Apa Sih Hipertiroid Itu Dan Apa Saja Gejalanya?

hipertiroidIni sepenggal kisah konsultasi saya dengan seorang dokter ahli. “Dok, saya penderita Hiperhidrosis Palmaris dan Plantaris sejak dari kecil, apa ada solusi untuk pengobatan yang lebih intensif, karena berbagai info yang saya dapatkan jawabannya hanya pencegahan yang sama sekali tidak bisa efisien tidak dapat mengobati sama sekali. Keluhan saya sudah sangat parah, sampai menetes-netes di tangan dan kaki saya, biar dalam keadaan dingin, hujan ataupun ruang yang ber-AC. apa saya ini menderita jantung? Mohon sarannya, Dok. Terima kasih.”

Dan ini jawaban dari dokter yang menanggapinya :

Salam sehat,

Hiperhidrosis cukup umum dialami orang, hanya saja daerah yang banyak berkeringat bisa berbeda-beda. Penyebab hiperhidrosis masih belum jelas, bisa dari penyakit hipertiroid, gejala psikiatri, atau tidak diketahui penyebabnya.

Cobalah lakukan pemeriksaan laboratorium untuk hipertiroid. Jika kadar tiroid dalam darah anda tinggi, maka perlu dilakukan pengobatan. Jika kadar tiroid normal, untuk kasus anda, karena yang berkeringat di tangan, maka tidak mungkin untuk menggunakan antiperspiran. Cobalah berkonsultasi ke psikiatri, untuk diberikan obat anti-cemas, dan penenang. Jika masih parah juga, maka dapat dilakukan operasi, yaitu pemotongan saraf simpatetik serta kelenjar keringat yang bersangkutan. Hal ini bisa dikonsultasikan dengan dokter bedah syaraf dan tentu saja mempunyai resiko efek samping dari pembedahan tersebut.

Melihat dari analisa jawaban dokter di atas, saya sudah prediksikan kalau jawabannya akan tetap sama seperti itu. Saya hanya ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai informasi mengenai hal ini. Walaupun saya sama sekali tidak kaget atau apalah karena sebelumnya saya sudah mencari banyak informasi mengenai penyakit ini. Dan jawabannya tetap sama dari segala sumber yang ada.

Di suruh ke psikiater, saya bukan orang stress atau gila. Ke dokter bedah syaraf, saya sangat takut melakukan operasi pembedahan itu yang katanya memiliki resiko tinggi. Apa yang harus saya lakukan?? Yah, cukup menerima apa yang telah diberikan Tuhan untuk saya, apapun saya akan jalani.

Nah, berikut ini tentu ada hubungannya dengan kisah saya di atas, namun berbeda dari segi pembagiannya berupa gejala dan kondisi diagnosanya, apa sih Hipertiroid itu?

HIPERTIROID adalah peningkatan hormon tiroid dalam darah. Gejala yang dirasakan antara lain rasa gemetar jari-jari tangan, tubuh lemas, jantung berdebar cepat, berkeringat banyak walaupun berada dalam suhu yang dingin, badan semakin kurus walaupun porsi makan banyak, serta pada keadaan lebih lanjut disertai diare.

Beberapa penyebab hipertiroid antara lain adanya grave dalam autoimun, pengeluaran abnormal Thyroid Stimulating Hormon, peradangan kelenjar tiroid, asupan yodium yang berlebihan, kanker pituitari, dan pemakaian obat-obatan seperti amiodarone.

Hipertiroid ditandai oleh beberapa gejala, meski pada pasien berhiperteroid ringan tidak ada gejala. Pada pasien usia lebih dari 70 tahun, tanda dan gejala khas kemungkinan juga tidak ada. Pada umumnya, gejala-gejala menjadi lebih jelas ketika derajat hipertiroid meningkat. Pada wanita, hiperteroid ditandai oleh kurangnya konsentrasi dan gangguan haid yang tidak teratur.

Hiperteroid bisa mengakibatkan keguguran, lahir mati, cacat bawaan, hingga kematian bayi. Dampaknya bagi anak-anak, remaja, dan orang dewasa antara lain terhambatnya pertumbuhan, gondok, kerusakan fungsi mental, dan lebih rentan terkena radiasi nuklir.

Tersedia beberapa jenis pengobatan untuk hipertiroid. Dokter memiliki resep untuk obat antitiroid dan iodium radioaktif guna memperlambat produksi hormon tiroksin. Kadang, diperlukan tindakan bedah untuk mengangkat sebagian kelenjar tiroid. Jika diabaikan, kondisi hipertiroid bisa berakibat fatal. Namun demikian, kebanyakan orang dengan hipertiroid merespon pengobatan secara baik.

Jika Anda mengalami gejala hipertiroid, sebaiknya segera ke dokter dan menjelaskan semua tanda yang dialami. Dokter bisa jadi akan meminta Anda melakukan tes darah sebagai langkah awal diagnosis, dan selanjutnya dapat ditentukan pengobatan yang tepat.

 

Gejala-Gejala Hipertiroid

Hipertiroid direkomendasikan oleh beberapa tanda-tanda dan gejala-gejala; bagaimanapun, pasien-pasien dengan penyakit yang ringan biasanya tidak mengalami gejala-gejala. Pada pasien-pasien yang lebih tua dari 70 tahun, tanda-tanda dan gejala-gejala yang khas mungkin juga tidak hadir. Pada umumnya, gejala-gejala menjadi lebih jelas ketika derajat hipertiroid meningkat. Gejala-gejala biasanya berkaitan dengan suatu peningkatan kecepatan metabolisme tubuh.

Gejala-gejala umum termasuk:

  • Keringat berlebihan
  • Ketidaktoleranan panas
  • Pergerakan-pergerakan usus besar yang meningkat
  • Gemetaran
  • Kegelisahan; agitasi
  • Denyut jantung yang cepat
  • Kehilangan berat badan
  • Kelelahan
  • Konsentrasi yang berkurang
  • Aliran menstruasi yang tidak teratur dan sedikit

Pada pasien-pasien yang lebih tua, irama-irama jantung yang tidak teratur dan gagal jantung dapat terjadi. Pada bentuk yang paling parahnya, hipertiroid yang tidak dirawat mungkin berakibat pada “thyroid storm,” suatu kondisi yang melibatkan tekanan darah tinggi, demam, dan gagal jantung. Perubahan-perubahan mental, seperti kebingungan dan kegila-gilaan, juga mungkin terjadi.

hipertiroid1

Mendiagnosis Hipertiroid

Hipertiroid dapat dicurigai pada pasien-pasien dengan:

  • gemetaran-gemetaran,
  • keringat berlebihan,
  • kulit yang seperti beludru halus,
  • rambut halus,
  • suatu denyut jantung yang cepat dan
  • suatu pembesaran kelenjar tiroid.

Mungkin ada keadaan bengkak sekeliling mata-mata dan suatu tatapan yang karekteristik disebabkan oleh peninggian dari kelopak-kelopak mata bagian atas. Gejala-gejala yang lebih lanjut biasanya lebih mudah dideteksi, namun gejala-gejala awal, terutama pada orang-orang yang lebih tua, mungkin tidak cukup menyolok mata. Pada semua kasus-kasus, suatu tes darah diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosisnya.

Tingkat-tingkat darah dari hormon-hormon tiroid dapat diukur secara langsung dan biasanya meningkat dengan hipertiroid. Bagaimanapun, alat utama untuk mendeteksi hipertiroid adalah pengukuran tingkat darah TSH. Seperti disebutkan lebih awal, TSH dikeluakan oleh kelenjar pituitari. Jika suatu jumlah hormon tiroid yang berlebihan hadir, TSH diatur untuk turun dan tingkat TSH turun dalam suatu usaha untuk mengurangi produksi hormon tiroid. Jadi, pengukuran TSH harus berakibat pada tingkat-tingkat yang rendah atau tidak terdeteksi pada kasus-kasus hipertiroid. Bagaimanapun, ada satu pengecualian. Jika jumlah hormon tiorid yang berlebihan disebabkan oleh suatu tumor pituitari yang mengeluarkan TSH, maka tingkat-tingkat TSH akan menjadi


Merawat Hipertiroid

Pilihan-pilihan untuk merawat hipertiroid termasuk :

  • Merawat gejala-gejala
  • Obat-obat anti-tiroid
  • Yodium ber-radioaktif
  • Merawat gejala-gejala secara operasi

Merawat Gejala – Gejala

Ada tersedia obat-obat untuk merawat segera gejala-gejala yang disebabkan oleh kelebihan hormon-hormon tiroid, seperti suatu denyut jantung yang cepat. Satu dari golongan-golongan utama obat-obat yang digunakan untuk merawat gejala-gejala ini adalah beta-blockers [contohnya, propranolol (Inderal), atenolol (Tenormin), metoprolol (Lopressor)]. Obat-obat ini menetralkan/meniadakan efek-efek dari hormon tiroid untuk meningkatkan metabolisme, namun mereka tidak merubah tingkat-tingkat hormon-hormon tiroid dalam darah. Seorang dokter menentukan pasien-pasien mana yang dirawat berdasarkan pada sejumlah faktor-faktor tak tetap (variables) termasuk penyebab yang mendasari hipertiroid, umur pasien, ukuran kelenjar tiroid, dan kehadiran dari penyakit-penyakit medis yang ada bersamaan.

Obat-obat Anti-Tiroid

Ada dua obat-obat antitiroid utama tersedia untuk penggunaan di Amerika, methimazole (Tapazole) dan propylthiouracil ( PTU). Obat-obat ini berakumulasi di jaringan tiroid dan menghalangi produksi hormon-hormon tiroid. PTU juga menghalangi konversi dari hormon T4 ke hormon T3 yang secara metabolisme lebih aktif. Risiko utama dari obat-obat ini adalah penekanan sekali-kali dari produksi sel-sel darah putih oleh sumsum tulang (agranulocytosis). Sel-sel putih diperlukan untuk melawan infeksi. Adalah tidak mungkin untuk memberitahukan jika dan kapan efek sampingan ini akan terjadi, jadi penentuan sel-sel darah putih dalam darah secara teratur adalah tidak bermanfaat.

Adalah penting untuk pasien-pasien mengetahui bahwa jika mereka mengembangkan suatu demam, suatu sakit tenggorokan, atau tanda-tanda apa saja dari infeksi ketika meminum methimazole atau propylthiouracil, mereka harus segera mengunjungi seorang dokter. Ketika ada suatu kekhwatiran, risiko sebenarnya dari mengembangkan agranulocytosis adalah lebih kecil dari 1%. Pada umumnya, pasien-pasien harus ditemui oleh dokter pada interval-interval bulanan selama meminum obat-obat antitiroid. Dosis disesuaikan untuk mempertahankan pasien sedekat mungkin pada suatu keadaan tiroid yang normal (euthyroid). Sekali dosis stabil, pasien-pasien dapat ditemui pada interval-interval tiga bulan jika terapi jangka panjang direncanakan.

Biasanya, terapi antitiroid jangka panjang hanya digunakan untuk pasien-pasien dengan penyakit Graves, karena penyakit ini mungkin sebenarnya sembuh dibawah perawatan tanpa memerlukan radiasi tiroid atau operasi. Jika dirawat dari satu sampai dua tahun, data menunjukkan angka-angka kesembuhan dari 40%-70%. Ketika penyakitnya sembuh, kelenjarnya tidak lagi aktif berlebihan, dan obat antitiroid tidak diperlukan.

Studi-studi akhir-akhir ini telah menunjukkan bahwa menambah suatu pil hormon tiroid pada obat antitiroid sebenarnya berakibat pada angka-angka kesembuhan yang lebih tinggi. Dasar pemikiran untuk ini mungkin adalah bahwa dengan menyediakan suatu sumber luar untuk hormon tiroid, dosis-dosis obat-obat antitiroid yang lebih tinggi dapat diberikan, yang mungkin menekan sistem imun yang aktif berlebihan pada orang-orang dengan penyakit Graves. Tipe terapi ini tetap kontroversiil (tetap diperdebatkan), bagaimanapun. Ketika terapi jangka panjang ditarik, pasien-pasien harus terus menerus ditemui oleh dokter setiap tiga bulan untuk tahun pertama, karena suatu kekambuhan dari penyakit Graves adalah mungkin dalam waktu periode ini. Jika seorang pasien kambuh, terapi obat antitiroid dapat dimulai kembali, atau yodium ber-radioaktif atau operasi mungkin dipertimbangkan.

Yodium ber-radioaktif

Yodium ber-radioaktif diberikan secara oral (melalui mulut, dengan pil atau cairan) pada suatu dasar satu kali untuk mengablasi (ablate) suatu kelenjar yang hiperaktif. Yodium yang diberikan untuk perawatan ablasi (ablative treatment) adalah berbeda dengan yodium yang digunakan pada suatu scan. Untuk perawatan, isotope yodium 131 digunakan, dimana untuk suatu scan rutin, yodium 123 digunakan. Yodium ber-radioaktif diberikan setelah suatu scan yodium rutin, dan pengambilan yodium ditentukan untuk mengkonfirmasi hipertiroid. Yodium ber-radioaktif diambil oleh sel-sel aktif dalam tiroid dan menghancurkan mereka. Karena yodium diambil hanya oleh sel-sel tiroid, penghancuran hanya lokal, dan tidak ada efek-efek sampingan yang menyebar luas dengan terapi ini.

Ablasi (ablation) yodium ber-radioaktif telah digunakan dengan aman untuk lebih dari 50 tahun, dan penyebab-penyebab utama untuk tidak menggunakannya hanya adalah kehamilan dan menyusui. Bentuk dari terapi ini adalah pilihan perawatan untuk kekambuhan penyakit Graves, pasien-pasien dengan kelibatan penyakit jantung yang parah, mereka yang dengan multinodular goiter atau toxic adenomas, dan pasien-pasien yang tidak dapat mentoleransi obat-obat antitiroid. Yodium ber-radioaktif harus digunakan dengan hati-hati pada pasien-pasien dengan penyakit Graves yang berkaitan dengan mata karena studi-studi akhir-akhir ini telah menunjukkan bahwa penyakit mata mungkin memburuk setelah terapi. Jika seorang wanita memilih untuk hamil setelah ablation, adalah direkomendasikan ia menunggu 8-12 bulan setelah perawatan sebelum hamil.

Pada umumnya, lebih dari 80% dari pasien-pasien disembuhkan dengan suatu dosis tunggal yodium ber-radioaktif. Itu memakan waktu antara 8 sampai 12 minggu untuk tiroid menjadi normal setelah terapi. Hipotiroid adalah komplikasi utama dari bentuk perawatan ini. Ketika suatu keadaan hipotiroid yang sementara mungkin terlihat sampai dengan enam bulan setelah perawatan dengan yodium ber-radioaktif, jika ia menetap dengan gigi lebih lama dari enam bulan, terapi penggantian tiroid (dengan T4 atau T3) biasanya dimulai.

Operasi

Operasi untuk mengangkat sebagian dari kelenjar tiroid (partial thyroidectomy) pernah sekali waktu dahulu adalah suatu bentuk yang umum perawatan hipertiroid. Tujuannya adalah untuk mengangkat jaringan tiroid yang memproduksi hormon tiroid yang berlebihan. Bagaimanapun, jika terlalu banyak jaringan yang diangkat, suatu produksi hormon tiroid yang tidak memadai (hipotiroid) mungkin berakibat. Pada kasus ini, terapi penggantian tiroid dimulai. Komplikasi utama dari operasi adalah gangguan/kekacauan dari jaringan sekitarnya, termasuk syaraf-syaraf yang menyediakan pita-pita suara (vocal cords) dan empat kelenjar-kelenjar kecil pada leher yang mengatur tingkat-tingkat kalsium dalm tubuh (kelenjar-kelenjar paratiroid). Pengangkatan kelenjar-kelenjar ini yang secara kebetulan mungkin berakibat pada tingkat-tingkat kalsium yang rendah dan memerlukan terapi penggantian kalsium.

Dengan perkenalan dari terapi yodium radioaktif dan obat-obat antitiroid, operasi untuk hipertiroid adalah tidak seumum seperti sebelumnya. Operasi adalah memadai untuk:

  • pasien-pasien hamil dan anak-anak yang mempunyai reaksi-reaksi utama yang kurang baik terhadap obat-obat antitiroid.
  • pasien-pasien dengan kelenjar-kelenjar tiroid yang sangat besar dan pada mereka yang mempunyai gejala-gejala yang bersumber dari penekanan dari jaringan-jaringan yang berdekatan pada tiroid, seperti kesulitan menelan, keparauan suara, dan sesak napas.

 

Yang Terbaik Untuk Anda

Jika anda khwatir bahwa anda mungkin mempunyai suatu jumlah hormon tiroid yang berlebihan, anda harus menyebutkan/mengutarakan gejala-gejala anda pada dokter anda. Suatu tes darah sederhana adalah langkah pertama pada diagnosis. Dari sana, kedua-duanya anda dan dokter anda dapat memutuskan langkah apa seharusnya berikutnya. Jika perawatan dijamin, adalah penting untuk anda untuk membiarkan dokter anda mengetahui kekhawatiran-kekhawatiran dan pertanyaan-pertanyaan apa saja yang anda punya tentang pilihan-pilihan yang tersedia. Ingat bahwa penyakit tiroid adalah sangat umum, dan ditangan-tangan yang baik, penyakit yang menyebabkan suatu kelebihan hormon-hormon tiroid dapat dengan mudah didiagnosis dan dirawat.

 

Endoskopi Simpatektomi berhasil menyembuhkan pasien dengan s

Seorang pasien berumur 26 tahun dengan sindrom tangan berkeringat telah berhasil menjalani Endoskopi simpatektomi di RS Yodak Shanghai. Pimpinan Dokter Bedah Rumah Sakit tersebut, dokter Wang Qiang, PhD memperkenalkan: dengan endoskopi elektronik, membuat sayatan di kedua belah ketiak masing-masing sebesar kurang lebih 2 cm, dengan penggunaan endoskopi dan system pemantauan televise dengan cepat dan tepat memotong saraf simpatetik yang menyebabkan tangan berkeringat dan akhirnya tujuan pengobatan tangan berkeringat tercapai. “2 lubang kecil“, menyelesaikan masalah pasien berumur 20 tahun lebih tersebut.

Putus Cinta Karena Tangan Berkeringat

Pasien bernama Zhong Ming berumur 26 tahun (nama samaran) berasal dari China provinsi Zhe Jiang, tampak sangat sedih, takut dan rendah diri. Ini disebabkan karena kedua telapak tangannya dengan tanpa sebab selalu mengeluarkan keringat yang berlebihan. Beberapa tahun terakhir sudah ada 4 pacar perempuan yang meninggalkan dirinya. Ia sudah menderita ini sejak kecil. Waktu kecil semasa sekolah, buku pelajaran selalu basah karena tangannya, ujian juga harus sangat berhati-hati, takut kertas ujian jadi rusak. Ketika tiba masa untuk pacaran, tangannya yang berkeringat membuatnya berulang kali frustasi. Para wanita selalu menganggap tangan berkeringatnya adalah penyakit yang sangat aneh.

Zhong Ming berkata dalam kehidupan sehari-harinya ia tidak berani berjabat tangan, takut orang lain tidak senang karena tangannya yang berkeringat. .Seiring waktu, Zhong Ming yang ceria dan tampan, merasa tertekan dan menjadi pemalu dan penakut. Sifatnya jadi aneh, dan ia menjadi sangat sedih. Ia pernah ke rumah sakit untuk periksa, orang disekitar saya mengatakan ini bukan penyakit dan tidak perlu diobati. Ada yang menganggap ini adalah penyakit kulit atau penyakit endokrin. Walaupun sudah minum obat, tapi tetap tidak ada hasilnya.

Penyebab Tangan Berkeringat

Tangan selalu berkeringat, dimata banyak orang mungkin bukan penyakit yang berat, namun bagaimana bisa menyebabkan kondisi seperti ini? Sebenarnya apa yang salah pada sindrom tangan berkeringat ini? Hanya masalah kulit atau masalah endokrin kah? Ahli bedah Shanghai Yodak Cardio-Thoracic Hospital dr. Wang Qiang menjelaskan, tangan berkeringat adalah suatu keringat yang bersifat parsial dan fungsional yang tidak di ketahui penyebabnya. Sekresi kelenjar keringat manusia dikendalikan oleh saraf simpatik, dan tangan berkeringat disebabkan oleh saraf simpatik yang terlalu tegang, terlalu senang atau stress dan menyebabkan telapak tangan mengeluarkan keringat berlebih.

Pada saat ini, pengobatan tangan berkeringat biasanya bisa diobati melalui teknik endoskopi simpatektomi. Dokter bedah Shanghai Yodak Cardio-Thoracic Hospital, dr. Wang Qiang, menjelaskan, kebanyakan pasien sejak kecil sudah menderita tangan berkeringat, sampai beranjak dewasa dan semakin parah. Pasien keringat berlebih tangannya selalu basah, cedera bagian tangan juga akan semakin besar. Pada tahap yang parah, pasien tidak berani berjabat tangan bahkan bergandeng tangan dengan orang lain, bahkan akan muncul gejala eksim dan dermatitis. Pada waktu dewasa, akan menyebabkan ketidak nyamanan di lingkungan kerja dan pergaulan di masyarakat.

Selama ini, meskipun tangan berkeringat bukan termasuk penyakit kronis, namun jika selalu berkeringat dapat menyebabkan rasa malu pada pasien setiap harinya dan membuat pasien merasa tidak berdaya, cemas, panic, menyebabkan ketidak nyamanan pada pekerjaan pasien, pergaulan di masyarakat dan kehidupan sehari-hari pasien, serta mempengaruhi rasa percaya diri pasien.

Obati Tangan Berkeringat dengan Minimal Invasive

Pelaksana bedah untuk pasien Zhong Ming, dr. Wang Qiang dari Shanghai Yodak Cardio-Thoracic Hospital, menjelaskan cara pengobatan untuk tangan berkeringat adalah dengan melakukan operasi simpatektomi pada bagian punggung dan Percutaneous sympathectomy Cauterization. Di atas punggung dibuat sayatan 10 cm, kemudian memotong kedua sisi dari sebatang tulang iga, dan melakukan simpatektomi toraks kedua pada kedua sisi. Setelah mendengar harus membelah dada dan memotong tulang, membuat para wartawan menggigil ketakutan. “Sebenarnya pengobatan konvensional dapat membuat luka dan bekas luka yang besar, durasi operasi juga sangat lama sehingga pasca-operasi waktu pemulihannya juga lama, sekarang hampir semua menggunakan thoracoscopic simpatektomi. Hanya perlu membuat sayatan sekitar 2 cm di kedua sisi ketiak pasien, sudah bisa dapat memanfaatkan thoracoscopy elektronik untuk menyelesaikan operasi.

Sebenarnya ada 3 cara teknik Thoracoscopic yang digunakan dalam pengobatan sindrom tangan berkeringat. Operasi-operasi tersebut, semuanya menggunakan sayatan kecil sebesar lubang kunci, luka kecil, trauma kecil, dan bekas luka yang kecil menjadi kelebihan operasi tersebut. Selain itu masa pemulihan yang cepat dan tidak mempengaruhi penampilan.

 

2 Komentar (+add yours?)

  1. auliya rizka
    Nov 16, 2015 @ 12:53:03

    dok saya mau tanya apakah hipertiroid itu mematikan ?

    Balas

    • norma07dp
      Des 09, 2015 @ 12:56:24

      Saya bukan seorang Mbak, jadi maaf jika jawabannya kurang berkenan, maaf juga bru sempat balas.
      Hipertiroid bisa menyebabkan kelaian pada jantung dan juga paru-paru hingga menyebabkan kematian yang tidak tertolong.
      Untuk memastikan penyakitnya parah atau tidak, konsultasikan dengan dokter ya

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: