No Body’s Perfect

Jujur. Kita suka lupa, manusia diciptkan beragam dengan segala kelebihan dan keterbatasan. Manusia memang tidak ada yang sempurna. Kita memiliki talenta masing-masing. Sadar atau tidak, bila menurut penilaian kita oke, belum tentu orang lain bisa terima.
Coba saja, soal dandanan misalnya. Kita merasa sudah keren, eh…ada saja orang yang merasa kita belum oke. Apalagi soal prestasi, penilaian orang lebih obyektif daripada kita melihat diri sendiri, oh. So, kalau kita terlalu berharap tinggi dan hasilnya nggak sesuai kenyataan, bisa frustasi, kan. Sebaiknya nih, kita kenal dulu :

1. Who am I?
Siapa aku? Kenali dulu “aku” ini siapa. Memiliki kelemahan apa da kelebihan dimana? Jangan memutuskan, mengatakan kita tidak mampu atau kita oke, kalau kita sendiri belum yakin seberapa dalam kita mengenal diri sendiri. Jangan maksain diri jadi model. Kalau tubuh kita tidak proporsional.

2. What For?
Coba sadari, kita melakukan semua untuk apa? Punya bakat dan berkemauan keras. Kita melakukan sesuatu karena suka dan hobby. Tapi ketika kita hanya sekedar mengikuti semua kegiatan dan melakukannya, tapi kita nggak merasa enjoy dan tidak tahu mau apa sih? Nah, loh! Tujuan hidup tuh, perlu.

3. With Whom?
Sadari, kita tidak sendiri. Ada teman-teman di lingkungan kita. Mereka juga memerlukan kita, sama seperti kita butuh mereka. So, kita tidak bisa menghakimi diri sendiri, tanpa mereka. “Gue bisa nyanyi kok, Gue harus bisa jadi penyanyi!” kata Radit. Padahal teman-temannya merasa, cowok itu lebih pas buat men-dribblebola di lapangan basket. Nah, kita tidak boleh takabur juga kan?

Cermin

Jika kita sudah bisa mengenal diri sendiri, belajar ke langkah ke dua. Berani menerima kelebihan dan ketidaksempurnaan. Tidak ada kok manusia yang ingin dilahirkan tidak sempurna. Dan Tuhan tidak pernah berniat memberi kita segala keterbatasan , kan? Rencana-Nya, kita tidak pernah tahu.

Jangan berkecil hati, jika ternyata kita tidak sempurna.
Mungkin saja, lemah dalam pengetahuan, tidak memiliki fisik sesempurna yang lain, atau bahkan, tidak mempunyai kemampuan bergaul, seperti teman-teman lain, tapi ternyata ada kelebihan lainnya, yang biasanya jarang bikin kita ngeh.

Coba deh, berakrab diri dengan diri kita sendiri dulu.
Kenali, siapa sih gue ini? Lantas, kenali ketidaksempurnaan kita. Jangan lari dari kenyataan. Justru kelemahan, bisa dijadiin cermin kita buat bisa melihat masa depan. Nggak mau kan kita disebut “katak dalam tempurung, sembunyi dan menutup diri seumur hidup? No way! Coba deh :
a. Sadari
Akui dan terima ketidaksempurnaan dengan lapang dada. Jika enggak oke buat ikutan model, ya tidak perlu ngotot dengan berbagai cara harus menjadi model. Kamu masih bisa membuat keluarga dan teman-temanmu bangga, lewat ajang lainnya.
b. Motivasi
Yakin, jika orang lain bisa, kamu pun bisa dengan kelebihan dan bakatmu sendiri. Oke deh, Dia lolos dalam seleksi, tapi kamu tidak? No problem.
c.Gue Bisa
Yakini, setiap orang punya kelebihan. Misalnya, lemah dalam pelajaran, jangan langsung nyerah, dong. Coba ubah cara belajarmu. Lebih rapi dan terencana. Siapa tahu, kamu kedodoran karena kamu sendiri tidak rapi menyusun jadwal.

1 Komentar (+add yours?)

  1. nhirma watchy
    Mar 02, 2012 @ 09:22:11

    Makasiiiiiiiiihhhhhh…..sangat bermanf’at.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: