7 Trik Menyulap ‘ENGGAK BOLEH’ Jadi ‘BOLEH’

Ortu suka melarang. Selalu mengawasi kemana kita pergi. Susah kasih izin apalagi kalau mau menginap, meski itu acara sekolah. Kita dijaga dan dilindungi habis-habisan. Huaaa, kapan kita bisa mandiri kalau begini?

Kenapa, sih?
Dari kita kecil sampai sekarang ortu telah terbiasa membuat berbagai keputusan tentang kita. Mulai dari makanan, pakaian sampai sekolah. Jadi pasti berat bag ortu kalau sekarang mereka harus membiarkan kita bikin keputusan sendiri. Di mata mereka kita tetap anak kecil kesayangannya. Selain itu ortu cemas, makin independen kita makin gede risiko yang kita hadapi. Mereka takut kita terjerumus hal-hal seperti narkoba dan kehidupan bebas.
Namun di lain pihak kita merasa sudah gede, sudah waktunya ortu enggak terlalu ikut campur. Soalnya kalau ortu terlalu melindungi, menghambat perkembangan kita jadi manusia yang dewasa dan mandiri. Di sini terjadi konflik kepentingan. Hanya saling pengertian yang membuat kita dan ortu bisa cari jalan keluar terbaik.

1. Ajak ngobrol
Ceritakan apa yang kita rasakan. Wajar kalau ortu ingin melindungi anaknya.Tapi jelaskan penting juga untuk membiarkan kita menghadapi dunia di luar sana dengan segala risiko dan bahayanya., agar kita lebih matang. Sebab kalau kita enggak pernah belajar membuat keputusan sendiri, enggak pernah mengalami kesulitan, kita akan tumbuh jadi manusia yang cengeng dan manja. Sebaliknya segala pengalaman hidup akan membuat kita kuat dan bisa cari jalan keluar dari turun naiknya kehidupan.

2. Dengarkan apa pandangan ortu
Kalau kita sudah terlanjur cuek, mereka bakal makin kesal.

3. Bersikap dewasa
Enggak perlu teriak dan marah-marah. Ortu justru menganggap kita masih kecil. Jadi cobalah tenang dan jaga intonasi suara. Kalau perlu paksa diri tersenyum, saat berdiskusi sama ortu. Ini akan memberi kesan kalau kita benar-benar siap jadi orang dewasa dan mandiri.

4. Boleh juga ingatkan bahwa ortu pernah muda, jadi pasti tahu apa yang kita rasakan
Tapi jangan dengan merajuk. Santai saja tanyakan bagaimana mereka dulu menghadapi msalah ini ke ortunya? Apa sih, peraturan dari ortu mereka? Harapannya ortu bisa memahami posisi kita. Selain itu kita jadi lebih mengenal ortu dan bisa membuka komunikasi antara kita dan mereka.

5. Cari kompromi yang saling menguntungkan
Pikirkan apa yang mau kita korbankan kalau kita menuntut sedikit kebebasan. Misalnya, boleh pergi ke pesta tapi pulangnya enggak larut malam, atau nilai bagus baru boleh pacaran.

6. Bangun kepercayaan
Kalau mau ortu enggak terlalu melindungi kita, yakinkan mereka bahwa kita bisa jaga diri. Beri bukti-bukti kita layak dipercaya dan bisa bertanggung jawab. Contoh, selalu nelepon untuk kasih tahu lagi di mana tanpa diminta, menjaga nilai tetap bagus, bersikap sopan dan bisa bagi waktu.

7. Hargai wewenang ortu terhadap kita
Kita mungkin sulit menerima, bagaimanapun kita anaknya. Mereka berhak atas kita sampai kita benar-benar sanggup mandiri dalam segala hal. Lagipula kalau kita menghadapi ortu, mereka pun akan menghargai kita juga.

6 Komentar (+add yours?)

  1. dhial
    Sep 21, 2013 @ 16:11:26

    sangat menginspirasi

    Balas

  2. enji (@enji_3nj1)
    Des 27, 2013 @ 12:12:19

    bagus bgt nich! thx y

    Balas

  3. Bagusmana
    Jul 27, 2015 @ 09:23:31

    cucok :v

    Balas

  4. cubet lasab
    Agu 26, 2015 @ 14:04:40

    mantapp

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: