Kodein sebenarnya adalah obat yang sering diresepkan dokter, bisa digunakan sebagai analgetika (penghilang rasa sakit), anti diare dan antitusive (penekan batuk). Namun pada kasus diatas, tidak dengan mudah memberikan obat tersebut kepada pasien, walaupun dia sudah membawa resep. Inilah pentingnya pengetahuan farmasi bagi seorang apoteker. Dari segi resep, disana jelas kurang lengkap seperti tidak adanya alamat dan nomor telepon dokter, tanda tangan/paraf dsb, itu dari segi kelengkapan administrasi resep. Kemudian dari segi pertimbangan farmasetik dan klinis pun, signa yang tertulis juga mencurigakan. Disana tertulis 1 dd I, atau berarti digunakan sekali sehari sebanyak satu tablet. Padahal penggunaan kodein sebagai antitusiv bukanlah 1 dd I, biasanya 3-4 kali bahkan lebih.

Apoteker/pharmacist harus berhati-hati, karena kodein dapat juga disalahgunakan, jika diminum langsung ternyata ada sekian persen yang diubah menjadi morfin di saluran pencernaan. Lebih parah lagi bila ternyata pembeli memang sengaja membeli kodein untuk di ubah menjadi morfin atau heroin. Cukup dengan sekali reaksi, yaitu O-demetilasi maka kodein akan berubah menjadi morfin, tidak perlu dijelaskan reaksinya. Yang jelas dari segi harga anda akan mendapat puluhan bahkan ratusan kali lipat, tentu saja untuk disalahgunakan dan tentu saja konsekuensinya anda berhadapan dengan polisi dan pengadilan dimana undang-undang yang ada sudah sampai pada hukuman mati. Untuk pengetahuan saja agar kita lebih berhati-hati, baik sebagai anda sebagai Pharmacist yang diberi legalitas memegang narkotik maupun sebagai konsumen dan pengedar, karena tentu saja pharmacist tidak bisa ditipu dengan resep palsu, bisa-bisa anda dilaporkan kepada polisi, bukan!

korban
Penyalahgunaan Obat Pereda Nyeri Sebabkan Banyak Kematian

Obat pereda atau penghilang rasa nyeri sering menjadi sahabat orang dewasa untuk menghilangkan rasa sakit di tubuh. Sayangnya seringkali orang menjadi ketergantungan terhadap obat penghilang rasa nyeri dan mengalami overdosis hingga menyebabkan kematian.

Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), resep obat penghilang rasa sakit (painkiller) yang tidak tepat telah mnyebabkan kematian 20.000 orang di Amerika Serikat setiap tahun. Sedangkan obat penghilang rasa sakit berbasis opioid yang diresepkan oleh dokter telah menyebabkan kematian sebanyak 60 orang per hari.

Kematian akibat overdosis obat penghilang rasa sakit sekarang melebihi jumlah kematian overdosis gabungan heroin dan kokain. “Kematian oleh karena penyalahgunaan resep obat penghilang rasa sakit telah menyebabkan kematian 3 kali lipat lebih banyak sejak tahun 1999”.

Menurut data yang telah dipublikasikan sejak dulu resep obat penghilang rasa sakit yang sering disalahgunakan adalah oxycodone (Oxycotin), metadon atau xanax (Vicodin).

Tetapi ada banyak merek obat lain yang juga disalahgunakan, antara lain:

  • Formulasi Oxycodone : termasuk merek Oxyfast, Percolone, dan Roxicodone.
  • Oxycodone dikombinasikan dengan obat lain: termasuk merek Endocet, Percocet, Percodan, dan Xolox.
  • Hydrocodone : termasuk merek Lortab, Tussionex, dan Vanacet

Penyalahgunaan obat tersebut lebih sering terjadi pada pria dibandingkan pada wanita, kulit putih lebih banyak dari pada ras-ras lain, lebih banyak di pedesaan daripada di lingkungan perkotaan, dan lebih banyak pada orang setengah baya dibandingkan pada remaja dan lansia.

CDC menyarankan bahwa, dokter juga harus memonitor pasien mereka agar tidak melakukan penyalahgunaan obat-obat tersebut. Sehingga dapat mencegah banyak orang agar tidak mengalami kecanduan obat tersebut. Dan dokter juga dianjurkan untuk meresepkan obat penghilang rasa sakit berbasis opioid hanya jika perlu.

Obat Anti Cemas Yang Disalahgunakan

Sisa-sisa kecemasan bisa diobati dengan obat anti-cemas yang sesuai, terapi perilaku atau psikoterapi.

Obat anti-cemas disebut juga ansiolitik atau obat penenang, diberikan untuk mengatasi gejala-gejala kecemasan.

Obat anti-cemas memiliki efek mengendurkan otot-otot, mengurangi ketegangan, membantu tidur dan mengurangi kecemasan.

Yang paling sering digunakan adalah benzodiazepin.

Obat ini mempercepat relaksasi mental dan fisik dengan cara mengurangi aktivitas saraf di dalam otak. Tetapi benzodiazepin bisa menyebabkan ketergantungan fisik dan pemakaian pada alkoholik harus sangat hati-hati.

Contohnya adalah:

– Alprazolam

– Klordiazepoksid

– Diazepam

– Flurazepam

– Lorazepam

– Oksazepam

– Temazepam

– Triazolam.

Sebelum ditemukannya benzodiazepinbarbiturat  merupakan obat pilihan untuk mengatasi kecemasan. Tetapi obat ini berpotensi untuk disalahgunakan, sering terjadi gejala putus obat dan overdosis sering menyebabkan kematian, sehingga jarang digunakan lagi.

Buspiron tidak memiliki hubungan kimia maupun farmako dengan benzodiazepin ataupun obat anti-cemas lainnya.

Cara kerjanya tidak diketahui, tetapi tidak menyebabkan sedasi dan tidak bereaksi dengan alkohol.

Efeknya baru timbul setelah 2 minggu atau lebih, sehingga hanya digunakan untuk mengobati penyakit kecemasan menyeluruh.

Obat-obat anti-depresi kadang juga diberikan untuk penyakit kecemasan. 
Obat anti-depresi yang sering digunakan adalah :

– Selective serotonin reuptake inhibitors (fluoksetin, fluvoksamin, paroksetin, sertralin)

– Monoamine oxidase inhibitors (fenelzin, tranilsipromin)

-Anti-depresi trisiklik (amitriptilin,amoksapin, klomipraminimipraminnortriptilin, rotriptilin)

Berbagai Sumber.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: