SISTEM SIRKULASI DARAH

  1. FUNGSI DARAHsistem peredaran darah tertutup dan ganda
  • Mengedarkan zat-zat makanan dari alat pencernaan dan cadangan makanan ke seluruh tubuh
  • Mengedarkan oksigen dari alat respirasi ke seluruh tubuh dan mengedarkan karbondioksida dari sel-sel seluruh tubuh ke alat respirasi
  • Mengangkut sisa-sisa metabolisme dari sel-sel tubuh menuju organ ekskresi
  • Mengangkut hormon dari kelenjar endokrin ke sel target
  1. KOMPOSISI DARAH

Mengetahui dengan cara pemutaran dalam suatu tabung dengan kecepatan tinggi (sentrifugasi), alat untuk memutar (sentrifuse)                                                   

  1. PLASMA DARAH (Komponen cair)plasma darah

Terdiri dari 90 % air dan 10 % zat lain.

  • PROTEIN PLASMA

Terdiri atas albumin, globulin dan fibrinogen. Albumin berfungsi untuk menjaga volume dan tekanan darah, globulin berfungsi melawan bibit penyakit (immunoglobulin). Fibrinogen berperan dalam proses pembekuan darah. Ketiga protein ini dihasilkan oleh hati dengan konsentrasi sampai 8 %.

  • GARAM (Mineral) Plasma dan Gas, terdiri dari O2, dan CO2. Konsentrasi Garam K.1 % diserap dari usus dan berfungsi untuk menjaga tekanan osmotik dan PH darah. Gas diserap dari jaringan paru-paru. O2 berfungsi untuk pernafasan sel dan CO2 merupakan sisa metabolisme.
  • ZAT-ZAT MAKANAN, terdiri atas LEMAK, GLUKOSA, dan ASAM AMINO sebagai makanan sel. Zat makanan ini diserap dari usus.
  • SAMPAH NITROGEN, hasil metabolisme terdiri atas urea dan asam urat. Sampah-sampah ini diekskresikan oleh ginjal.
  • ZAT-ZAT LAIN, HORMON, VITAMIN, DAN ENZIM yang berfungsi untuk membantu metabolisme. Zat-zat ini dihasilkan oleh berbagai macam sel.                                    
  1. SEL DARAH MERAH (Eritrosik)sel darah merah

Berfungsi mengalirkan oksigen Eritrosik ini berbentuk cekung di kedua permukaannya (Bikonkaf) dengan diameter 7-8 mm dan ketebalan 1-2 mm. Pada manusia sekitar 30 milyar eritrosik. Pada pria 5 juta eritrosik dan wanita 4 juta eritrosik. Sel darah merah diproduksi pada bagian sumsum tulang belakang bagian epifisis tulang pipa, dan tulang pipih pada saat bayi eritrosik di bentuk oleh hati dan limfa. Sel pembentuk eritrosik dinamakan eritoblas.

Eritrosik berwarna merah karena mengandung hemoglobin (Hb) yang jumlahnya sekitar 200 juta setiap eritrosik. Hemoglobin merupakan suatu protein yang berdaya ikat kuat terhadap O2 dan CO2 yang tersusun atas hemin dan globin. Hemin merupakan suatu asam amino yang mengandung besi (Fe). Senyawa ini menyebabkan warna merah. Jika seseorang kekurangan eritrosik tubuhnya menjadi pucat (anemia) atau kekurangan darah. Akibatnya, pengikatan dan pengangkutan O2 akan terganggu hingga darahnya tampak kebiru-biruan, misalnya pada pada orang yang tercekik (sianosis). Hemoglobim juga berfungsi mempertahankan asam basa darah dengan cara mengikat dan melepas alkali.

Eritrosik dapat hidup sekitar 120 hari setelah itu eritrosik akan dirombak dalam hati. Hemoglobinnya akan diuraikan menjadi bilirubin, suatu zat yang menyebabkan warna biru pada empedu.

  1. SEL DARAH PUTIH (Leukosit)seldarah merah dan putih

Berfungsi mempertahankan tubuh dari serangan penyakit dengan cara memakan (fagositosis) penyakit tersebut. Itulah sebabnya leukosit disebut juga fagosit.

Jumlah leukosit dalam setiap kubik (mm2) darah hanya sekitar 6.000-9.000. jika jumlahnya kurang dari 6.000 seseorang akan menderita leukopenia, sedangkan jika jumlahnya lebih dari 9.000 sesorang akan menderita leukositosis. Jika jumlah berlebih 20.000, orang tersebut akan menderita leukemia (kanker darah). Peningkatan jumlah leukosit hingga menyebabkan leukositosis dapat disebabkan oleh aktivitas fisik ( leukositosis fisiologis) serta akibat adanya infeksi ( leukositosis patologis).

Leukosit mempunyai bentuk yang berbeda dengan eritrosik. Bentuknya bervariasi dan mempunyai inti sel bulat ataupun cekung. Gerakannya seperti Amoeba dan dapat menembus dinding kapiler. Plasma leukosit juga seringkali mengandung butiran-butiran (granula).

Berdasarkan ada atau tidaknya granula di dalam plasma, leukosit dikelompokkan menjadi leukosit bergranula (granulosit) dan tidak bergranula (agranulosit). Leukosit granulosit dikelompokkan neutrofil, eosinofil, basefil.

  • Neutrofil, plasmanya bersifar netral inti selnya, seringkali berjumlah banyak dengan bentuk bermacam-macam. Bersifat fagositosis terhadap eritrosik, kuman dan jaringan mati.
  • Eosinofil, plasmanya bersifat asam, itulah sebabnya eosinofil akan merah tua bila ditetesi eosin. Eosinofil juga bersifat fagosit dan jumlahnya akan meningkat jika tubuh terkena infeksi.
  • Basofil, plasmanya bersifat basa, itulah sebabnya plasma akan berwarna biru jika ditetesi larutan basa. Sel darah putih ini akan berjumlah banyak jika terkena infeksi. Basofil juga bersifat fagosit. Selain itu, basofil mengandung zat kimia anti pengumpalan yaitu heparin.

Adapun leukosit agranulosit dikelompokkan menjadi :

  • Limfosit tidak dapat bergerak dan berinti satu. Ukurannya ada besar dan ada pula yang kecil. Limfosit berfungsi untuk membentuk antibodi.
  • Monosit dapat bergerak seperti Amoeba dan mempunyai inti yang bulat atau bulat panjang. Monosit diproduksi pada jaringan limfa dan bersifat fagosit.
  1. KEPING DARAH

Keping darah atau trombosit sering disebut sel darah pembeku karena fungsinya dalam proses pembekuan darah. Trombosit berukuran lebih kecil daripada eritrosik maupun leukosit dan tidak. Setiap milimeter kubus terdapat 200.000-400.000 trombosit. Trombosit dibentuk pada sel megakariosit sumsum tulang. Trombosit mempunyai waktu hidup sekitar 8 hari.                

 

  1. MEKANISME PENGGUMPALAN DARAH

Jika darah keluar dari pembuluh darah. Misalnya akibat luka, trombosit yang terkandung di dalam darah akan pecah karena menyentuh permukaan luka yang kasar. Hal ini menyebabkan enzim trombokinase yang dikandungnya akan keluar bercampur dengan plasma darah.

Di dalam plasma juga terdapat enzim protombin yang merupakan salah satu jenis globulin. Enzim ini akan diaktifkan oleh trombikinase menjadi trombin. Enzim aktif ini akan diaktifkan oleh trombokinase menjadi trombin.

Enzim aktif ini akan mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin. Fibrinogen merupakan protein yang larut dalam plasma darah sedangkan fibrin merupakan protein yang tidak larut dalam plasma benang-benang fibrin yang terbentuk akan menutup luka membentuk jaringan baru sehingga luka akan sembuh. Proses pembekuan (koagulasi) darah juga dibantu oleh vitamin K dan ion Ca 2+, yaitu pada saat pengubahan protombin menjadi trombin.

Kemampuan darah untuk dibekukan merupakan hal yang sangat penting. Adanya kemampuan pembekuan darah ini seringkali menjadi masalah, misalnya pada saat pengambilan (tranfusi) darah. Darah yang beku tentu tidak dapat diambil. Oleh karena itu, beberapa cara telah ditemukan untuk menghindari pembekuan darah. Cara tersebut diantaranya penambahan zat anti koagulan, seperti natrium sitrat atau natrium oksalat 2,5 % dan heparin atau dekumarol. Cara lain adalah dengan menyimpan darah pada suhu rendah, beberapa derajat diatas titik beku dan menggunakan alat-alat transfusi yang tajam dan permukaan halus.                                                                

  1. GOLONGAN DARAH PADA MANUSIApembagian golongan darah

Golongan darah manusia bergantung pada jenis protein darahnya. Walaupun sepintar darah manusia tampak sama tetapi kandungan proteinnya dapat berbeda-beda. Protein tersebut dapat berupa antigen (aglutinogen) dan antibodi (aglutinin). Antigen merupakan protein asing sedangkan antibodi merupakan protein penolak antigen yang dibentuk tubuh akibat adanya antigen. Antibodi terdiri atas 3 macam yaitu : Antibodi yang dapat menggumpalkan antigen (presipitin), yang dapat menghancurkan benda asing (lisin), dan dapat menawarkan toksin (antitoksin).

 

Ahli imunologi Austria KARL LANDSTEINER (1868-1943) mengelompokkan golongan darah manusia menjadi A, B, AB, dan O berdasarkan jenis aglutinogen dan aglutinin dalam darahnya. Antigen terdapat dalam eritrosik dan antobodi terdapat dalam plasma darah.

  • Golongan darah A : Jika sel darahnya mengandung aglutinogen A dan        serumnya dapat membuat aglutinin b dengan rumus (A, b).
  • Golongan Darah B : Jika sel darahnya mengandung aglutinogen B dan        serumnya dapat membuat aglutinin a dengan rumus (a, B)
  • Golongan Darah AB : Jika sel darahnya mengandung aglutinogen A dan B        tetapi serumnya tidak dapat membuat aglunitin dengan                                     rumus (A, B)
  • Golongan Darah O : Jika sel darahnya tidak mengandung aglutinogen A dan B        tetapi serumnya dapat membuat aglunitin a dan b dengan                      rumus (-, ab)

Adanya pengolongan darah ini dapat membantu penyelidikan tindak kriminal, penentuan golongan darah anak, dan berperan dalam proses transfusi darah.

  1. TRANSFUSI DARAH

Transfusi darah merupakan proses pemindahan darah dari seseorang (donor) kepada orang lain (resipien). Dalam proses transfusi darah ini sangat penting diperhatikan jenis aglutinogen donor dan aglutinin resipien. Jangan sampai aglutinogen sel darah merah donor bertemu dengan dengan zat anti aglutinogen dalam plasma darah resipien. Jika hal itu terjadi darah donor yang telah bercampur dalam tubuh resipien akan dianggap sebagai antigen oleh tubuh resipien karena dianggap antigen, tubuh akan menghancurkannya hingga terjadilah penggumpalan.

Cara menentukan golongan darah seseorang. Darah yang akan diketahui golongannya dibuat dua seri untuk tetesi dengan serum aglutinin a dan aglutinin b. Jika saat ditetesi aglutinin a terjadi penggumpalan, darah tersebut mungkin termasuk golongan darah A atau AB. Untuk memastikan golongan darah tersebut. Perlu ditetesi aglutinin b pada titik darah lainnya. Jika terjadi penggumpalan, darah tersebut termasuk AB, namun jika tidak terjadi penggumpalan darah termasuk A.

Bagaimana dengan golongan darah B dan O ? suatu darah mungkin termasuk B atau O jika pada saat ditetesi aglutinin a tidak terjadi penggumpalan. Untuk memastikannya, perlu dilakukan perlakuan seperti pada penentuan golongan darah A dan AB, yaitu meneteskan aglutinin b pada titik darah lainnya. Jika terjadi penggumpalan, darah tersebut termasuk B, sedangkan jika tidak terjadi penggumpalan tersebut termasuk O.

Berikut tabel rumus penentuan golongan darah manusia

Golongan Darah Reaksi dengan aglutinin   a Reaksi aglutinin   b
A Menggumpal Tidak menggumpal
B Menggumpal Menggumpal
AB Tidak menggumpal Tidak menggumpal
O Tidak menggumpal menggumpal

 

Darah yang termasuk golongan AB selalu menggumpal baik ketika diberi aglutinin a maupun b. Hal sebaliknya terjadi pada darah yang termasuk golongan O. Dalam transfusi darah, seseorang yang bergolongan darah AB, dapat menerima semua golongan darah sehingga golongan darah ini dinamakan RESIPIEN UNIVERSAL. Hal sebaliknya terjadi pada orang bergolongan darah O. Golongan darah O justru dapat memberikan darahnya pada semua golongan darah sehingga dinamakan DONOR UNIVERSAL. Walaupun teori darah AB dapat menerima semua golongan darah dan darah O dapat memberikan ke semua golongan darah, namun prakteknya sangat dianjurkan seseorang menerima atau memberikan darah kepada orang yang sama golongan darahnya. Berikut ini diagram yang menggambarkan kemungkinan golongan darah memberi atau menerima darah dari golongan lainnya.

A                                  A
B                                  B
O                                O

 

 

AB                            AB

Penggolongan darah tidak hanya sistem A B O tetapi juga sistem rhesus (Rh). Sistem yang ditemukan karena percobaan pemberian darah R pada kera macaca rhesus oleh LANDSTEINER ini didasarkan atas ada atau tidaknya aglutinin rhesus dalam darah. Jika seseorang mengandung aglutinin rhesus, orang itu termasuk rhesus positif (rh+), sedangkan yang tidak mempunyai termasuk rhesus negatif (rh). Sistem rhesus ini penting diperhatikan bagi ibu hamil anak yang kedua dan seterusnya. Jika ibu tersebut mempunyai (rh+) sedangkan anaknya (rh) sehingga darah anaknya akan ditolak bahkan dihancurkan oleh zat anti tersebut. Pada anak pertama hal seperti ini tidak terjadi. Penentuan golongan darah seseorang dapat ditentukan dengan anti A, anti B dan anti Rh.

 

ALAT-ALAT SIRKULASI DARAH DAN MEKANISME KERJANYA

  1. JANTUNGjantung

Merupakan alat sirkulasi darah utama karena mampu memompa darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh sepanjang hidup. Pada usia 70 tahun, denyut jantung manusia diperkirakan telah menyalirkan sebanyak 180 juta liter darah. Jantung terletak di rongga dan diatas diafragma, suatu batas antara rongga perut dan rongga dada. Jantung dibungkus oleh membran pelindung yang disebut PERIKARDIUM. Di dalam perikarium terdapat cairan limfa sebagai bantalan dari goncangan dan gesekan. Jantung dibangun oleh 3 lapisan jaringan berupa epikardium (lapisan terluar jantung), miokardium (otot jantung) dan endokardium (lapisan pembatas ruang jantung).

Jantung mempunyai 4 ruas yang terdiri atas 2 serambi (atrium) dan 2 bilik (ventrikel). Pada waktu bayi masih di dalam perut antara atrium kanan dan atrium kiri terdapat lubang yang disebut foramen ovale. Setelah bayi lahir, lubang tersebut menutup. Pada sekat antara serambi terdapat simpul saraf tak sadar yang bercabang ke otot serambi yang disebut berkashis. Diantara vena dan serambi kanan juga terdapat simpul saraf yang disebut simpul Keith-Flack dan antara sekat serambi dan bilik terdapat simpul tawara yang juga termasuk saraf tak sadar. Selain ketiga simpul saraf terdapat saraf lain yang dapat mempercepat kerja jantung yang disebut saraf vagus.

Darah yang mengalir di serambi kiri merupakan darah bersih ( banyak O2) karena bersal dari paru-paru, sedangkan yang mengalir di serambi kanan merupakan darah kotor (banyak CO2) karena berasal dari seluruh tubuh. Dari serambi kanan darah menuju bilik kanan dan di pompa menuju paru-paru untuk melepaskan CO2 dan menerima O2. Sementara itu, darah dari serambi kiri akan mengalir ke bilik kiri dan di pompa menuju seluruh tubuh. Tenaga yang dibutuhkan untuk memompa darah ke seluruh tubuh tentu lebih besar daripada untuk menuju ke paru-paru. Itulah sebabnya miokardium bilik kiri lebih tebal daripada bilik kanan. Miokardium tersebut dapat berkontraksi dan berelaksasi setiap saat karena mendapat suplai makanan dan O2 dari taju nadi (arteri coronaria).

Cara kontraksi dan relaksasi otot jantung. Pada saat serambi mengembang (relaksasi) darah dari vena kava inferior dan vena kava superior akan mengalir menuju serambi kanan dan darah dari vena pulmonalis mengalir menuju serambi kiri. Akibatnya serambi menjadi berkontraksi (menguncup) sementara bilik menjadi mengembang sehingga darah akan mengalir ke bilik. Darah yang mengalir ke bilik menyebabkan bilik menjadi berkontraksi dengan cara menguncup hingga tekanan ruangannya menjadi maksimal. Keadaan ini dinamakan SISTOLE. Dari bilik, darah akan dialirkan menuju pembuluh aorta dan pembuluh nadi. Sifat nadi yang elastis menyebabkan denyut jantung dapat diteruskan nadi, denyut pada nadi ini sering digunakan untuk mengukur denyut jantung per menit pada saat sebelum dan sesudah olahraga. Darah mengalit meninggalkan bilik sehingga bilik akan berelaksasi sehingga tekanannya menjadi minimum. Keadaan ini di namakan DIASTOLE. Kedua tekanan darah ini dapat diukur dengan TENSIMETER (SPIGMOMANOMETER). Pada orang dewasa sehat, tekanan sistole dan diastolenya sekitar 120 mmHg dan 80 mmHg yang biasa ditulis 120/80 mmHg.

Mengapa aliran darah tetap searah dan darah di dalam jantung tidak bercampur?

Karena jantung mempunyai 3 macam katup, yaitu katup berdaun dua ( valvula bikuspidalis), berdaun tiga ( valvula trikuspidalis), dan berbentuk sabit (valvula semilunaris). Valvula trikuspidalis terletak diantara serambi kanan (atrium kanan) dan bilik kanan (ventrikel kanan). Adapun valvula bikuspidalis terletak diantara serambi kiri (atrium kiri) dan bilik kiri (ventrikel kiri) sedangkan valvula semilunaris terletak pada setiap pangkal batang nadi.

  1. PEMBULUH DARAH

Darah mengallir keluar dari jantung melalui pembuluh. Darah mengalir masuk ke jantung pun melalui pembuluh. Oleh karena itu, pada dasarnya terdapat dua kelompok pembuluh darah, yaitu pembuluh yang aliran darahnya meninggalkan jantung dan menuju jantung.

 pembuluh darah

  • PEMBULUH DARAH YANG MENINGGALKAN JANTUNG.

Pembuluh darah yang termasuk kelompok ini adalah pembuluh yang aliran darahnya meninggalkan jantung yaitu pembuluh :

  • ARTERI (Nadi)Apa-Perbedaan-Arteri-dan-Vena

Merupakan pembuluh pertama yang dilalui darah pada saat meninggalkan jantung. Pembuluh yang keluar dari bilik berdinding otot tebal dan elastis untuk membantu agar darah sampai ke seluruh tubuh. Pembuluh arteri ada yang menuju ke seluruh tubuh (aorta) yang berukuran besar dengan membawa O2 dan yang menuju paru-paru (arteri pulmonalis) yang berukuran relatif kecil dengan membawa banyak CO2. Aorta keluar dari bilik kiri, sedangkan arteri pulmonalis keluar dari bilik kanan. Cabang dari arteri disebut arteriol.

  • ARTERIOL

Merupakan pembuluh darah hasil percabangan arteri. Walaupun ukurannya lebih kecil daripada arteri, namun dinding ototnya setebal dinding arteri. Dinding kedua pembuluh tersebut terdiri atas empat lapis, yaitu jaringan, ikat, otot polos, lapisan elastis, dan endotelium.

  • KAPILER

Merupakan pembuluh darah hasil percabangan arteriol dengan ukuran yang sangat kecil. Begitu kecilnya kapiler tersebut sampai sel-sel darah hanya dapat melaluinya dengan cara bergerak satu-satu. Dinding kapiler dibangun oleh hanya satu lapis sel endothelium sehingga sangat tipis. Kapiler juga bersifat permeabel, hingga pada kapiler terjadi pertukaran oksigen, karbondioksida, bahan makanan dan sisa metabolisme. Kapiler mengalami banyak percabangan yang rumit (anastomosis) di dalam jaringan.

  • PEMBULUH DARAH YANG MENUJU JANTUNG.

Pembuluh darah yang termasuk kelompok ini adalah pembuluh yang aliran darahnya menuju jantung, yaitu :

  • VENA (Pembuluh Balik)

Merupakan pembuluh darah yang membawa darah menuju jantung yang berhubungan langsung dengan jantung. Ada Vena yang berasal dari paru-paru dan masuk melalui serambi kiri (vena pulmonalis), vena yang berasal dari kepala (vena cava superior), dan ada pula yang berasal dari alat-alat tubuh bagian bawah (vena cava interior). Kedua vena cava tersebut berukuran relatif lebih besar dan masuk melalui serambi kanan.

  • VENULA

Merupakan pembuluh balik terusan vena yang berhubungan langsung dengan kapiler. Jadi darah yang keluar dari jantung sesampainya di kapiler akan berbelok kembali ke jantung melalui venula.

 siklus peredaran darah

MACAM – MACAM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA

Manusia dan mammalia mempunyai peredaran darah ganda. Hal ini keduanya mempunyai lebih dari satu macam peredaran darah.

Macam – macam peredaran tersebut sebagai berikut :

  1. PEREDARAN DARAH BESAR, yaitu peredaran darah yang dimulai dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung.
  2. PEREDARAN DARAH KECIL, yaitu peredaran darah yang dimulai dari jantung menuju paru-paru dan kembali ke jantung.
  3. SISTEM PERTA HEPATICA, yaitu mengalirnya darah dari usus halus ke hati dan kemudian ke jantung.

Apakah bayi dalam kandungan juga mempunyai macam-macam peredaran yang sama?           Bayi belum mampu menggunakan paru-parunya sebagai O2 dan zat makanan yang diambil dari darah ibu pada plasenta (tali pusat). Darah dari serambi kanan akan mengalir ke serambi kiri bukan ke bilik kanan seperti pada bayi yang telah lahir. Hal ini disebabkan paru-paru belum berfungsi sehingga bilik kanan merupakan jalan ke paru-paru tidak dilaluinya. Dari serambi kiri darah akan menuju plasenta melalui arteri umbilikalis. Kemudian darah yang banyak mengandung O2 dan makanan ini kembali melalui vena umbilikalis untuk dedarkan ke seluruh tubuh fetus.

PEREDARAN GETAH BENING

Merupakan nama lain dari limfa sehingga istilah peredaran getah bening sering pula dikatakan peredaran limfa. Zat ini berasal dari plasma darah yang keluar dari kapiler dan dialirkan oleh pembuluh pembuluh limfa. Pembuluh limfa yang berasal dari kepala leher, dada, jantung, paru-paru, dan lengan kanan akan bersatu menjadi pembuluh limfa. Kanan (duktus limfatikus dekster). Adapun pembuluh limfa yang berasal dari bagian lainnya akan bersatu menjadi pembuluh limfa dada (duktus toraksikus) dan bermuara di vena bawah selangka. Pembuluh limfa dada juga merupakan tempat bermuaranya pembuluh lemak atau pembuluh kil. Lemak inilah yang menyebabkan cairan limfa berwarna kuning keputih-putihan.

Peredaran limfa termasuk peredaran darah terbuka karena beredar tidak selalu dalam pembuluh. Karena limfa berasal dari seluruh bagian tubuh, ada kemungkinan didalamnya terkandung kuman-kuman penyakit. Oleh karena itu, sepanjang pembuluh terdapat kelenjar limfa yang merupakan penyaring kuman-kuman. Kelenjar limfa adalah organ berkapsul berbentuk bulat simpul (nodus) yang terdiri atas jaringan limfoid. Disepanjang pembuluh getah bening terdapat katup-katup yang menjaga agar aliran tidak terbalik. Aliran getah bening ini disebabkan oleh kontraksi otot disekitarnya bukan dipompa oleh jantung sehingga alirannya lambat.

Tabel perbedaan antara peredaran darah dan peredaran getah bening

Pembeda Peredaran Darah Peredaran Getah Bening
Pembuluh Arteri dan Vena Duktus limfatikus dekster dan duktus toraksikus
Yang diedarkan Darah Getah Bening
Tenaga Pendorong Kontraksi Jantung Kontraksi Otot Rangka
Sistem Peredaran Tertutup Terbuka
Zat-zat yang Diangkut O2, CO2, Protein, Gula Lemak

SISTEM PERLINDUNGAN TUBUH

  1. Peranan sel darah putih terhadap kekebalan tubuh.

Antigen yang masuk dalam tubuh akan dianggap sebagai benda asing. Akibatnya, tubuh melalui sel-sel darah darah putih (leukosit) memproduksi antibodi untuk menghancurkan antigen tersebut. Glikoprotein yang terdapat di dalam hati kita dapat merupakan antigen bagi orang lain jika glikoprotein tersebut disuntikkan kepada orang lain. Hal ini membuktikan suatu bahan dapat dianggap sebagai antigen untuk orang lain, tetapi belum tentu sebagai antigen untuk kita. Hal juga berlaku untuk keadaan sebaliknya.

Leukosit yang berperan penting terhadap kekebalan tubuh ada dua macam, yaitu fagosit dan limfosit. Sel-sel fagosit akan menghancurkan benda asing dengan cara menelannya ( fagositosis). Fagosit terdiri atas dua macam sel, yaitu neutrofil yang terdapat di dalam darah dan makrofag yang dapat meninggalkan peredaran darah untuk masuk ke dalam jaringan ataupun rongga tubuh. Adapun limfosit terdiri atas T limfosit (T sel) yang bergerak ke kelenjar timus (kelenjar limfa di dasar leher) dan B limfosit (B sel). Kedua jenis limfosit tersebut dihasilkan oleh sumsum tulang dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah, kemudian ke pembuluh limfa dan kembali ke pembuluh darah. Sel-sel limfosit dapat mengenai setiap antigen dan dapat menghasilkan antibodi yang disesuaikan dengan antigen yang masuk ke dalam tubuh.

Seringkali virus masuk ke dalam tubuh tidak melalui pembuluh darah tetapi melalui kulit dan selaput lendir agar terhindar dari leukosit. Namun sel-sel tubuh tersebut tidak berdiam diri. Sel-sel tubuh akan menghasilkan interperon, suatu protein yang dapat memproduksi zat penghalang terbentuknya virus (replikasi). Adanya kemampuan ini dapat mencegah terjadinya serangan virus.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: