MACAM-MACAM PENYAKIT MENULAR DAN TIDAK MENULAR

PENYAKIT MENULAR

penyakit menularPenyakit Menular terbagi :

  1. Penyakit pada kulit seperti : pes, malaria, tetanus, anjing gila, penyakit cacing tambang, syphilis, dll.
  2. Penyakit pencernaan makanan seperti : typus, cholera, disentri, paratyphus, penyakit cacingan, keracunan makanan, dll.
  3. Penyakit yang masuk melalui pernapasan seperti : influenza, cacar, TBC, paru-paru, pneumonia, dan lumpuh pada anak-anak.

Penularannya melalui udara dengan infeksi titik ludah (doplet infection) dan infeksi melalui debu (airbone infection).

Namun, hanya beberapa aja yang bisa aku jelaskan tentang penyakit menular ini :

 

PENYAKIT PADA KULIT

kudis

  1. Kudis (scabies)
  • Penyebab : Sarcoples – Scabei (hewan yang sangat halus).
  • Tanda-tandanya : warna kulit kemerah-merahan dan berbinti-bintik kecil dan sangat gatal.
  • Gejala-gejalanya : rasa gatal-gatal terutama pada malam hari.
  • Penularannya : secara langsung dan tidak langsung.
  • Pencegahannya : Menjaga kebersihan secara umum, menghindari tukar menukar pakaian dengan penderita kudis dan menjauhi sumber
  • Pengobatannya : Olesi salep belerang dan olesi salep benzyl benzoate.

 

  1. PANUpanu
  • Penyebab : Jamur.
  • Tanda-tandanya : bercak-bercak putih pada kulit.
  • Gejala-gejalanya : terasa gatal-gatal pada kulit.
  • Penularannya : secara kontak langsung dan tidak langsung.
  • Pencegahannya : Menjaga kebersihan badan dan menghindari tukar menukar pakaian / handuk yang sudah dipakai oleh orang lain.
  • Pengobatannya : Oleskan salicyl spritus pada panu dan olesi salep benzyl

 

  1. BISUL (asbes)bisul
  • Penyebab : bakteri staphylococ
  • Tanda-tandanya : timbul benjolan merah pada kulit
  • Gejala-gejalanya : timbul pembengkakan pada kulit, kulit berwarna merah dan penderita kadang terasa demam dan timbul pada mata bisul (timbunan nanah).
  • Penularannya : secara kontak langsung dan tidak langsung.
  • Pencegahannya : Menjaga kebersihan secara umum, mandi 2x sehari, memakai pakaian bersih, dan menghindari pertukaran pakaian.
  • Pengobatannya : beri obat sulfat, seperti achromicun 250 mg serta dengan suntikan pinicilin (periksakan ke dokter/puskesmas terdekat).

 

  1. BOROK (ulcus tropicium)borok
  • Penyebab : bakeri spiri, fusiform.
  • Penyebab utama : luka yang tidak diobati, kurang menjaga kebersihan, kekurangan gizi.
  • Tanda-tandanya : borok berbentuk bulat dan cekung ke dalam, luka tertutup jaringan mati yang berwarna coklat dan baunya tidak enak.
  • Gejala-gejalanya : gatal-gatal, sakit bengkak dan timbul merah.
  • Penularannya : melalui lalat yang hinggap pada luka.
  • Pencegahannya : Menjaga kebersihan badan, luka ditutupi, mandi dengan air bersih dan memakai sabun.
  • Tempat yang disukai : tungkai bagian bawah dan bagian tubuh lainnya.

 

  1. CACAR (variola)cacar
  • Penyebab : virus variola.
  • Tanda-tandanya : bercak-bercak putih pada kulit.
  • Gejala-gejalanya : dibagi 2 tingkat, –  Tingkat I : 3 sampai 4 hari, panas tinggi secara mendadak, badan lesu, sakit kepala, perut terasa mual dan  muntah, timbul bercak-bercak merah pada kulit.
  • Tingkat II : lamanya kira-kira 3 hari,panas badan mulai turun, timbul bercak merah yang berisi air bening lama kelamaan menjadi nanah, bercak-bercak itu akhirnya kering kemudian tampak bopeng pada tangan dan kaki.
  • Penularannya : melalui pernapasan, kontak langsung dan tidak langsung.
  • Pencegahannya : Melakukan vaksinasi pada waktu anak-anak, melakukan vaksinasi ulang pada setiap 5 tahun dan mengasingkan penderita cacar.

 

  1. PES (sampar)
  • Penyebab : virus basil, basil ini ditemukan oleh Kitasatoyersin 1894.
  • Gejala-gejalanya : kepala pusing, badan lemah dan sakit pinggang, badan terasa panas dan gemetar, terjadi pembengkakan pada leher, ketiak, pada kelenjar limfa dan bekerjanya jantung menjadi                                 
  • Penularannya : dari virus atau orang yang menderita pes. Bila tikus yang sakit pes itu mati, maka ipinjal tikusi (xenopsilia heopsis) akan meninggalkan tikus tadi untuk kemudian mencari tempat lain  dan biasanya tikus juga makanan pinjal tikus tadi adalah darah, bila dalam keadaan ini manusia yang ditemukan maka darahnya  akan dihisap. Kemungkinan akan menderita pes.
  • Pencegahan : mengatur sanitasi (rumah halaman) sehingga tidak ada tikus. Dengan suntikan vaccine antipes ditemukan Dr. Otten, Bandung 1934.

 

 

 PENYAKIT PADA MATA

  1. INFEKSI KELOPAK MATAINFEKSI KELOPAK MATA
  • Penyebab : adanya kuman yang masuk ke dalam kulit, disekelilingi bulu mata akibat gosokan jari-jari tangan atau benda-benda kotor.
  • Tanda-tandanya : kelopak mata merah.
  • Gejala-gejalanya : terasa gatal-gatal pada kelopak mata, terasa nyeri dan peradangan pada kelopak mata.
  • Penularannya : secara kontak langsung dan tidak langsung.
  • Pencegahannya : jangan menggosok mata dengan jari-jari tangan atau benda benda kotor lainnya.
  • Pengobatannya : kompres dengan air hangat dan bawa secepatnya ke dokter spesial mata.

 

  1. CONJUNGTIVITAS CONJUNGTIVITAS
  • Penyebab : virus.
  • Tanda-tanda dan gejalanya : terjadi peradangan pada kelopak mata, mata menjadi merah, kering, jika kena sinar matahari terasa nyeri, sering keluar air mata kadang-kadang keluar kotoran yang  berwarna kuning seperti nanah, dan saat bangun tidur kelopak mata rapat.
  • Penularannya : kontak tidak langsung melalui sapu tangan, dan benda yang lain dipakai penderita.
  • Pencegahannya : menjaga kebersihan dan menghindari penularan.
  • Pengobatannya : kompres dengan air hangat dan segera ke dokter spesial

 

  1. TRACHOOMTRACHOOM
  • Penyebab : virus.
  • Gejala-gejalanya : mata terasa gatal, mata tidak begitu merah tetapi sering keluar kotorannya, keluhan-keluhan silau, bintik-bintik pada kelopak mata, dan garis-garis putih akan tampak.
  • Penularannya : melalui kontak tak langsung, misalnya sapu tangan dan benda lain yang dipakai penderita.
  • Pencegahannya : jangan dekat dengan orang yang menderita trachoom, jangan memakai sapu tangan/handuk yang telah dipakai penderita, cuci muka/tangan dengan air bersih, dan makan makanan yang bergizi dan banyak mengandung vitamin A.
  • Pengobatannya : gunakan salep mata yang tidak mengandung cortison, atau sebaiknya dibawa ke dokter.

 

PENYAKIT PADA PERUT

  1. TIPHUSTIPHUS
  • Penyebab : basil tiphus.
  • Inkubasi : 10 – 14 hari.
  • Gejala-gejalanya : suhu badan tinggi terus menerus, diare, rasa nyeri dan sakit pada perut, lidak kotor dan bergetar, nafsu makan tidak ada, rasa mual dan terasa mau muntah, kesadaran merendah, dan sering mengigau.
  • Penularannya : melalui makanan dan minuman, binatang seperti lalat yang hinggap di makanan dan minuman.
  • Pencegahannya : imunisasi vaksin tiphus, vaksinasi chotypa, makanan sebaiknya ditutup agar tidak dihinggapi lalat, dan air sebaiknya di masak dulu baru diminum.
  • Pengobatannya : istirahat penuh ditempat tidur, pengobatan selanjutnya penderita sebaiknya segera di bawa ke dokter.

 

  1. KOLERAKOLERA
  • Penyebab : vibrio cholera, eltor.
  • Inkubasi : beberapa jam sampai 5 hari.
  • Gejala-gejalanya : perut terasa sakit mual, diare lebih dari 20 x sehari, terjadinya dehidrasi, atau kekurangan cairan, sering merasa haus, mata cekung, dan kalau sudah parah penderita sukar untuk kencing, otot kaku dan kejang-kejang, badan terasa  dingin, dan kesadaran menurun.
  • Penularannya : lewat kotoran, makanan dan minuman, bersentuhan dengan penderita, barang yang pernah dipakai oleh penderita.
  • Pencegahannya : segera melapor ke pihak berwajib karena penyakit ini termasuk di dalam undang-undang karantina, diadakan vaksinasi kolera secara massal, memberi penerangan tentang                 kebersihan lingkungan, makanan dan minuman (jangan sampai  dihinggapi lalat).
  • Pengobatannya : supaya dapat meringankan penderita, sebelum di bawa ke rumah sakit, penderita dapat diberi garam, oralit, sebanyak sebungkus dicampur dengan air yang sudah dimasak kira-kira  200 cc (satu gelas), diadakan infuse jika terjadi dehidrasi dan secepatnya dibawa ke rumah sakit terdekat.

 

  1. DISENTRYDISENTRY

Penyakit ini 2 macam :

  1. DISENTRY BASILER
  • Penyebab : basil disentri (shigella dysentriae).
  • Gejala-gejalanya : sakit perut dan muntah-muntah, sering buang air besar, sekitar 10 x sehari, badan panas, nafsu makan berkurang, dan sakit kepala.
  • Penularannya : masukyan kuman atau basil yang masuk ke dalam makanan dan minuman.
  • Pencegahannya : selalu menjaga makanan dan minuman dari segala kotoran, kuman seperti lalat yang hinggap di makanan, menjaga kebersihan makanan dan minuman, dan selalu menjaga sanitasi.
  • Pengobatannya : minum tablet sulfa guanidin, penderita secepatnya di bawa ke rumah sakit.

    2. DISENTRY AMOEBA

  • Penyebab : protozoa entamoeba hystolytica.
  • Inkubasi : 8 – 18 hari.
  • Gejala-gejalanya : sakit perut disertai rasa nyeri, demam disertai muntah- muntah, buang air besar disertai dengan mengeluarkan darah.
  • Penularannya : melalui makanan dan minuman yang mengandung protozoa.
  • Pencegahannya : selalu menjaga kebersihan makanan, minuman dan kebersihan tangan juga lingkungan.
  • Pengobatannya : penderita secepatnya dibawa ke rumah sakit atau puskesmas

 

PENYAKIT PADA KELAMIN

  1. SYPHILIS (raja singa)SYPHILIS
  • Penyebab : kuman
  • Gejala-gejalanya : bila kuman-kuman menyerbu peredaran darah, biasanya akan timbul ruam-ruam di kulit dan hilang dalam waktu singkat ; Kuman kadang-kadang terpendam hingga menimbulkan  tumor pembengkakan dan peradangan yang hebat; Bila kuman menyerang susunan saraf dan otak mengakibatkan sakit kepala, hilang ingatan, getaran pada bibir, lidah, jari dan tangan; Bila kuman-kuman menyerang pangkalan uraf saraf yang berasal dari sumsung tulang belakang mengakibatkan kelemahan pada  anggota gerak bagian bawah dan terasa nyeri dan tajam yang menusuk-nusuk pada punggung; Borok-borok besar kemungkinan terjadi pada jari kaki, tumit, telapak kaki dan tulang persendian yang menebal dan pecah; Sering tidak dapat menahan air seni; Juga kemungkinan gangguan pada alat tubuh  bagian dalam seperti lambung dan hati.
  • Penularannya :
  • Masa inkubasi 1-3 minggu terjadi suatu tonjolan kecil, kulit rusak dan mengeras (ulcus durum).
  • Kira-kira 6 minggu penderita akan mendapat serangan kedua yang disebut syphilis stadium dua, pada seluruh badan ada bercak-bercak kecil merah dan benjolan kecil bundar. Pada tingkat ini penderita tidak kelihatan sakit sampai stadium ketiga.
  • Pada organ tubuh terjadi perubahan-perubahan benjolan (gumma), mungkin terdapat pada tulang, hati, otak, jantung, pembuluh darah dan uraf saraf.
  • Pada stadium keempat disebut neurolues, mulai menyerang susunan saraf, pada waktu melakukan pekerjaan dapat terjadi pendarahan rongga dada dalam waktu yang singkat penderita akan mati mendadak. Apabila telah sampai ke otak akan mengakibatkan kelumpuhan, buta, tuli, bisu, atau mati sebelah.

 

  1. GONORE (kencing nanah)GONORE
  • Penyebab : kuman gonococus.
  • Gejala-gejalanya : perasaan nyeri seperti terbakar pada waktu buang air kecil, sering buang air kecil, air seni berwarna agak kekuning-kuning- an dan kehijauan, pengeluaran getah yang menahun, selama taraf akut perasaan tidak enak dan nyeri, bila kuman-kuman menyerang peredaran darah dapat mengakibatkan peradangan pada persendian, seperti lutut, mata kaki, siku serta serta  peradaan dapat terjadi di mata.
  • Penularannya : masa inkubasi 2 – 5 hari, masa ini akan terjadi keluhan keluahan pada saat kencing. Mula-mula kencing akan terasa panas nyeri lama kelamaan akan keluar nanah. Gejala bahwa  penyakit ini masuk ke kantong kencing dan akan terus. Apabila masuk ke sendi akan mengakibatkan radang sendi dan di daerah sendi akan membengkak. Penyakit ini  menyerang mata apabila bakteri neiseria gonococcus masuk ke mata melalui tangan dengan sapu tangan akan menimbulkan kebutaan.

 

     3. PENYAKIT AIDS aids

AIDS (Acquired Immune Deficincy Syndrome), yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodecifiency Virus) menyerang sistem kekebalan tubuh (immune system) yaitu sistem pertahanan alami tubuh terhadap serangan organism yang merupakan musuh.

  • Masa Inkubasi : berkisar 6 bulan hingga 5 tahun.
  • Gejala-gejalanya : penularan baru ditemukan gejalanya setelah 5 – 10 tahun. Pada penderita yang baru saja terinfeksi oleh virus HIV dan sudah membentuk antibody positif, jika sudah berlangsung   lama, maka penderita akan mengalami Full Blown Aids. Jika sudah terjadi maka muncul gejala klinis antara lain : rasa lelah  yang berkepanjangan, sering demam (- 38o C) yang disertai  keringat malam tanpa sebab, sesak napas dan batuk berkepanjangan, berat badan turun, pembesaran kelenjar (leher, ketiak, lipatan paha), diare terus-menerus, bercak merah pada kulit (sarkoma kapos).

 

 

PENYAKIT TIDAK MENULAR

Penyakit Tidak Menular terbagi :

  1. Penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi yang tidak sempurna, seperti : penyakit rabun mata, beri-beri, scorbut, dll.
  2. Penyakit yang disebabkan karena tekanan darah tinggi (hypertension) dan tekanan darah rendah (hypotension).
  3. Penyakit alergi, seperti : astma gidu / kaligata.
  4. Penyakit yang disebabkan karena keracunan, seperti : keracunan makanan atau minuman (racun singkong, endrin).
  5. Penyakit yang disebabkan karena kecelakaan, seperti keseleo, patah tulang, luka tersayat, geger otak, dll.

Hanya sebagian aja yang sempat aku jelasin yah :

  1. KURANG DARAH (anemia)kurang darah
  • Penyebab : kurang makan makanan yang bergizi, pendarahan karena kecelakaan, keracunan obat-obatan.
  • Gejala-gejalanya : kelopak mata bawah pucat, kulit pucat, mudah letih dan kurang perhatian, mata sering berkunang-kunang dan sering sakit kepala.
  • Pencegahannya : makan makanan bergizi, jangan meminum obat sembarangan tanpa resep dokter.
  • Pengobatannya : makan makanan yang mengandung banyak protein dan zat besi, seperti daging, ikan, bayam. Bila sudah satu bulan belum ada perubahan, segera ke dokter.

 

  1. TETANUStetanus
  • Penyebab : spora dari basil-basil (clostridium tetani).
  • Gejala-gejalanya : otot-otot muka, rahang bawah dan punggung makin lama makin kaku dan tegang, membuka mulut makin lama makin sukar, terjadi kekejangan pada tengkuk, pada tungkai dan                                lengan kemudian seluruh badan menjadi kaku dan suhu badan                         menjadi naik.

 

     3. IMUNISASIimunisasi

  • Imunisasi anti tuberkulosa (BCG),
  • Imunisasi cacar,
  • Imunisasi diptheria, potusis, tetanus (DPT)

Jarak antara DPT I dan DPT II minimal 6 minggu.

 

  1. PEREDARAN DARAH peredaran darah
  • Darah Terbagi Dua Bagian :
  1. Sebagai alat pengangkutan :
  2. Mengedarkan dan mengangkut zat-zat makanan dari usus ke seluruh jaringan tubuh,
  3. Mengangkut sisa-sisa makanan atau sisa pembakaran untuk dikeluarkan melalui pembuangan (CO2 ke paru-paru, hati dan keringat melalui kulit),
  4. Mengangkut hormon-hormon dan kelenjar-kelenjar ke seluruh bagian tubuh.
  5. Memberantas bibit penyakit.
  6. Mengatur suhu tubuh.
  7. Menutup luka.
  8. Merupakan pusat pertahanan tubuh terhadap kuman-kuman penyakit.
  • Gejala Kekurangan Darah
  1. Muka tampak pucat.
  2. Bila bekerja atau berjalan lekas penat.
  3. Napas terasa sesak, kepala pusing biasanya berkunang-kunang.
  4. Dari sikap jongkok ke berdiri biasanya berkunang-kunang.
  5. Sering tangan dan kaki terasa kesemutan.
  • Penyakit Yang Terjadi Dalam Darah
  1. Jika kekurangan vitamin K, maka darah sukar membeku. Darah yang tak membeku mungkin karena penyakit keturunan yang disebut Hemofili.
  2. Yang menyebabkan tekanan darah tinggi adalah akibat perkapuran urat darah. Tekanan darah tinggi disebut juga Hipertensi (akibat suatu penyakit). Alat untuk mengukur tekanan darah adalah tensimeter.
  3. Pelebaran urat darah. Orang yang banyak melakukan gerakan “statis” seperti bersepeda di jalan mendakiada kemungkinan urat darah pada kaki dan tangan (orang yang mendorong gerobak) akan mengalami pelebaran, sehingga akan mengurangi sifat “elastisitas” dari dinding urat darah tadi. Sedangkan pada orang yang banyak duduk dapat terjadi pelebaran urat darah pada bagian terdekat dengan anus, penyakit ini disebut wasir (ambein atau haemorrhoidal).
  4. Pada penyakit kurang darah (anemia) dimana terjadi kualitas darah kurang baik, kadar hemoglobin (HB) di dalam sel darah merah menjadi lemah.
  5. Juga pada kanker darah (leukemia) terjadi kualitas darah putih mengalami gangguan-gangguan.
  6. Bila terjadi keracunan darah akibatnya berbagai bentuk penyakit yang menyerang seperti penyakit hati, ginjal dan kencing manis.

 

  1. TRANSFUSI DARAHtransfusi darah

Ada 2 cara untuk memberikan pertolongan pada penderita yang mengalami pendarahan yang banyak, adalah :

  1. Dengan memberikan zat plasma buatan, misalnya periston dan plasmanate.
  2. Bila pendarahan yang lebih parah, maka menolong jiwanya adalah dengan transfusi darah.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: