Hiperhidrosis

Hiperhidrosis atau keringat yang berlebihan dapat teijadi menyeluruh (generalized) atau lokal. Hiperhidrosis menyeluruh biasanya berhubungan dengan penyakit sistemik tertentu, seperti hipertiroid, diabetes melitus, infeksi samar, retikulosis dan lain-lain; sedangkan hiperhidrosis lokal sering tidak mempunyai dasar organik. Bila tidak dapat diobati secara kausal, pengobatan simtomatik dapat berupa obat (oral maupun topikal), tindakan bedah atau elektrik. Hiperhidrosis aksilar dapat dikendalikan dengan obat-obat topikal yang mengandung Al-kloridahexahidrat atau Al-klorohidrat yang digunakan malam hari di saat aksila kering; penggunaan sekali seminggu umumnya cukup efektif. Hiperhidrosis palmar dan kaki lebih sulit diatasi. Bila obat-obat topikal gagal, dapat dicoba iontoforesis ­ penggunaan arus listrik voltase rendah (20 MA,50 V) yang dialirkan melalui daerah yang akan diobati selama 5 – 10 menit, dua kali seminggu dalam media air. Ke dalam air dapat ditambah obat-obat antikolinergik seperti glikopironim bromida atau poldinmetilsulfat. Obatantikolinergik oral dapat menimbulkanefeksamping seperti mulut kering, penglihatan kabur, glaukoma, bahkan serangan kejang. Propan telin bromida dapat digunakan sampai dosis 150 mg perhani dengan efek samping minimal. Usaha terakhir berupa tindakan bedah, ditujukan untuk merusak ganglion otonom yang sesuai, atau mengekstirpasi kelenjar keringat, terutama di aksila. Tindakan merusak ganglion otonom dapat menimbulkan efek samping sindrom Homer, terlalu `kering’ atau hiperhidrosis kompensatorik di tempat lain; sedangkan tindakan ekstir pasi dapat menyebabkan efek mutilasi. Mengingat sebenamya hiperhidrosis merupakan penyakit yang self-limiting, tindakan bedah jarang sekali diperlukan.
Pengobatan sistemik dilakukan dengan pemberian obat-obatan per oral dan obat-obat penenang untuk menghambat efek asetilkolin pada kelenjar keringat. Tetapi sering dijumpai efek samping dengan masalah melebihi hiperhidrosisnya sendiri. Seperti mulut kering, gangguan penglihatan, glaukoma, hipertermia, hipotensi, dan kejang. Juga perlu diperhatikan efek toksik obat antikolinergik yang biasanya tercapai sebelum timbul efek anhidrosisnya. Sementara obat penenang biasanya tidak berespon meskipun hiperhidrosis dipengaruhi oleh stres emosional.

Pengobatan operatif pada keringat berlebih daerah ketiak dapat dilakukan dengan berbagai macam tindakan. Yakni dengan kuretase subkutan, eksisi parsial dan kuretase terbuka, eksisi luas, simpatektomi, dan penyuntikan toksin botulinum A.

Kuretase subkutan, tindakan operasi mengambil seluruh kelenjar keringat dengan aktivitas maksimum menggunakan alat kuret. Tindakan eksisi parsial dan kuretase terbuka adalah menghilangkan sebagian kulit dengan aktivitas kelenjar keringat maksimum kemudian sisanya dilakukan kuretase. Eksisi luas adalah tindakan operasi mengambil seluruh daerah keringat dengan aktivitas maksimum kemudian dilakukan penutupan kulit.

Sedangkan simpatektomi, suatu tindakan operasi dengan mengambil ganglion simpatik, biasanya dilakukan oleh dokter bedah saraf. Penyuntikan toksin botulinum A dapat dilakukan pada daerah ketiak dengan aktivitas kelenjar keringat maksimum.

Metode-metode operatif ini lebih menguntungkan karena dapat dicapai efek terapi yang permanen atau lebih lama. Efek samping yang timbul pada metode operatif sama seperti metode bedah pada umumnya misalnya perdarahan selama dan/atau sesudah operasi, infeksi, timbunan serum, radang getah bening, ketidaknyamanan pada lengan atas, rasa kebas, dan dapat timbul keloid pada orang yang memiliki bakat keloid.
Keadaan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari konsumsi obat-obatan, alkohol, sampai pada penyakit jantung, pernapasan, saraf, infeksi, gangguan hormonal, dan keganasan. Bila salah satu keadaan tersebut ada pada Saudara, maka hal tersebutlah yang seharusnya diatasi dan keringat berlebih ini hanya merupakan salah satu gejala saja. Bila Saudara tidak mengalami gangguan kesehatan apapun selain keringat berlebih ini, kemungkinan besar saudara mengalami hiperhidrosis idiopatik, yang artinya penyebab terjadinya keringat berlebih pada saudara tidak diketahui.

Mengenai cara mengatasinya, ada beberapa cara yang bisa Saudara coba, yaitu dengan modifikasi gaya hidup, obat-obatan, iontoforesis, atau dengan operasi. Cara lain yang dapat Saudara coba (namun tidak lazim secara medis tapi mungkin dapat membantu) melalui penguasaan emosi (kontrol emosi dan pikiran). Cara yang terakhir ini berdasarkan salah satu mekanisme timbulnya keringat yaitu melalui rangsang emosi. Bila Saudara dapat memberikan suatu sugesti yang cukup kuat bahwa Saudara dalam suasana yang tenang dan tidak perlu berkeringat, mungkin produksi keringat Saudara dapat lebih terkontrol. Sekali lagi saya tekankan bahwa cara ini belum lazim di bidang medis dan belum ada penelitian mengenai hal ini.

Secara medis, cara yang paling ringan dan aman untuk mengatasi masalah keringat berlebih adalah dengan melakukan modifikasi gaya hidup yang meliputi pemilihan pakaian. Tidak dianjurkan untuk mengenakan pakaian ketat, berbahan nylon, polyester, atau wool (kecuali pada suhu dingin), dan juga topi. Selain itu, penggunaan bedak dan produk antiperspirant lainnya seperti deodoran (untuk tubuh dan lipat ketiak). Untuk bagian wajah, mungkin dapat menggunakan bedak bayi (ditaburkan merata dan tipis).

Penggunaan obat baru dianjurkan jika cara pertama tidak berhasil. Obat yang diminum merupakan obat golongan antikolinergik yang dapat mempengaruhi sistem saraf yang akan merangsang produksi keringat. Namun demikian, dosis yang dibutuhkan seringkali menimbulkan efek samping berupa mulut kering, gangguan penglihatan, sulit berkemih dan buang air besar (konstipasi).

Iontoforesis adalah pemberian rangsang listrik pada kulit sehingga mengganggu kerja kelenjar keringat. Keterbatasan metode ini adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk terapi serta efek samping berupa iritasi kulit, rasa kering, sampai penglupasan kulit.

Injeksi botulinum toxin A (botox®) juga telah dilaporkan mampu mengatasi hiperhidrosis pada daerah ketiak, serta telapak tangan dan kaki. Efek samping yang dapat timbul berupa kelemahan otot sementara. Efektifitas botulinum toxin dapat bertahan selama beberapa bulan dan setelah itu perlu dilakukan injeksi ulangan untuk dapat mempertahankan efek terapi.

Metode operatif memiliki angka keberhasilan yang tinggi namun tidak lazim dilakukan (kecuali pada keadaan yang sangat parah) karena juga memiliki angka kekambuhan yang tinggi.

Mengapa dengan Pembedahan?

Gangguan berkeringat berlebih pada daerah ketiak metode pengobatan apa yang paling baik? Bila seseorang menginginkan bebas dari hiperhidrosis aksilaris secara permanen/lebih lama maka pengobatan operatif dapat dipertimbangkan untuk dilakukan. Bila juga menghendaki rambut ketiak dikurangi/dihilangkan dapat dipertimbangkan dengan cara eksisi parsial dan kuretase terbuka atau eksisi luas. Terapi topikal dapat dilakukan tetapi efek terapi hanya sementara dan harus dilakukan terapi secara berulang.

Metode kuretase subkutan, eksisi parsial dan kuretase terbuka, eksisi luas, dan penyuntikan toksin botulinum A merupakan tindakan operasi kecil dengan menggunakan bius lokal dan dapat dilakukan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin.

Menurut American Academy of Dermatology, hiperhidrosis palmaoplantar dapat diterapi dengan beberapa cara, antara lain adalah:

  1. Teknik Iontophoresis : Tangan diletakkan di dalam larutan berisi elektrolit dengan elektrik kadar rendah. Dapat efektif untuk kasus ringan.
  2. Suntikan Botulinum tipe A pada daerah yang berkeringat
    • Suntikan ini diberikan untuk mengurangi jumlah keringat
    • Merupakan terapi yang efektif selama 4-8 bulan
    • Suntikan ulang perlu dilakukan lagi di kemudian hari
  3. Obat minum (resep dokter)
    • antikolinergik
    • penghambat beta –> untuk hiperhidorosis yang terjadi karena stres
  4. Operasi: Endoscopic Thoracic Sympathectomy (ETS)
    • Tindakan pemotongan saraf simpatis yang mengalami hiperaktivitas
    • Hanya dilakukan bila cara konvensional tidak berhasil
    • Prosedur ini dilakukan pada hiperhidrosis berat yang gagal dengan pengobatan lainnya

Sebagai tambahan, Anda juga dapat melakukan relaksasi, meditasi, hipnosis (terutama untuk hiperhidrosis yang terjadi karena stres); gunakan kaus kaki yang menyerap keringat/bantalan sepatu dan menggantinya beberapa kali dalam satu hari (untuk hiperhidrosis kaki), dan hindari konsumsi bahan makanan yang mengandung kafein seperti kopi, teh, minuman bersoda, cokelat, dsb.

Gejala utama hiperhidrosis palmoplantar yang paling sering ditemukan adalah basahnya telapak tangan dan telapak kaki, akan tetapi pada kondisi hiperhidrosis yang berat terkadang dapat terjadi kekeringan kulit  akibat pengeluaran cairan tubuh (keringat) melebihi asupannya, menyebabkan kerusakan pertahanan kulit dan menimbulkan sensasi panas atau terbakar di daerah tersebut. Akan tetapi semakin sering Anda mencucinya kondisi ini justru akan memburuk, terutama jika dicuci menggunakan sabun yang dapat mengiritasi kulit.  Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dan berdiskusi mengenai hiperhidrosis dan terapi yang sesuai bersama dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mengevaluasi penyebab yang mungkin mendasari dan menentukan terapi yang optimal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: