Hiks…Bye-Bye Sahabat

Kadang kita melihat segala sesuatu dari sisi kita dan akhirnya jadi mengambil kesimpulan yang salah. Termasuk mengira sobat menjauhi kita!

Teman masih sayang kita, kok!
Jangan meragukan rasa sayang teman! Nih, ada buktinya, kok!
* Kita dikasih nama panggilan. tanda bahwa teman-teman mengenal kita lebih dari siapa pun!
* Teman-teman kita enggak pernah lupa ulang tahun kita dan selalu jadi orang-orang yang tepat waktu
ngasih selamat.
* Teman-teman selalu mengingatkan kita kalau kita mulai salah ‘arah’.
* Kita jarang banget ke kantin sendirian, karena teman-teman selalu mengajak kita!

1. “Gara-gara sudah punya pacar, kita dilupain!”
No wonder dia enggak bisa lagi bersama kita terus-terusan seperti dulu. Kan, lagi punya pacar baru. Tapi enggak berarti kita sobat sebal dan enggak mau main lagi sama kita. Sah-sah saja merasa kesal. Tapi coba posisikan diri kita jadi sobat yang harus membagi waktunya dengan pacar, deh! NAh, baru ngerti kan gimana sulitnya membagi waktu untuk dua orang yang sama-sama kita sayang? Kalau ternyata sobat memang sudah kelewat ‘lupa’ sama kita, towel saja dia. Bilang kalau kita kehilangan dia. Jangan diam saja, karena itu enggak akan menyelesaikan masalah.

2. “Sejak jadi ketua OSIS atau Organisasi lainnya, dia enggak mau diajak main! SebeL.”
Jangan buru-buru berprasangka buruk pada sobat. Siapa tahu dia lagi keasyikan dengan kesibukan barunya. Coba lihat, apakah dia lagi ikutan panitia tertentu? Ikutan eskul baru? Wajar saja waktunya dengan kita berbagi. Soalnya dia lagi seru-serunya, tuh! Nah, sebagai teman yang baik, seharusnya kita dukung dia. Ngobrol sama dia, deh, tentang kesibukannya itu supaya kita jadi tahu apa yang bikin dia tertarik. Siapa tahu kita malah bisa ketularan keasyikan juga! Tenang, dia masih sobat kita tersayang, kok!

3. “Mentang-mentang ada teman baru, dia males main sama kita lagi!”
Kita memang teman baiknya sobat, api sobat juga punya teman-teman yang lain (seperti kita, kan?). Alasan kenapa sobat jadi terkesan menjauh mungkin karena dia juga lagi bergaul dengan teman-teman barunya. Mau tahu gimana caranya supaya kita bisa seru lagi sama sobat? Gaul juga, dong, sama teman-teman baru sobat!

4. “Uh, kok, mukanya ditekuk melulu, sih! Dia sekarang sebal sama kita ya?”
Tiap orang punya cara masing-masing untuk mengatasi kebetean. Ada langsung curhat, ada yang butuh waktu untuk menyendiri dulu. Nah, mungkin sobat lagi bete dan dia lagi pengin waktu sendirian. Enggak berarti dia sebel sama kita, lho!

5. “Sobat sudah enggak sayang kita lagi, nih!”
Sebenarnya keadaan biasa-biasa saja. Sobat enggak menjauh maupun sebel sama kita. Tapi kita yang sensi, lagi bete, dan pengin dingertiin. Sayang, kita diam saja dan jutek sendirian, mengharapkan orang lain yang bisa bersimpati. Wah, kalau ngobrolnya cuma pakai bahasa bisu, teman belum tentu mengerti, nih! Sementara itu sobat jadi enggak enak atau serem kalau ngajakin kita main karena muka kita suntuk banget! Serba salah kan? Makanya, ngobrol sama sobat supaya dia mengerti gimana perasaan kita. Jangan suka menuduh sembarangan, ah! Nyangka yang jelek-jelek tentang sobat kita. Justru di saat-saat seperti ini dia membutuhkan dukungan kita. Kasih dia waktu untuk masa ‘semedi’-nya dan jangan khawatir, suatu saat nanti dia bakal cerita juga sama kita, kok!

3 Komentar (+add yours?)

  1. auyun dofiq
    Jun 21, 2014 @ 11:07:40

    huhu kerrenn.. izin share

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: