Hukum Hamil di Luar Nikah dan Dampak Seks Pra Nikah

pergaulan-bebasZaman yang katanya modern seperti sekarang ini banyak sekali kasus hamil pra nikah, penyebabnya tentu karna pergaulan bebas yang kelewat batas, keluar jauh dari garis-garis yang disyariatkan oleh Islam bagi yang beragama Islam, tapi kok justru yang mengakunya muslim dengan mudahnya menjajankan harga diri dan kehormatannya demi “Cinta”, katanya sih demi Cinta. Klo gak kayak gitu bukan cinta namanya, itu sih kata mereka. Bagi pasangan yang dirudung asmara menuju perzinaan. Sebenarnya, kondisi seperti inilah merupakan salah satu bentuk “Jahiliyah Modern”, suatu keadaan dimana anak-anak muda sekarang mengalami krisis moral spiritual. Padahal Islam sudah menyediakan jalan terbaik berupa pernikahan, bukan dengan zina yang justru merendahkan martabat seseorang di hadapan Allah maupun manusia.

“Bagi pasangan muda-mudi sekarang yang lagi pacaran, segeralah putusin pacarnya, hehehe.. ^_^ pasti gak ada yang mau kan?? Kok aku jadi serba ngurusin orang lain yah. Yah, wajar dong, kan sesama saudara sesama umat harus saling mengingatkan, kalo gak bisa mendengarkan teguran tentu dengan tindakan yang harus mendidik mereka menjadi berubah menuju ke kebaikan. Jadi harus gimana dong biar gak termasuk golongan orang-orang yang merugi…”

“Klo gitu nikahilah dia se-segera mungkin….!!!”

“Tapi kan belum siap dengan hal materi, belum punya rumah sendiri, belum punya mobil sendiri, belum punya penghasilan sendiri….”

“Tapi kan secara psikologi dan biologis udah siap kan, buktinya udah pada gak perawan tuh ceweknya.”
“Jangan takut untuk menikah di usia matang, karena Allah akan memudahkan hambaNya jika niat mereka hanya untuk beribadah kepada Allah, Allah akan memudahkan rezeki bagi kalian yang niat karena Allah.”

“Terus gimana dengan remaja-remaja yang masih mengenyam pendidikan seperti masih sekolah, apa harus menikah juga se-segera mungkin, tapi nantinya masih ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi….Terus gimana jika ceweknya udah hamil duluan, pastinya akan putus sekolah ya, dapat dikeluarkan dari sekolah, harga diri jatuh karena malu, bukan?”

“Yah jawabannya cuman satu, Yah… Makanya Jangan Pacaran….!!”

Sekilas Ilmu atas jawaban pertanyaan-pertanyaan bagi kalangan para remaja saat ini, yang sedikit aku berikan untuk kalian semua…

Pacaran lebih banyak mudharotnya. Daripada sisi baiknya. Mengapa aku mengatakan hal seperti itu? Karena jujur aku sendiri pernah melewati hal yang namanya pacaran. Tapi, syukur Alhamdulillah sampai saat ini aku masih bisa mempertahankan kehormatanku di mata Allah. Karena prinsipku adalah “No Free Sex Before Married” meski udah sekian kali menjalin hubungan. Ketika Allah murka dan tak menyukai apa yang selama ini aku lakukan, ketika itu aku diberi ujian dan cobaan. Maka Allah ketika itu memberiku sebuah petunjuk untuk meninggalkan semuanya, ketika hati sudah sakit, maka nasi sudah menjadi bubur. Penyesalan hanya datang belakangan, itulah yang aku rasakan. Tapi,  Allah telah memberiku petunjuk dengan membukakan mata dan hatiku untuk tidak terjerumus ke dalam lubang yang paling dalam. Untuk tidak meneruskan jatuh pada lubang yang sama. Separuh sisa hidupku telah aku sia-siakan dengan hal yang tidak seharusnya aku lakukan, yaitu Pacaran. Islam tak mengenal kata pacaran, dan sampai kapanpun Allah gak mengijinkan ummat-Nya untuk pacaran.

Syukur Allamdulillah, saat ini aku sudah bertaubat untuk menjauhi pacaran. Di kala usia ku kini udah sangat dewasa, udah diatas 25 tahun (udah tua banget ya..-_-‘) ini cukup matang untuk menata masa depan dan tidak ada agi waktu untuk bermain-main. InsyaAllah, Allah tidak akan memberikanku lagi godaan. Aku sadar Allah pasti akan memberiku yang terbaik suatu saat nanti. Allah akan menurunkan seseorang yang terbaik dan terhormat disisi Allah kepadaku suatu saat nanti. InsyaAllah sekarang aku hanya menunggu aja datangnya moment itu. Amiin Ya Rabbal Alamiin..

Kegagalan demi kegagalan membuatku belajar dari setiap langkah dan setiap kesalahan yang pernah aku lakukan.

Hehehe… kok jadi curhat sih.. Yah gitu deh, demi cinta rela melakukan apa aja, bahkan ketika kebohongan menjadi sebuah kebenaran, kita pun rela dibohongi bahkan kita pun rela terus percaya dengan cintanya, ujungnya hati kita menjadi korban, itu baru hati yang menjadi korban. Gimana dengan keperawanan kita yang menjadi korbannya. Tak akan ada obatnya, bukan….!!

 

Say NO TO FREE SEX guys…..@_@

Remaja dan orang dewasa sudah menganggap Seks Pranikah itu HALAL.  Jadi saat ini, Abad ke- 21 ini merupakan abad di mana Seks Pranikah itu HALAL.

Mengapa???

Karena seorang pelaku Seks Pranikah itu pun tak mendapat hukuman. Pelakunya bahkan di terima lagi walau mungkin dia masih suka melakukan hubungan seks sebelum menikah.

Kenapa ini terjadi? Jawabannya sangat simple. Karena masyarakat pun sudah menganggap perilaku Seks Pranikah itu hal yang wajar dan bukan hal yang tabu. Bahkan orang tua malu ketika anaknya sudah dewasa tak memiliki seorang pacar.

 

Pergaulan bebas yang semakin liar, telah menjadi musibah terbesar di masyarakat kita. Lebih-lebih ketika lembaga berwenang di tempat Indonesia melegalkan pernikahan antara wanita hamil dengan lelaki yang menghamilinya di luar nikah. Keputusan ini membuka peluang besar bagi para pemuda untuk menyalurkan hasrat binatangnya atas nama cinta, ya cinta. “Itukah cinta yang sesungguhnya??” Zina dilakukan atas prinsip mau sama mau, suka sama suka, sehingga tidak ada pihak yang berada pada posisi dirugikan.

Bagi lelaki, adanya aturan semacam itu merupakan kesempatan besar untuk menyalurkan nafsu binatangnya. Tinggal pihak wanitanya, apakah dia rela membuka pintu ataukah tidak. Ingat, karena tidak ada unsur paksaan di sana. Sehingga, kuncinya ada sang pemilik pintu. Karena itulah, ketika Allah menjelaskan hukum bagi para pezina, Allah mendahulukan penyebutan zaniyah (pezina wanita). Allah berfirman,

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Perempuan pezina dan laki-laki pezina, cambuklah masing-masing dari keduanya seratus kali pukulan, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nur: 2)

Al-Qurthubi mengatakan, “Kata “zaniyah” (wanita pezina) lebih didahulukan dalam ayat di atas karena aib perzina itu lebih melekat pada diri wanita. Mengingat mereka seharusnya lebih tertutup dan berusaha menjaga diri, maka para wanita pezina disebutkan lebih awal sebagai bentuk peringatan keras dan perhatian besar bagi mereka.” (Al-Jami’ Li Ahkam Al-Quran, 12: 160)

Azab Perzinahan

al-huduud, hukuman perzinahan

Al-huduud adalah al-’uquubah al-muqoddaroh syar’an (hukuman yang sudah ditentukan oleh syara’), ada dalam enam hal :

(1) hukuman zina dan liwath, 

(2) hukuman minum khamr (setiap yang menghilangkan akal),

(3) hukuman sariqoh (pencurian),

(4) hukuman qodzf (tuduhan zina tanpa bayyinah/bukti),

(5) hukuman riddah (keluar dari Islam),

(6) hukuman hirobah (pemberontakan termasuk di dalamnya perampokan).


Hukuman Zina

Hukuman zina adalah:

(a) seratus kali cambukan bagi ghayr muhshon/muhshonah, dan
ini bagi para pemuda dan pemudi yang belum menikah, kemudian telah berzina. Hukumannya campuk sebanyak 100 x.
(b) rajam sampai mati bagi muhshon/muhshonah. 

Ini bagi pasangan suami istri atau bagi yang telah menikah kemudian telah berbuat zina. Hukumannya adalah di Rajam sampai mati, dengan menguburkan sepotong tubuhnya, kemudian di saksikan oleh umum dan orang-orang melemparinya dengan batu sampai ia meninggal. Tujuannya adalah untuk member pelajaran bagi orang-orang yang menyaksikan atau tidak menyaksikan secara langsung atas perbuatannya. Ini baru siksaan dunia belum dengan siksaan Allah nanti di hari kemudian.
Andaikan masyarakat kita di Indonesia  ini melakukan hukuman seperti itu, dan seharusnya diberlakukan hukuman itu. Sehingga kita tidak akan melakukan perbuatan zina sepanjang hidup kita.
“Masih ingin melakukannya, itu tak berlaku untuk kalian saat ini, tapi Allah nantinya akan memberi Azab bagi orang-orang yang berbuat demikian.

 Ngeriii, bukan…….!!!!

Kutipan :“al-ihshon adalah : kondisi sudah menikah dan sudah berhubungan suami-istri.” 

Sang imam/khalifah boleh menambahkan:

 (a) pengasingan selama satu tahun bagi pezina ghayru muhshon, dan

 (b) cambuk seratus kali bagi yang muhshon (dilakukan sebelum hukuman rajam).

Penambahan ini hukumnya boleh atau tidak wajib sesuai dengan maslahat. berlangsungnya hukuman didasari dengan ketaqwaan bukan kebencian, seusai dirajam jenazah pelaku zina (muhshon) dimandikan dan dishalati.

 

Bahaya Zina

Melihat bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh zina merupakan bahaya yang tergolong besar, disamping juga bertentangan dengan aturan universal yang diberlakukan untuk menjaga kejelasan nasab ( keturunan ), menjaga kesucian dan kehormatan diri, juga mewaspadai hal-hal yang menimbulkan permusuhan serta perasaan benci diantara manusia, disebabkan pengrusakan terhadap kehormatan istri, putri, saudara perempuan dan ibu mereka.

Yang ini semua jelas akan merusak tatanan kehidupan. Melihat hal itu semua, pantaslah bahaya zina itu, bobotnya setingkat dibawah pembunuhan. Oleh karena itu, Allah menggandeng keduanya di dalam Al Qur’an, juga Rasulullah dalam keterangan hadits beliau.
Al Imam Ahmad berkata : “Aku tidak mengetahui sebuah dosa setelah dosa membunuh jiwa yang lebih besar dari dosa zina.”

Dan Allah menegaskan Pengharamannya dalam FirmanNya :

]وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا} (68) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا(69) إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا {سورة الفرقان.

“Dan orang orang yang tidak menyembah Tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya ) kecuali dengan ( alasan ) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat ( pembalasan ) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina kecuali orang orang yang bertaubat ” ( QS. Al Furqon, 68 –70 ).

 

Hamil di luar nikah,

Menurut islam bagaimana hukumnya?

Haram hukumnya, seorang laki-laki menikahi seorang wanita yang sedang mengandung anak dari orang lain. Karena hal itu akan mengakibatkan rancunya nasab anak tersebut.
Dalilnya adalah beberapa nash berikut ini:

  • Nabi SAW bersabda, “Janganlah disetubuhi (dikawini) seorang wanita hamil (karena zina)”
  • Nabi SAW bersabda, “Tidak halal bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menyiramkan airnya pada tanaman orang lain.” (HR Abu Daud dan Tirmizy)

Adapun bila wanita yang hamil itu dinikahi oleh laki-laki yang menghamilinya di luar nikah, maka umumnya para ulama membolehkannya, dengan beberapa varisasi detail pendapat :

  • Pendapat Imam Abu Hanifah. Imam Abu Hanifah menyebutkan bahwa bila yang menikahi wanita hamil itu adalah laki-laki yang menghamilinya, hukumnya boleh. Sedangkan kalau yang menikahinya itu bukan laki-laki yang menghamilinya, maka laki-laki itu tidak boleh menggaulinya hingga melahirkan.
  • Pendapat Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal. Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan laki-laki yang tidak menghamili tidak boleh mengawini wanita yang hamil. Kecuali setelah wanita hamil itu melahirkan dan telah habis masa ‘iddahnya. Imam Ahmad menambahkan satu syarat lagi, yaitu wanita tersebut harus sudah tobat dari dosa zinanya. Jika belum bertobat dari dosa zina, maka dia masih boleh menikah dengan siapa pun. Demikian disebutkan di dalam kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhazzab karya Al-Imam An- Nawawi, jus XVI halaman 253.
  • Pendapat Imam Asy-Syafi’i Adapun Al-Imam Asy-syafi’i, pendapat beliau adalah bahwa baik laki-laki yang menghamili atau pun yang tidak menghamili, dibolehkan menikahinya. Sebagaimana tercantum di dalam kitab Al-Muhazzab karya Abu Ishaq Asy- Syairazi juz II halaman 43.
  • Undang-undang Perkawinan RI Dalam Kompilasi Hukum Islam dengan instruksi presiden RI no. 1 tahun 1991 tanggal 10 Juni 1991, yang pelaksanaannya diatur sesuai dengan keputusan Menteri Agama RI no. 154 tahun 1991 telah disebutkan hal-hal berikut:
    • Seorang wanita hamil di luar nikah, dapat dikawinkan dengan pria yang menghamilinya.
    • Perkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat (1) dapat dilangsungkan tanpa menunggu lebih dahulu kelahiran anaknya.
    • Dengan dilangsungkannya perkawinan pada saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan ulang setelah anak yang dikandung lahir.

Semua pendapat yang menghalalkan wanita hamil di luar nikah dikawinkan dengan laki-laki yang menghamilinya, berangkat dari beberapa nash berikut ini :

  • Dari Aisyah ra berkata,`Rasulullah SAW pernah ditanya tentang seseorang yang berzina dengan seorang wanita dan berniat untuk menikahinya, lalu beliau bersabda,`Awalnya perbuatan kotor dan akhirnya nikah. Sesuatu yang haram tidak bisa mengharamkan yang halal`. (HR Tabarany dan Daruquthuny).
  • Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW,`Isteriku ini seorang yang suka berzina`. Beliau menjawab,`Ceraikan dia`. `Tapi aku takut memberatkan diriku`. `Kalau begitu mut`ahilah dia`. (HR Abu Daud dan An- Nasa`i)

Jejaka berzina dengan gadis hukumannya seratus cambukan dan diasingkan setahun. Duda berzina dengan janda hukumannya seratus cambukan dan dirajam.” Riwayat Muslim.   

 

Berikut adalah beberapa kerugian secara psikologis akibat Seks Pra Nikah atau Seks Bebas yang menjadikan alasan mengapa seks pra nikah sangat tidak dianjurkan:

  1. Secara psikologis seks pra nikah memberikan dampak hilangnya harga diri, takut hamil, lemahnya ikatan kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menikah, serta penghinaan dari masyarakat. Seks pranikah dapat menyebabkan stres emosi, ketidakpercayaan, penyesalan, dan kekosongan. Seks menciptakan ikatan antara dua orang yang dapat dengan mudah dilanggar jika komitmen tidak cukup kuat untuk mempertahankannya. Pernikahan membuat komitmen seumur hidup dan dapat mendukung ikatan yang diciptakan hubungan seksual. Penyakit menular seksual sering ditularkan ketika pasangan telah memiliki banyak pasangan seksual. Meskipun seks pranikah tidak selalu berarti pasangan memiliki beberapa mitra seksual, kemungkinannya lebih besar daripada jika pasangan bersumpah untuk tidak melakukannya sampai menikah.
  2. Seks Pra Nikah akan akan menyebabkan seseorang dihantui perasaan bersalah.
    Sekali orang itu melakukannya dan meskipun mungkin tidak ada seorangpun yang tahu, rasa bersalah akan selalu menghantui. Bahkan bisa jadi orang tersebut akan menjadi benci pada dirinya sendiri karena tidak bisa menolak tekanan untuk melakukan hubungan seks.
  3. Kehamilan selalu menjadi kemungkinan, bahkan ketika menggunakan kontrasepsi. Walaupun hubungan seks satu kali saja bisa mengakibatkan kehamilan pada saat masa subur. kehamilan yang terjadi akibat seks bebas menjadi beban mental yang luar biasa. Kehamilan yang dianggap “Kecelakaan” ini mengakibatkan kesusahan dan malapetaka bagi pelaku bahkan keturunannya.
  4. Seks pra nikah dapat membuat seseorang menjadi sexual person. Seperti halnya jika seseorang pernah mencoba sesuatu benda additif lainnya, maka ada saatnya rasa ingin melakukannya lagi atau ketagihan akan datang. Akibatnya, pikiran akan dipenuhi dengan sex dan menggangu konsentrasi untuk hal lainnya.
  5. Menggugurkan Kandungan (aborsi) dan pembunuhan bayi. Aborsi merupakan tindakan medis yang ilegal dan melanggar hukum. Aborsi mengakibatkan kemandulan bahkan Kanker Rahim. Menggugurkan kandungan dengan cara aborsi tidak aman, karena dapat mengakibatkan kematian. 
  6. Seks Pra Nikah akan mengubah cara pandang seseorang tentang seks selamanya.
    Seks seharusnya sesuatu yang sakral dan menjadi sangat indah jika dilakukan oleh pasangan suami istri. Tapi jika dilakukan sebelum menikah, maka bisa jadi seks berubah menjadi sebagai suatu yang ‘kotor’ dan terlarang.
  7. Seseorang yang telah melakukan seks pra nikah akan sulit lepas dari the first one. Biasanya wanita merasakan ikatan yang sulit dilepas dengan laki-laki yang telah dia berikan virginitasnya. Ini tidak ada hubungan dengan ketakutan kalau-kalau tidak ada laki-laki lain yang akan menerimanya sesudah tidak virgin. Padahal, sang laki-laki belum tentu merasakan hal yang sama.
  8. Pasangan pranikah yang telah melakukan hubungan seks biasanya akan selalu mempunyai hidden agenda, kapan dan dimana akan melakukannya lagi. Tidak jarang karena jadwal ‘rahasia’ ini mereka harus berbohong. Bentuk-bentuk perhatian akan menjadi bias. Apakah benar-benar tulus atau hanya karena seks.
  9. Seks pra nikah, maka kamu tidak akan pernah menikmati surganya bulan madu. Karena sudah biasa melakukan hubungan sex pra nikah, maka bulan madu yang mestinya asyik dan romantis, bakal jadi seperti liburan biasa. Tidak akan pernah ada sesuatu yang berkesan untuk seumur hidupmu.
  10. Karena kamu bisa menjaga reputasi dan tidak mau menyesal di kemudian hari. Hampir bisa dipastikan, teman-temannya akan tahu jika seorang cowok telah melakukan hubungan sekali dengan pacarnya. Jadi ini merupakan rahasia umum.

 

Bahaya Kehamilan pada Remaja :

  1. Hancurnya masa depan remaja tersebut. Remaja wanita yang terlanjur hamil akan mengalami kesulitan selama kehamilan karena jiwa dan fisiknya belum siap. 
  2. Pasangan pengantin remaja, sebagian besar diakhiri oleh perceraian (umumnya karena terpaksa kawin karena nafsu, bukan karena cinta).
  3. Pasangan pengantin remaja sering menjadi cemoohan lingkungan sekitarnya. 
  4. Remaja wanita yang berusaha menggugurkan kandungan pada tenaga non medis (dukun, tenaga tradisional) sering mengalami kematian Tragis. 
  5. Pengguguran kandungan oleh tenaga medis dilarang oleh undang-undang, kecuali indikasi medis (misalnya si ibu sakit jantung berat, sehingga kalau ia meneruskan kehamilan dapat timbul kematian). Baik yang meminta, pelakunya maupun yang mengantar dapat dihukum. 
  6. Bayi yang dilahirkan dari perkawinan remaja, sering mengalami gangguan kejiwaan saat ia dewasa.

Menurut Zastrow ( 1987 ) Mengungkapkan beberapa penyebab kehamilan pra nikah yang dialami oleh para remaja :

  1. Penyebab utama terjadinya kehamilan adalah misinformasi atau kurangnya informasi yang relevan.
  2. Mengabaikan bahwa tingkah laku seksual akan menyebabkan kehamilan dan berasumsi bahwa pasanganyalah yang menggunakan kontrasepsi walaupun kenyataan tidak tidak demikian. Banyak remaja yang enggan menggunakan alat kontrasepsi dengan alasan bahwa mereka tidak mungkin hamil atau kemungkinan hamil sangat kecil (Papalia & Old, 1995). Selain itu banyak yang berfikir bahwa menggunakan kontrasepsi adalah tindakan yang tidak bermoral, seolah-olah mereka merencanakan akan melakukan hubungan seksual. Alasan lain tidak digunakanya kontrasepsi adalah kekhawatiran bahwa kenikmatan dan spontanitas dalam hubungan seks akan berkurang atau timbul masalah yang berhubungan dengan kesehatan.
  3. Bagi beberapa gadis, mereka tidak memperdulikan apakah mereka akan hamil atau tidak. Bagi mereka kehamilan membuktikan feminitas, mkengutkan status kedewasaan dan merupakan alat untuk mendapat perhatiaan orang tua dan teman. Bahkan ada yang menggunakan kehamilan sebagai cara untuk mengatasi masalah, untuk menghukum, atau justru merupakan rewad bagi orang lain.
  4. Menyalahartikan atau kebingungan dalam mengartikan konsep cinta, keintiman dan tingkah laku seksual. Remaja awal cenderung berfikir bahwa seks adalah cara untuk mendapatkan pasangan, sedangkan remaja akhir cenderung melakukan tingkah laku seksual jika telah ada ikatan dan saling pengertian dengan pasangan. Seks sering dijadikan saran untuk berkomunikasi dengan pasangan.

 

Semoga Bermanfaat..

Say no free sex before married..

 

Berbagai Sumber

7 Komentar (+add yours?)

  1. luh resty kasimayani
    Jun 08, 2014 @ 11:50:59

    semoga bermanfaat bagi kita………………..

    Balas

  2. Toko Furniture Jepara
    Jun 16, 2014 @ 20:24:25

    mantapppp

    Balas

  3. Trackback: Cara Mengatasi Hamil Di Luar Nikah - Pakaian Ibu Hamil
  4. Trackback: Cara Mencegah Kehamilan Diluar Nikah - Pakaian Ibu Hamil
  5. Trackback: Cara Mengatasi Hamil Luar Nikah - Pakaian Ibu Hamil
  6. Trackback: Bagaimana Cara Mengatasi Hamil Diluar Nikah - Pakaian Ibu Hamil
  7. Kry Hasibuan
    Jun 29, 2015 @ 18:39:38

    kak bagi pin dong hehe

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: